Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 93



"Hah, udara segar dengan pemandangan indah memang lah yang terbaik, " ucap Manami menikmati semilir angin yang membawa terbang kelopak kelopak bunga sakura sementara Yuki dan Fuki kesana kemari mengejar kelopak kelopak bunga yang beterbangan sedangkan Ryu dan Tora dalam keadaan seperti Manami.


Jika kalian tanya apa yang di lakukan oleh Aka dan Wolf maka jawabannya adalah ngorok jadi kebo.


"Njerr tu Yuki sama Fuki mah kek anak kecil sedangkan Aka dan Wolf baru sampai aja dah ngebo ga bangun bangun. Untung Ryu dan Tora masih normal, " gumam Manami.


Beberapa jam kemudian Matahari sudah naik ke atas bertanda siang hari telah datang.


"Woi pada bangun dulu yuk, cari makan dulu baru lanjut tidur. Kalo nggak bangun ku siram pakek air danau loh, " ancam Manami sambil menyiprat kan sedikit air ke wajah Aka dan Wolf dan seketika mereka pun bangun dari tidur nya.


"Wah hujan, banjir, tsunami. Jangan jangan kek cerita delisa itu ya?, wa ga mau. Aku ga mau kaki ku cutong wa taskete!, " ucap mereka berdua sambil lari sana sini ga tentu arah dah kek orang ga waras aja.


"Hei kalian kalau lari lari liat jalan awas nanti jatuh loh, " nasihat Manami tapi baru saja Manami tutup mulut....


Gubrakkkkkkk


Mereka berdua menabrak sebuah pohon sakura yang cukup besar hungga membuat mereka jatuh ke rerumputan secara bersamaan.


"Aduh duh duh duh duh duh sakit njerrr, siapa sih yang ninggalin pohon sembarangan kek gini?, kan bahaya kalau sembarangan letak in bisa bikin orang nabrak!, " oceh Wolf.


"Tauk nih, ga berperikemanusiaan yang ninggalin di sini, kan kasihan kalau di tinggal pas pagi sayang sayang e, " oceh Aka tak kalah nyeleneh.


"Hoi kaliam orang orang sengklek, bangun yuk cari makan dulu lalu lanjut tidur. Aku jadi ikutan ngantuk gara gara nungguin kalian tidur mulu, " seru Manami.


"Njerrrr mak lampir ga bisa sabar, bentar ngapa nih baru mau bangun, " ucap Aka dan Wolf berdiri dari jatuh mereka.


"Jangan panggil aku nenek lampir aku masih muda belum nikah belum punya anak bukan janda muda. Jika kalian mengulanginya maka aku tak akan segan segan untuk membunuh kalian berdua, " ancam Manami.


"Jika kau membunuh kami maka kau juga akan mati karena kita telah menjalin kontrak, apakah kau mau mati tuan?," tanya Wolf.


"Jika begitu aku akan menyiksa kalian layaknya di neraka jahanam tetapi kalian tak punya pilihan untuk mati karena aku akan mencegahnya, " ancam Manami lagi dengan seringai devil nya.


"Ja... Jangan dong tuan, kami janji ga ngeyel ga akan mengulanginya lagi. Mending kami mati saja dari pada kena siksa anda, " ucap Aka dan Wolf takut saat mendengar ancaman terakhir Manami.


"Kalau begitu cepat jalan kita cari makan dulu, apa kalian tidak melihat kalau yang lainnya sudah menunggu kalian berdua hah?, " tanya Manami sambil berkacak pinggang.


Aka dan Wolf menengok ke sana kemari melihat bahwa teman teman mereka berdua sudah siap pergi lalu tersenyum renyah hingga menampilkan deretan gigi pitih nan rapi mereka.


"Sory ga sengaja, kalau begitu ayo kita pergi, " ucap Aka.


"Lets go, " tambah Wolf.


