Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 67



"Kau memiliki keberuntungan yang amat bagus karena aku bersedia mengambil nyawa kecil mu itu. Di kehidupan selanjutnya jangan lupa untuk tidak mencari gara gara dengan orang sembarangan. Selamat tinggal, " ucap Manami sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.


Seketika muncul ribuan tombak merah yang kemudian beberapa dari mereka langsung menyarang di tubuh kaisar Hong kecuali kepala.


"Jangan pernah coba coba untuk mencari masalah dengan ku, " ucap Manami dingin sambil memandangi mayat kaisar Hong.


"Kalian semua bakar kerajaan ini sampai rata dengan tanah dan sebarkan berita bahwa kita lah orang yang telah menghancurkan kerajaan kecil ini tapi tidak boleh memberitahu identitas asli kalian. Kalian bebas memilih mana samaran untuk diri sendiri, kalian juga tolong cari kan nama samaran untuk diri ku. Aku akan menerima apa nama samaran nya nanti nggak akan protes, males bikin nama aku. Aku akan pergi mandi lalu kembali ke istana setelah ini, kalian jaga markas masing masing," perintah Manami.


"Yes, My Lord, " ucap anggota nightmare mafia.


"Oh iya, jangan lupa besok besok kalau ada misi pakai topeng ini agar bisa menyembunyikan identitas kalian, " ucap Manami sambil mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang yang kemudian ia serahkan ke Juro.


"Ambil satu orang satu. Bagi para ketua ambil yang berwarna coklat tua dan yang lain ambil yang warna emas. Punya ku berwarna hitam dan ini ( menyerahkan topeng ke Yuki ) untuk Yuki berwarna perak, warna dari topeng kalian akan menandakan tingkat jabatan kalian jadi kalian bisa lebih mudah untuk membedakan orang orang yang ada di sekitar mereka, " jelas Manami.


"Tuan lalu punya kami mana?," tanya Aka dengan tatapan memelas.


"Hah, manjua bnget sih, nih punya kalian berlima, " ucap Manami sambil memberikan lima topeng berwarna warni.


"Wawww, warnanya beda beda nih, aku mau yang warna merah ah, " ucap Aka.


"Aku yang putih aja, " ucap Fuki sambil mengambil topengnya dari tangan Manami.


"Aku yang warna biru, " ucap Ryu.


"Hmmmm aku yang warna ungu aja lah, " ucap Wolf.


"Aku kebagian yang warna hijau nih, " ucap Tora.


Terimakasih Queen, " ucap semua serempak.


"Hmmm, kalau begitu aku pergi dulu, " ucap Manami lalu menghilang bersama Yuki, Shiro, Aka, Tora, Ryu, Wolf dan Fuki ke vila untuk mandi lalu setelah itu kembali ke istana kerajaan Anshin.


Skip aja ya setelah selesai mandi dan setelah sampai di istana kerajaan Anshin.


Yuki dan Shiro berpisah dengan Manami karena Shiro ingin mencoba tidur bersama Yuki. Sedangkan Manami pergi ke kamarnya untuk berencana tidur karena sekarang ini sudah jam dua malam, nanti takut ngantuk gara gara kurang tidur lalu jadi pusing dia.


"Huh, kelar juga ni masalah. Bobok cantik dulu dah, ngantuk bingits aku, " ucap Manami sambil berjalan menuju kamarnya yang ada di samping kamar pangeran Raiden.


Manami membuka pintunya pelan agar tidak menggangu tetangga alias pangeran Raiden.Manami berjalan dengan santai namun tak bersuara menuju tanjangnya. Saat tengah melihat ke arah ranjang dengan teliti, Manami sangat kaget karena mendapati bahwa pangeran Raiden tidur di pinggir ranjang sambil duduk dan bersandar di salah satu tiang penyangga atap ranjang.


"Astaga, apa dia menunggu ku terus hingga tertidur di sini?, sepertinya dia sangat kelelahan karena seharian mencemaskan ku mulu, kacian amay sih. Bangunin nggak nih? bangunin nggak?, kalau nggak di bangunin kasihan dong tidur nya sambil duduk. Tapi kalau di bangunin nggak tega juga takut ganggu bobok ganteng nya, " gumam Manami sambil berfikir.


