Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 35



"Aih, baiklah baiklah akan aku lakukan mau kalian tapi tidak sekarang, " ucap Manami.


"Kenapa? ",tanya permaisuri, kaisar, para selir, para pangeran dan para putri kecuali pangeran Daiki dan putri Mika.


"Karena dia sangat lelah dari perjalanannya," ucap pangeran Raiden sambil merangkul pinggang Manami membuat sang empu risih.


"Ooooo, jadi begitu. Yah aku nggak jadi makan kue enak deh, " ucap putri Shiera.


"Yah nggak jadi denger lagu yang merdu deh, " ucap kaisar.


"Yah nggak jadi belajar masak kue deh, " ucap selir Shu.


"Yah nggak jadi makan enak deh, " ucap pangeran Atsushi.


"Sabar, mungkin kakak ipar punya kue yang udah jadi, " ucap pangeran Hikaru.


"lya, kakak benar, " ucap putri Rika.


""Hei, apa kalian memanggilaku ke sini hanya untuk ini?, kalau begitu aku akan pergi saja deh, " ucap Manami yang terbawa emosi.


"Eh, menantu jangan marah dong ya, kami cuma bercanda kok kami cari kamu kan karena kami pengen ketemu sama kamu, " ucap permaisuri.


"lya tuh, kakak benar, "ucap selir Shu.


Manami menatap mereka dengan pandangan kesal tapi di sela selanya ia tersenyum melihat kebersamaan keluarga barunya itu.


"Kaisar Jun merupakan orang yang sangat beruntung karena memiliki tiga istri yang mencintainya, saling mendukung satu sama lain, dan selalu akur tak ada pertengkaran. Tidak seperti yang aku lihat lihat di komik dan novel yang semua herem menjatuhkan satu sama lain hanya untuk mendapatkan kasih sayang, jabatan permaisuri dan juga kekayaan," batin Manami sanbil tersenyum manis.


Walau hanya sebentar, senyum Manami itu tidak bisa lepas dari mata pangeran Raiden.


Pangeran Raiden cukup terkejut melihat Manami tersenyum.Tetapi senyum Manami itulah yang membuatnya ikut tersenyum.


"Hei memantu, maukah kau pergi berkeliling istana bersama kami bertiga?," ucap permaisuri sambil menunjuk ke arah selir Minami dan selir Shu.


"Jika para ibunda menyuruhku ikut dengan kalian untuk mengelilingi istana maka aku sebagai anak bukanya harus menurutinya?," ucap Manami menaik turunkan alisnya.


"Hahahahahaha, kau cukup perhatian juga ya, kau sangat baik kepada para ibumu ini," ucap selir Shu dengan senyum.


"Bukankah sosok ibu adalah hal yang paling penting dan berharga bagi seorang anak?, lagi pula aku pernah mendengar kalimat yang berbunyi ' surga ada di telapak kaki ibu ', walaupun kalian bukan ibu kandung ku tapi kalian tetap menyandang sebagai ibuku kan?, bukankah itu berarti syurga ku juga ada di telapak kaki kalian?, " ucap Manami sambil tersenyum tulus.


Semua orang tertegum atas perkataan Manami tak terkecuali pangeran Daiki, putri Mika dan pangeran Raiden. Tapi setelah beberapa saat wajah mereka yang semula terkejut menjadi penuh dengan senyuman yang mengembag bak bunga yang sedang mekar.


Permaisuri, selir Minami dan selir Shu seontak mendatangi Manami lalu memeluknya erat. Manami yang di peluk pun bertanya tanya dengan apa yang terjadi. Tapi dengan pelukan hangat tiga orang ibu membuatnya sangat senang.


Manami mengelus lembut pumggung ketiga ibunya itu secara bergantian sembari berkata, "ada apa dengan kalian ibu?, kenapa kalian tiba tiba memelukku?, apa kata kata ku ada yang membuat kalian sedih?, " ucap Manami khawatir.


Permaisuri, selir Minami dan selir Shu melepaskan pelukan mereka secara beraamaan lalu menggelengkan kepala mereka ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum menandakan jawaban tidak.


"Tidak kok, kami hanya terharu dengan apa yang kau ucapkan, ayo kita segera pergi berkeliling sebelum kamu pulang kembali ke rumah mu, "ucap selir Shu sambil menarik tangan kiri Manami sedangkan permaisuri menarik tangan kanan Manami mengajak pergi Manami berkeliling istana.


Sedangkan selir Minami hanya mengikuti mereka dari belakang sambil tersenyum manis.


"Hahahaha, ternyata putra ku pandai memilih seorang istri, " ucap kaisar sambil melirik ke arah pangeran Raiden.


"Hahahahaha, kakak gitu loh, " ucap pangeran Atsushi.


