
"Wah nggak biasanya bisa punya kata kata kek gini?, njiplak dari mana lu Ka?," tanya Yuki.
"Palingan juga njiplak dari mbak google yang cuantek itu, udah ah jadi mabar kagak nih, " ucap Wolf santuy.
"Njerr sekate kate banget jadi temen lu berdua, " ucap Aka.
"Maaf di sini kagak ada pitek kate cari aja di tukang penjual ayam noh mungkin ada, " canda Yuki.
"Njerr😑, "pasrah Aka.
Mereka pun bermain sampai lupa waktu walau Manami sudah bilang ke mereka kalau jangan main terlalu lama.
Mereka bermain sampai sore lalu saat mereka sudah ingat waktu mereka bergegas membangunkan Manami karena hari sudah sore mereka butuh penginapan untuk bermalam.
"Tuan bangunlah hari sudah mulai malam kita harus pergi mencari penginapan, " ucap Tora lembut sambil menepuk nepuk lembut pipi Manami.
"Hmmmm, hoammm jam berapa nih dingin banget, " ucap Manami sambil ngucek ngucek matanya.
"Tuan ini sudah menjelang malam tentu saja udaranya akan terasa dingin, ayo kita pergi cari penginapan dan makan malam, " ucap Tora masih lembut sambil menarik Manami menuju sebuah penginapan dekat taman.
"Oi kagak salah lihat kan gue?, itu si Tora beneran lembut kek bulunya ya?, apa cuma kuping ku yang suwek?, " ucal Yuki melongo tak percaya.
"Apakah kiamat akan segera datang?, " ucap Aka tak kalah dengan Yuki.
"Hohohoho ternyata saudara terdingin ku Tora bisa menjadi orang yang sangat lembut, oh indahnya oh cantiknya pemandangan mereka di bawah langit sore yang oranye ini, " ucap lebay seseorang, kalian tau lah siapa, siapa lagi kalau bukan si Fuki sengklek itu.
"Njerrr kata kata lu selalu lebay akhir akhir ini ya Fuki, salah minum obat apa sih lu?," tanya Wolf.
"Jangan banyak bicara, ayo susul mereka jika tidak ingin berpisah, " ucap Ryu dingin sambil jalan menyusul Manami dan Tora.
"Nah ini juga singa kutub satu, maen yelonong yelonong aja ga tau apa rasa pertemanan itu harus saling tunggu menunggu, " oceh Aka.
"Jangan mengada ngada dan cepat jalan, " ucap Ryu membuat mereka berjalan menyusul Manami dan Tora dah kek komandan pasukan tonti aja langsung mau kalau di suruh suruh😂.
"Hmmmm..... Hmmmmmmm, " terlihat Yuki asik berfikir di perjalanan menuju penginapan membuat Aka penasaran.
"Yuki lu kenapa kek lagi mikirin sesuatu gitu?, lagi mikirin cowok ya?, " goda Aka.
"Jangan mengada ngada aku tidak sedang memikirkan seorang peria, eh mungkin gitu juga yak secara dia kan juga cowok bukan cewek, " ucap Yuki bingung sendiri.
"Lu gimana sih, yang bilang elu yang bingung malah elu sendiri, emang mikirin apa?, " tanya Aka.
"Kan gini tadi lu bilang kalau Ryu tuh singa kutub, bukannya singa hidup di padang sabana ya bukan di kutub?, lagian Ryu itu kan naga bukan singa, aku mikirin itu malah jadi bingung sendiri, " ucap Yuki dengan wajah bloonnya.
"Aduh otak lu juga ikutan konslet ya Yuki?, itu kan cuma juluk an bukan kenyataan astaga, " ucap Aka kesal sendiri.
Ehem ehem, dan begitulah mereka menginap di penginapan. Makan malam bersama lalu setelah itu tidur di kamar masing masing. Jika sebelumnya mereka tidur berpasangan kini mereka tidur sendiri sendiri biar nggak ada yang mata pandaan lagi setelah bangun wkwkwkwk🤣😂
"Apa kalian sudah mencarinya di seluruh benua ini dengan menyeluruh?, " tanya seorang peria berbaju putih polos tipis terlihat sekali bahwa itu adalah sebuah baju tidur.