"Aaaahhh, bangunin aja ah, kasian amat kalau di suruh tidur kek gini sampai pagi. Nanti encok juga tu pinggang, " putus Manami.


"Woi bangun woi!, dah malem banget nih pergi sana tidur di kamar sendiri jangan di kamar orang!, woi nggak punya telinga ya lo bangun dong, " ucap Manami masih biasa biasa aja.


" Nggak bangun bangun nih anak bikin gemez pengen nyekek aja sih. Woi pangeran mesum bangun dong. Woi saur saur keburu imsyak. Woi saur!, sholat tahajud dulu sana dah malem nih!," ucap Manami yang sudah sedikit kesal sambil berjongkok di depan pangeran Raiden tidur.


"Gilak nih orang tidur apa mati sih kok nggak bangun bangun, gue siram air baru *** rasa lo nanti, " gumam Manami.


"Woi pangeran kedua kerajaan Anshin, pangeran Raiden, pangeran kodok, pangeran mesum, bangun dulu dong. Pindah sana tidurnya, jangan tidur sambil duduk nanti encok pinggang lu, " ucap Manami sambil menjitak kepala pangeran Raiden membuat sang empu keluar dari mimpi indahnya.


"Aduh sakit, siapa sih yang ganggu orang lagi tidur, tau nggak sih ini sudah larut malam, hoammm ngantuk, " ucap pangeran Raiden sambil menguap.


"Udah tau larut malam, udah tau ngantuk dan butuh tidur kenapa kau malah ada di kamar ku hah, " ucap Manami yang masih dalam keadaan jongkok di depan pangeran Raiden.


"Hah, sayang kau sudah kembali?, apa kau tau seberapa khawatir nya aku ketika kau pergi mengurus para mata mata itu?, aku sampai sampai tertidur di kamar mu karena terlalu lelah saat menunggu mu kembali, " ucap pangeran Raiden sambil membawa Manami ke pangkuannya plus membawa Manami ke pelukannya.


"Hah, oke oke aku tau kalau aku membuat mu khawatir aku mengaku salah jadi aku minta maaf. Tapi kan kekuatan ku ada di tingkat yang sama dengan mu di tambah aku juga pergi dengan Yuki jadi aku tidak akan kenapa napa, " ucap Manami pasrah.


"Tapi tetap saja aku khawatir. Mulai sekarang masalah mu adalah masalah ku juga, jika kau ingin melakukan hal berbahaya seperti tadi kau juga harus mengajak ku dan tidak hanya pergi dengan Yuki, " ucap pangeran Raiden.


"Iya iya aku nurut aj deh, udah ah lepasin. Aku tadi juga hanya sedikit bersenang senang sambil nonton film danur kok. Tapi jika kau bilang kek gitu berarti masalah mu juga adalah masalah ku jadi sangan pernah menyembunyikan apa pun dari diri ku, " ucap Manami sedikit sebel karena di peluk erat oleh calon suami nya.


"Tapi-, "


"Nggak ada tapi tapian. Sekarang kembali lah ke kamar mu dan tidur. Aku juga ingin tidur dah ngantuk berat aku, " ucap Manami turun dari pangkuan pangeran Raiden.


"Tidak aku masih ingin bersama mu, aku tak ingin jauh dari mu, " ucap pangeran Raiden.


"Ini orang kok benaran ngezelin yak pengen nyekik ampe mati aku, " batin Manami.


"Woi mikir dong, kamar lu kan cuma ada di sebelah kamar gue. Kita nggak akan kepisah jauh kan. Kau ini kalau nggak mau balik ke kamar emang mau tidur ambil duduk di situ terus?, ntar pinggang lo encok badan lo sakit. Terlebih lagi nih malam dingin amat kalau lu sakit giman?, gue nggak mau itu terjadi, " ucap Manami sedikit membentak pangeran Raiden.