"Tu dua anak curut susah banget sih di atur. Untung temen bukan musuh, kalau musuh dah ku cincang habis mereka dan ku jadikan bahan membuat bakso, " ucap Manami kesal.


"Mereka kan hewan tapi bisa berubah wujud menjadi manusia, jadi secara teknis aku makan binatang bukan manusia, " ucap Manami santai.


"Tapi sepertinya daging mereka haram karena terlalu ga waras, ku sarankan agar nona tak pernah makan mereka, " ucap Yuki tegas tapi terkesan ga waras.


"Benar juga, mending makan ayam bakar aja terus nanti peeutnya di isi sama bakso dan sambel kelihatan nya enak, jadi tambah laper aku, " ucap Manami ngiler karena membayangkan bentuk makanan yang ia sebutkan tadi.


" Kau benar nona aku juga jadi ingin makan itu, kalau begitu kapan kapan saat kita sudah kembali bikin semdiri ama yang lain aja yuk, " ajak Yuki dengan mata yang berbinar senang.


"Hayuk pasti enak banget nanti, " ucap Manami setuju.


"Hoi kalian para emak emak yang lagi ngerumpi mau buat ayam bakar, bicaranya nanti aja kita mau makan di mana nih dari tadi jalan mulu tapi nggak yampe yampe cuma muter muter doang, " ucap Wolf.


"Oh maaf, kesenengan sendiri kalau bahas soal makanan. Kalau begitu kita ke sana aja yuk, " ajak Manami sambil menunjuk sebuah restauran.


"Ya udah ayok jangan pakek lama dah laper banget nih ni perut jadi pengen pingsan di jalan aja, " ucap Wolf memimpin jalan.


"Njerr ngeselin banget nih anak atu, siapa sih orang tua nya kok tahan gitu loh punya anak kek gini, boleh minta izin buat bunuh ga sih, terlalu gemez aku, " gumam Manami merasa kesal akan sikap Wolf.


"Yang sabar Rin, memang beginilah jika menjadi seorang ibu. Suatu saat nanti kau juga akan seperti itu, hahahahaha untung belum punya pasangan jadi masih bebas, " ucap Yuki menyemangati.


"Ya elah, emang lu di masa depan nanti ga bakalan nikah apa pakek bilang kek gitu segala?, " sinis Manami.


"Hooo jangam salah, kalau aku mah ga masalah jadi janda seumur hidup aku juga ga tertarik punya pacar apa lagi suami, mending kau urus urusan mu ama calon suami mu itu aja dulu yang ribet ruwet banget, " ucap Yuki tak kalah sinis.


"Njerrr bileh nggak tu mulut ku ambil biar kagak bisa ngomong lagi?, pedes banget omongan lu Yuk, " kesal Manami.


"Jangan ga boleh gitu, nanti siapa yang bakalan ngomel ngomel di rumah kalau Yuki kagak punya mulut. Lagi pula nih ye Yuki ga eh maksud ku bekum makan cabe 10 ton kok dah maen pedes pedes aja?, pasti kagak bener lu lidah lu, " ucap Yuki kagak jelas.


"Woi kalian para emak emak yang lagi gibah pada mau makan nggak sih?, " teriak Aka dari tempat pemesanan makanan.


"Hai hai, saya Yuki yang cetar membahana segera datang, " ucap Yuki riang sambil berlari ke arah Aka dan kawan kawan.


" Ya Tuhan ku ya Tuhan kami, salah apa kah hamba sampai bisa bisanya punya keluarga kok ya ga ada yang bener kek gini, " gumam Manami.


Author : Nasib jadi mc wanita di cerita killer ya gini wkwkwkwk πŸ˜‚.


Manami : Ini kan gara gara lu thor thornado, nyebelin banget sih lu 😑😀.


Author : Woi selow mbak nanti cepet tua loh πŸ˜†πŸ˜‚.


Manami : Njirrrrr πŸ˜‘