
"Hmmm, kenapa kau harus bertanya, tentu saja aku kasini karena membawakan baju ganti untuk mu, " ucap pangeran Raiden mempererat pelukannya.
"Et dah buset, peria sialan ini kenapa bisa mesumbl banget sih, " batin Manami bergidik ngeri.
"Bu.. bukan kah aku menyuruh Yuki bukan diri mu, lagian aku ini perempuan kenapa kau bisa langsung masuk ke dalam pemandian sih, kau hargai sedikit dong status ku sebagai wanita yang masih suci, " ucap Manami menahan emosi.
"Hmmmm, aku adalah calon suami mu, cepat atau lambat aku juga akan melihat mu telanjang, " ucap pangeran Raiden meniup telinga Manami.
"Waaaa, dasar peria mesum sialan, bisakah kau pergi dari hadapan ku, kau sungguh ingin membuat ku menagis karena sifat mu yang bikin merinding itu, " ucap Manami berusaha melepaskan pelukan pangeran Raiden dan lalu menyelam ke dalam bak mandi yangvl cukup dalam itu.
"Yuki sialan, akan ku beri kau hukuman nanti, " batin Manami yang sedang naik ke permukaan air, tapi yang menyambutnya adalah sebuah ciuman manis dari bibir pangeran Raiden.
"Sialan apa yang kau lakukan dasar peria brengse*,huhuhu aku singguh ingin di buat nangis darah karena sikap mu, ku mohon tolong lepaskan aku, aku sama sekali tidak bisa melepaskan diri darinya. Sebenarnya ada di tingkat berapa dia?, dan kenapa aku tadi berteriak tapi tidak ada yang datang?, apa jangan jangan dia memasang arai kedap suara?, aduh gawat banget nih, Yuki kau akan medapatkan hukuman yang sangat berat dari ku nanti, " batin Manami kesal.
"Eh tapi kok bibirnya terasa manis ya, bau tubuhnya yang sangat dekat dengan ku juga membuat hati ku tenang Aku serasa mengantuk gara gara itu, hei berjuanglah Manami kau pasti bisa mrngalahkan rasa kantuk mu, tapi sepertinya aku banyak tidur akhir akhir ini, bagaimana aku bisa mengantuk, " ucap Manami yang mulai menutup matanya karena kantuk yang tak dapat di tahan.
Merasa bahwa Manami sedang tertidur, pangeran Raiden lantas menyudahi ciuman nya dan menahan Manami agar tidak jatuh ke dalam air dan tenggelam.
Pangeran Raiden menggendong Manami ke luar bak mandi ala bridal style lalu mengeringkan pakaiannya menggunakan kekuatannya dan lalu mengeringkan tubuh Manami juga.
Saat pangeran Raiden dengan susah payah menahan nafsunya terhadap Manami yang kini telanjang di gendongan nya, Manami malah mencari kenyamanan dengan memeluk pangeran Raiden dan menggosokkan kepalanya ke dada bidang milik pangeran Raiden.
"Apa yang di lakukan oleh wanita ini, aku sudah berusaha untuk menekan nafsuku padanya tapi dia malah semakin membuat ku ingin memakanya. Huh, sepertinya keputusan ku untuk datang ke sini memang tidak benar, " ucap pangeran Raiden menahan nafusnya yang pipinya sudah memerah merona dari tadi bahkan telinganya pun sudah ikut memerah seperti bayi yang baru lahir.
Pangeran Raiden dengan hati hati dan rapi memakaikan pakaian milik Manami yang baru ia bawa tadi lalu pergi ke luar kamar mandi dengan menggendong Manami.
Saat sia sedang berjalan, ia tanpa sengaja berpapasan dengan Yuki yang tengah membawa nampan berisi makanan di atasnya untuk Manami dan dirinya.
"Salam yang mulia pangeran, apakah nona sudah selesai mandi?, saya membawakan makanan untuk nona dan anda. Eh, kenapa nona bisa tertidue di gendongan anda pangeran?, " ucap Yuki penuh hormat.
"Bangkitlah, jangan banyak bertanya dan katakan saja kepada kaisar Dai bahwa mulai sekarang putri Manami akan tinggal di kediaman ku. Jika dia ragu maka katakan bahwa putri Manami telah menyetujuinya, " ucap pangeran Raiden lalu hilang dari pandangan Yuki.