"Kakak ipar bilang dia pernah mendengar kalimat ' syurga ada di telapak kaki ibu', tapi aku yang sangat suka dengan ilmu pengetahuan kenapa tidak tau ya?, " ucap pangeran Hikaru bertanya tanya.


"Ih kakak, kok yang nyantol di pikiran mu malah hal itu sih, tapi aku juga penasaran hehehe, kak Raiden, apa kau mengetahui kenapa kak Manami bisa tau kalimat itu?, " tanya putri Shiera.


"Sepertinya kalimat itu sangat indah untuk di dengar dan di ucapkan, " gumam putri Rika.


Pangeran Raiden tersenyum, " karena gadis kecil ku adalah orang yang sangat istimewa, " ucap pangeran Raiden sambil tersenyum. Tanganya di arahkan kepada keluarganya membentuk sebuah pistol dan satu matanya ia tutup ๐Ÿ˜‰.Seperti yang pernah di lakukan oleh Manami kepadanya lalu pergi dari aula menuju ke kediamannya.


"Apa itu? ", batin semua orang akan sikap pangeran Raiden yang sangat aneh.


Karena kepergian Manami dari aula membuat suasana menjadi sangat hening. Mereka semua pun memutuskan untuk kembali ke keidaman mereka masing masing termasuk putri Mika da pangeran Daiki yang tengah menahan amarahnya.


Setelah sampai di kediamannya yang ada di istana kerajaan Anshin, putri Mika menghancurkan semua hal yang ada di dalam kamarnya karena amarah yang tak sanggup di tahan lagi.


"Dasar Manami jal*ng, beraninya dia merebut semua perhatian dan kasih sayang keluarga kerajaan Anshin dari ku!, aku pasti akan membalasnya sepuluh kali lipat dari ini!, " teriak putri Mika di kamar yang sudah sangat berantakan itu.


"Hei, menantu apa kau sakit?," tanya khawatir selir Shu saat melihat Manami bersin.


"Ah, tidak kok, mungkin ada yang sedang membicarakan ku, " jawab Manami.


"Oh jadi begitu, untunglah jika kau tidak sakit, "ucap selir Shu lega.


"Nak, maafkan ibu ya karena tidak bisa membujuk putra ibu kemarin saat memutuskan pertunangan mu, " ucap permaisuri tiba tiba dengan raut wajah sedih.


"Apa yang ibu katakan itu bukan salah ibu, lagi pula aku juga tidak tersinggung kok, " ucap Manami menenangkan permaisuri.


"Tapi gara gara itu kau tidak jadi permaisuri dan tidak memiliki harta yang sangat melimpah seperti saat menjadi ibu negara, " ucap permaisuri.


"Kami juga minta maaf ya nak, karena kami tidak bisa membantu mu, " ucap selir Shu dan selir Minami kompak.


"Aih, kalian tenang saja. Jabatan tinggi dan harta yang melimpah itu tidak mesti membuat kita bahagia. Lagi pula aku sudah memiliki harta yang paling berharga di dunia ini kok, " ucap Manami yang di akhiri dengan senyum.


"Apa itu?, " tanya ketiga ibunya penasaran.


"ltu adalah keluarga yang saling menyayangi, " ucap Manami sambil tersenyum.


Hati permaisuri selir Shu, selir Minami menghangat mendengar jawaban Manami. Begitu juga dengan hati kaisar, putri Shiera, putri Rika, pangeran Raiden, pangeran Atsushi dan pangeran Hikaru yang sedari tadi membuntuti mereka dari jauh dan tak jadi untuk kembali ke kediaman mereka masing masing.


"Ah, kalo ngomongin tentang keluarga, aku jadi ingat sebuah lagu Apa kalian ingin mendengarnya ibu?, " tanya Manami yang sekarang ada di taman istana bersama ketiga ibunya.


Permaisuri, selir Minami dan selir Shu mengangguk sembari tersenyum sebagai tanda setuju.


Manami mulai menarik nafas panjang dan mulai menyanyikan sebuah lagu.


Lagu~๐ŸŽถ


Harta yang paling berharga


adalah keluarga


Istana yang paling indah


adalah keluarga


Puisi yang paling bermakna


adalah keluarga


Mutiara tiada tara


adalah keluarga


Selamat pagi emak


Selamat pagi abah


Mentari hari ini


Berseri indah


Terima kasih emak


Terima kasih abah


Untuk tampil perkasa


Bagi kami putra putri


yang siap berbakti


( Lagu: Harta Berharga )


Lagu selesai ~๐ŸŽถ


Walau ada sedikit lirik yang tidak mereka mengerti, tetapi setelah Manami menyanyikan lagu itu membuat mereka sangat tersentuh. Membuat mereka ingin menangis tapi bukan tangis kesedihan melainkan tangis kebahagiaan.