
"Baik nona akan saya ambil kan sebentar, " ucap Yuki lalu bergegas menuju ke dapur.
"Tuan apa yang akan kau lakukan setelah ini?, " tanya Shiro sambil ikut duduk di sofa tempat Manami duduk.
"Hmmmm, aku ing-....., hmmm apa itu?, " bingung Manami ketika mendengar suara yang sedikit berisik.
Gedebruk.... Gedebruk.... Gedebruk.... ( oke anggep aja suara langkah kaki yang berjalan terburu buru. Author nggak tau gimana suaranya jadi gitu aja yaπ ).
"Hah?, suara apaan tuh?, tuan apa menurut mu suara itu adalah suara kuda yang kabur dari kandangnya?, " tanya Shiro berpendapat.
"Hmmm, mungkin saja tapi masak iya di sini kudanya pada bisa kabur, " ucap ragu Manami.
"Hmmmm lha terus apa dong, " ucap Shiro dan Manami barengan.
Saat mereka berdua sibuk berpikir tiba tiba......
Brakkkk,...... Gruduk...... Gruduk..... Gruduk......
Suara langkah kaki yang tergesa gesa sambil membuka pintu secara kasar membuat Shiro dan Manami keluar dari kesibukan mereka karena berfikir.
"Eae kodok ngorek neng pingger kali, " latah Manami.
"Queen akhirnya kau ingat untuk tinggal di sini. Apakah anda tidak tau seberapa sepinya vila ini ketika anda pergi, " ucap Juro ngarang padahal enggak.
"Heh biar ku tebak. Setiap hari kalian pasti main ke sini. Kalau begitu apa itu yang di sebut sepi hah, " ucap Manami tak habis pikir.
"Heehehehehehe, kau tau saja Rin kalau setiap hati kita ke sini, " ucap Naomi malu malu kucing.
"Waaaaa tuan kami sangat merindukan mu. Bagaimana bisa anda membawa Shiro tapi tidak dengan kami, " protes para hewan yang berada di wujud manusia mereka.
"Halah dasar kalian udah tua tapi irinya kek anak kecil. Jika kalian mau kalian bisa gantiin aku ikut tuan balik kok besok, aku mah nggak mau jadi nyamuk terus, " ejek Shiro.
"Jadi nyamuk?, kok bisa?, kamu pindah genre hewan ya?, " bingung Aka.
"Dasar bloon, maksudnya ya nggak gitu juga kalik. Masak tuan mesra mesra an sama pangeran Raiden di depan ku lak ya iya kan aku jadi nyamuk di antara mereka?, " ucap Shiro.
"Hmmm, bener juga ya. Ya udah deh nanti yang pergi sama tuan kamu aja, aku nggak mau pindah genre jadi nyamuk kayak kamu, " ucap Aka berubah pikiran.
"Giliran tak bilang begini nggak mau padahal tadi ampe protes, " guman Shiro.
"Kalian ini kalau mau nggibah i orang itu jangan di depannya, emang kalian mau dapat balasan dari ku?, " ucap Manami yang sedari tadi di bicarakan.
"Hehehehehe, nggak ah aku nggak mau, kita ke dapur aja deh pasti Yuki ada di sana, " ucap Aka dan Shiro melarikan diri.
"Buahahahaha dasar jirih, " ejek Wolf.
"Bagaimana kabar organisasi belakangan ini?, " tanya serius Manami pada orang yang masih ada di sana.
"Menjawab Queen organisasi ada dalam kondisi baik. Belakangan ini banyak tugas menumpuk di berikan oleh beberapa kerajaan untuk membasmi penghianat, para bajing*n dan kejahatan lainnya yang membahayakan warga kerajaan. Dan juga ada kerajaan yang ingin membuat janji di mana kita harus tunduk padanya tetapi kami menolak nya. Dan seperti yang anda suruh, kami diam diam juga mengawasi kerajaan Kofuku dan kerajaan Anshin, " jawab Jiro tegas.
"Bagus kalau begitu. Mulai hari ini aku akan tinggal di sini jadi jangan harap kalian bisa main di sini sesuka hati, " ucap Manami dengan tatapan tajamnya.
"Hahahahaha, Queen kami berjanji tidak akan sembarangan masuk ke sini lagi, " ucap Kenzo ketakutan karena aura yang di keluarkan Manami.
"Sudah ah aku ke sini cuma mau liburan dari rasa bosan jadi jangan tegang gitu dong, nih Yuki juga kemana lagi cuma di suruh ambil camilan dan jus buah aja lamanya ampe setahun, jadi lumutan aku, " kesal Manami.
"Maaf nona kalau lama, tadi kami habis membuat sup buah untuk kita semua dan beberapa kue kering dan camilan gurih lainnya jadi agak sedikit lama. Apakah tidak apa apa nona?, " ucap Yuki yang baru datang membawa satu mangkuk besar sup buah dan beberapa gelas kecil di nampan yang ia bawa di susul dengan Naomi dan Kiyomi yang membawa nampan berisi kue kering, puding, coklat, keripik kentang, setik, nastar, beberapa manisan peremen popcron, dan lain lainnya sebagai pendamping sup buah.
"Wah ada sup buah, ada makanan ringan yang banyak juga. No problem jika lama asalkan ada makanan enak kek gini. Ayo pada duduk lalu makan sambil nonton drakor, dah lama nggak nonton, " ajak Manami dengan mata berbinar.
"Nona kita nonton anime aja yuk dah lama kita nggak lihat. Sekali nonton tv yang di lihat drakor mulu sekarang ganti anime aja, " ucap Naomi.
"Hmmm, boleh juga tapi mau liat yang apa?, kan anime ada banyak judul, " bingung Manami.
"Gimana kalau sekolah elit?, " ucap Kiyomi memberi saran.
"Oi kita dah pernah liat kau lupa ya?, " ucap Wolf tak habis pikir.
"Hehehehe sory sory, cuma bilnag yang muter di otak doang, " ucap Kiyomi cengengesan.
"Kita liat Seraph on the end aja kenapa?, kita juga belum pernah liat kan, " saran Ryu.
"Oke juga tuh, kalo gitu kita liat anime seraph on the end aja,oke capcus, " ucap Manami mengotak atik tombol remot kemudian muncul lah cerita yang merka ingin tonton.
Oke dan mereka pun lalu menonton anime berjudul seraph on the end atau lebih di kenal dengan owari no seraph dari season satu sampai season tiga yang author sendiri nggak tau gimana akhirnya soalnya author cuma liat sampai season duanya hehehe, season tiganya masih pakek subtitle bahasa inggris.
Bagi yang bukan wibu atau suka yang kejepang jepangan jangan di anggap serius di lewatin aja.
Tapi sejujurnya author suka banget ceritanya walau mc nya terkesan gay bukan sodaraπ .
Mereka menonton sampai sore sambil di temani berbagai macam camilan. Bahkan mereka sampai lupa waktu gara gara terlalu asik menonton tau tau udah sore aja membuat amatah Manami meledak karena belum menyelesaikan ceritanya.
Jika itu berkaitan dengan hal hal yang ia sukai, Manami tak segan segan untuk marah, menagis atau apa pun itu walau di mata orang lain kelihatan ga jelas dan kek orang gila nggak waras.
Oke sampe sini dulu ya para reader sampai jumpa di episode berikutnya bye bye ππ
Oh iya, mana nih suara orang wibu?, jangan anggep author wibu ya karena author tuh cuma penikmat, wawasan author sangat sempit kalau soal anime π π