Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 81



"Buahahahaha, kuwalahan kan lu jawab pertanyaan ibunda. Makanya belajar yang bener supaya nggak kuwalahan nantinya kalau di tanya tanya ama adik ipar, " ejek pangeran Kazuki.


"E eleh jangan cuma ngejek orang lu kalau jadi pangeran kodok. Emang kalo lu yang di tanya kek gitu bisa jawab apa, " ucap Manami merasa tersinggung.


"Halah ngerendahin orang lu, tentu saja kalau aku yang di tanya bakalan nggak bisa jawab wkwkwkwk😂," kata pangeran kodok.


"Nah itu bilang nggak bisa terus kenapa harus ngejek ngejek orang segala?, ngaca dulu dong sebelum ngece, " ucap sinis Manami.


"Iya tuh, diri sendiri kek gitu masih mau jelek jelek in orang lain. Salah apa sih aku dulu sampai punya kakak kek gini, " ucap putri Akane merasa kecewa sekaligus bingung.


"Lah Akane kenapa kau malah mendukung Manami dan bukan aku sih?, " kesal pangeran Kazuki.


"Ya kan aku perempuan kak jadi aku harus mendukung kak Manami. Lagi pula yang di katakan kak Manami benar kok adanya, " ucap putri Akane dengan watadosnya.


"Hah, aku kalah aku menyerah. Memang perempuan itu sangat sulit di hadapi. Pantas saja ayah sangat menurut pada ibunda, ternyata perempuan memang menyeramkan, " ucap pasrah pangeran Kazuki.


"Tunggu tunggu tunggu, apa saat aku menikah nanti aku akan menjadi budak istri seperti ayah?, semoga tidak semoga tidak aku tidak mau itu terjadi, " ucap gak jelas pangeran Kazuki.


"Sudah sudah berhenti main main. Jadi nak kapan kalian akan kembali ke kerajaan Anshin dan apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?, apakah kalian ingin menikah dalam waktu dekat atau mau menjenguk kami lagi dalam waktu dekat?,"tanya selir Fukiko.


"Oh ya soal itu. Kita kan sudah menetapkan pernikahan beberapa tiga tahun kemudian setelah pangeran putra mahkota menikah dengan putri Mika. Ngomong ngomong aku mau bilang kalau aku mau pergi ke suatu tempat untuk waktu yang sedikit lama apakah boleh?, ya nggak boleh juga nggak papa sih,toh aku tinggal pergi lalu kembali, " ucap Manami santai.


Memang benar pernikahan nya akan di lakukan tiga tahun lagi tepat tiga minggu setelah pangeran Daiki dan putri Mika menikah.


Lagi pula sekarang ini dia termasuk masih anak kecila yang belum dewasa jadi wajar kalau pernikahan nya di lakukan dengan jarak waktu yang lama agar tidak membuat si calon pengantin wanita frustrasi karena harus menikah pada usia muda.


Back to story......


"Apa?!, nak kau ingin pergi ke mana?!, apakah orang orang yang ada di istana kerajaan Anshin tau?, apakah kau akan pergi bersama pangeran Raiden?, " tanya kaisar Dai, permaisuri Ayumi dan selir Fukiko.


"Wis kompak bener jadi orang tua, " celoteh pangeran Kazuki dan putri Akane.


"Hadeh dasar orang tua sayang anak, " gumam Manami.


"Aku harus pergi ke suatu tempat ayah ibu. Ayah mertua dan ibu mertua belum tau akan hal ini tetapi aku berniat untuk memberitau mereka setelah pulang dari sini nanti. Aku tidak akan pergi bersamanya aku hanya akan pergi bersama Yuki dan Shiro dan aku akan pergi dalam jarak waktu tiga hari dari sekarang, " ucap Manami menjelaskan.


"Kenapa?, aku hanya akan pergi untuk beberapa waktu lalu kembali lagi. Aku harus melakukan sesuatu yang menjadi tanggung jawab ku jadi aku akan pergi. Aku tidak peduli dengan pendapat kalian tapi aku tetap akan pergi," ucap Manami tegas.