"Hormat hamba yang mulia pangeran, mohon maaf kami telah menyusuri semua benua bahkan ke tempat tempat terkecil namun tetap tidak mendapatkan kabar atau petunjuk dari putri Manami yang mulia," ucap laki laki lain yang sedang tunduk hormat pada orang yang di sebut pangeran itu.
"Kalau begitu baiklah itu berarti dia tidak pergi terlalu jauh dari ku. Sekarang kalian cari lagi jejaknya sampai ketemu di kerajaan Anshin dan kerajaan Kofuku hingga tak ada tempat yang terlupakan, " perintah si pangeran tadi.
"Baik pangeran Raiden, saya pamit undur diri, " ucap orang yang tunduk hormat itu lalu menghilang di depan semburat cahaya bulan purnama indah.
"Aku akan menemukan mu bagaimana pun caranya, " ucap si pangeran yang tak lain adalah pangeran Raiden lalu pergi tidur di ranjangnya karena hari sudah semakin malam saja.
"Kau meninggalkan ku selama satu tahun lebih dan tak pernah mengabari ku walau itu hanya berisi pernyataan kau masih hidup atau tidak. Jika aku sudah menemukan mu aku pasti akan meminta jawaban langsung dari diri mu dan tak akan ku biarkan kau pergi lagi dari sisi ku, " gumam pangeran Raiden sebelum akhirnya terlelap tidur di bawah langit malam bulan purnama.
Oke karena di beberapa episode ini Shiro nggak nongol author bikinin cerita singkat tentang kelakuannya ketika di tinggal pas lagi sayang sayang e ya ( asoyyy ) nggak maksud author di tinggal pas lagi main ke luar hutan😅🤭
Keadaan Shiro sekarang sedang guling sana guling sini di ranjang empuk Manami.
Keadaan Shiro sekarang sedang nonton tv sambil makan camilan.
Setelah itu tidur di mana mana, berantakin rumah, berenang di kolam, males malesan, nge game, dst bikin Midori Naomi dan Kiyomi geleng geleng kepala.
"Woi Shiro kami inu bersihin vila bukan untuk kamu kotori lagi. Bersihin sono ni sisa sisa makanan ringan yang lu makan, " perintah Naomi.
"Ga mau ah mager, ngantuk pengen tidur. Mending kalian aja sana yang bersihin kalian kan juga biasanya nyapu, ngepel ama lain lainnya yang bikin rumah bersih, lalu kenapa hari ini malah nyuruh aku, jelas ga mau lah aku, " ucap Shiro acuh sambil tidur di sofa.
"Kan lu yang berantakin kenapa kita yang harus bersihin, Shiro nanti kalau Queen dateng rumahnya kek gini pasti marah besar, bersihin nggak?!, " teriak Naomi kesal.
"Nggak lu aja sono, " jawab Shiro acuh.
"Njerr bersihin nggak bersihin nggak hah?!, " teriak marah Naomi sambil memukuli Shiro dengan gagang sapu membuat Shiro laget lalu melayang dan menabrak langit langit vila karena terlalu tinggi melayangnya wkwkwkwk.
Gubrakkkkkk
"Aduh iyong, woi hati hati dong nanti kalau aku mati gimana?, pada mau tanggung jawab nggak lu pada?, " ucap Shiro ga terima.
"Bersihin nggak?, kalau enggak ku laporin Queen loh, " ancam Kiyomi.
"Njerrr iya deh iya, bisanya cuma ngancem lu pada, " pasrah Shiro karena takut kena marah tuannya.
"Kalau nggak di ancam ga nurut ya jadinya gitu deh, " ucap Kiyomi sembari menjulurkan lidahnya.
"Njerrr, " dengus Shiro kesal.
"Punya temen se rumah nggak ada yang bener semua. Kalo dah menikah dan punya anak nanti kira kira sifat anaknya jadi gimana ya, " batin Midori yang sedari tadi di abaikan.
Cerita kecil Shiro selesai jeng jeng jeng jeng jeng😆