"Hah?, what?, apa?, nani?, aduh ya tuhan. Aku dengan susah payah membuatkan mereka makanan dan sekarang mereka malah meninggalkan ku begitu saja, huh menyebalkan," ucap Yuki tak percaya.
"Eh tapi ngomong ngomong, kok Rin bisa tidur sih saat keluar dari dalam kamar mandi?, apa dia di bius sama pangeran Raiden?, ataukah pangeran Raiden melakukan hubungan ehem ehem dengan Rin tadi hingga Rin tak sadarkan diri?, hmmm apakah benar begitu, mungkin dia hanya ketiduram sehabis mandi, dia kan suka ngebo, " gumam Yuki yanh sekarang terlihat seperti orang gila karena ngomong sendiri.
"Huh lebih baik aku segera memberitahukan apa yang di katakan oleh pangeran Raiden tadi kepada yang mulia kaisar lalu pergi menyususl mereka. Entah apa kau tak tau, hukuman yang akan ku terima nanti dari Rin, " ucap Yuki lalu berjalan menuju ruang kerja kaisar di mana kaisar Dai sedang berada.
Yuki pun memberitahukan apa yang ingin ia sampaikan lalu pergi ke kediaman pangeran Raiden menggunakan teleportasi. Sedangkan kaisar Dai hanya bisa pasrah ketika mendengar kabar itu karena dia tau bahwa jalan yang di ambil putrinya itu adalah jalan yang terbaik.
Pangeran membawa Manami yang masih setia memelukanya ke kamarnya dan menidurkanya di sana. Namun karena Manami tak mau melepaskan pelukannya dari dirinya, akhirnya mereka berdua pun tidur dalam satu ranjang. Lagi pula saat itu juga sudah malam, jadi sekalian saja pangeran Raiden tidur di dekat Manami.
Pangeran Raiden menggunakan satu tanganya untuk bantal Manamo dan yang satu menarik Manami dalam dekapannya. Kini Manami tidur di dada bidang pangeran Raiden sedangkan pangeran Raiden tidur dengan mendekap Manami.
"Tidurlah yang nyenyak gadis manis. Aku tak tau bagaimana caranya kau merebut hati ku. Tapi kau adalah satu satunya gadis yang akan selalu ada di dalam hati ku. Aku pasti akan bisa menaklukkan mu, " ucap pangeran Raiden mengecup kening Manami lalu ikut tertidur lelap.
Di luar kamar pangeran Raiden tapi masih di kediamannya.
"Gilak, pada memadu kasih ti dua insan gue malah di tinggal kayak orang hilang gini, huh sebaiknya aku tanya ke salah satu penjaga aja kalik ya, " ucap Yuki yang baru sampai di kediaman pangeran Raiden.
Yuki mendekati salah satu pengawal yang sedang berjaga lalu bertanya.
"Anu permisi, saya pelayan peribadi dari putri Manami nama saya Yuki, boleh saya tanya di mana tempat tidur para pelayan. Saya dari tadi tidak melihat pangeran Raiden dan putri Manami jadi saya tanya kepada kalian, " ucap Yuki kaku.
"Adoh, kebiasaan pakek bahasa gaul jadi kaku banget bicara kayak gini, " batin Yuki.
"Oh kamu pelayan nona Manami ya, saya tadi melihatnya di gendong masuk ke kamar oleh pangeran. Kalau begitu biar saya antar kan anda ke sana, " ucap pengawal itu ramah.
"Terimakasih atas bantuannya, kau adalah orang yang sangat ramah, " ucap Yuki memuji.
"Terimakasih atas pujiannya, kalau begitu mari kita pergi, " ajak pengawal itu yang hanya di balas anggukan oleh Yuki.
Setelah sampai di kediaman para pelayan.
"Nah kita sudah sampai, kalau begitu aku mau lanjut berjaga lagi. Jaga diri mu baik baik ya, " ucap si penjaga meninggal kan Yuki di depan kamarnya.
"Iya kamu juga hati hati ya berjaganya, awas masuk angin loh, oh iya sekali lagi terimakasih telah mengantarku ke sini bye bye, " ucap Yuki tersenyum.
"Bye bye?, " bingung pengawal itu.
"Ah maksudku sampai berjumpa lagi, " ucap Yuki membenarkan.
"Oh, sampai jumpa lagi juga, " ucap pengawal itu lalu pergi.
"Aduh keceplosan aku, untung nggak curiga sama tuh bahasa gaul, " gumam Yuki lalu masuk ke kamar nya dan pergi tidur.