"Terserah kalian mau menerima keputusan egois ku ini dengan lapang dada atau malah membenci ku. Lagi pula dari awal aku sudah merasa bahwa kebaikan yang kalian berikan pada ku tak pantas untuk ku yang egois dan serakah akan kasih sayang ini terima, " ucap Manami sambil mengecup ayahnya kemudian ibunya, kakaknya lalu di susul pada adiknya dan terakhir pada calon suaminya.


"Yuki, Shiro, ayo kita pulang. Raiden kau boleh di sini lebih lama atau mau ikut aku balik terserah kau saja karena itu adalah keputusan mu, " ucap Manami lalu pergi menghilang dari kerajaan Kofuku ke istana kerajaan Anshin di ikuti oleh Yuki dan Shiro.


"Sebenarnya apa yang anak itu ingin lakukan. Dia selalu membuat orang lain khawatir dengan menyembunyikan semua masalahnya sendirian tanpa mengatakannya kepada siapa pun," kesal kaisar Dai.


"Di mana tempat dia akan pergi?, apakah kau mengetahuinya nak Raiden?," tanya permaisuri Ayumi.


"Maaf kan anak mu ini yang tidak bisa membuat dia merasa aman dan membuatnya memberontak ayah ibu. Aku tidak tau di mana dia akan pergi. Dia hanya bilang ingin pergi ke rumah yang sebelumnya ia bangun dan ingin menanggung sebuah tanggung jawab besar yang sudah seharusnya ia laksanakan, " ucap pangeran Raiden menyesal.


"Tidak tidak tidak, itu bukan salah mu nak itu karena dia memiliki sifat yang keras dan jika sudah memutuskan sesuatu akan sangat sulit untuk membujuknya kembali, " ucap selir Fukiko menenangkan.


"Kita hanya bisa berharap bahwa di saat saat terakhir dia akan mengubah keputusannya. Dan jika dia masih nekat untuk pergi maka aku hanya bisa berdoa agar dia baik baik saja terhindar dari masalah dan juga akan segera kembali, " ucap pasrah kaisar Dai.


"Ah ini sudah sore sebaiknya kau kembali ke rumah mu nak Raiden agar ibu dan ayah mu tak menghawatirkan diri mu, " ucap lembut permaisuri Ayame.


"Kalau itu mau ibu aku akan pulang. Permisi ayah ibu kak Kazuki dek Akane. Sampai jumpa lagi, " ucap pangeran Raiden lalu pergi menghilang ke kerajaan Anshin.


Sementara itu di sisi lain👀.


"Rin apa kau yakin dengan yang kau katakan tadi?, kau tidak perlu kembali ke markas untuk mengemban tugas mu biar aku saja yang mengurus semuanya. Jika kau kesana maka semua orang akan melarang mu apa lagi nanti kau akan jauh dari bebeb mu, " ucap Yuki meyakinkan dirinya sendiri.


"Aku yakin, aku tidak mau terus menerus membiarkan diri mu mengemban tugas yang seharusnya aku yang urus. Lagi pula dia masih tidak tau akan perasaan ku padanya jadi tak apa. Kau bisa mulai menyiapkan keberangkatan kita sekarang, " ucap Manami.


" Emangnya apa yang mau di siapkan hah?, kita mau pergi ya tinggal pergi kan kita juga nggak bawa apa apa waktu kemari kau ini bagaimana sih jadi orang, " ucap Yuki tepok jidat.


"Hehehehe maaf maaf lupa, maklum lupa lupa yang ku rasakan jadi nggak ingat, " ucap Manami cengengesan.


"Lupa lupa yang ju rasakan emang lu nyanyi?, kok ya jadi orang otaknya sengklek banget, " ucap Yuki tanpa sadar kembali bar bar.


"Wah bernai ngatain orang ya?, mau kena hukuman?, " ucap Manami tersenyum devil.