
Setelah mengatakan unek uneknya kepada pangeran Raiden ia ingin bergegas pergi ke tempat pangeran Raiden dan Manami berada untuk melihat adegan romantis secara live.
Tetapi ia tak bisa karena tugasnya sebagai pelayan yang menumpuk membuatnya terjebak dalam keputus asaan dan ketakutan yang nyata.
"Padahal gw udah rela kena hukuman nona hanya demi liat adegan romantis live yang panas tapi malah tugas numpuk ,sial bat gw cuma bisa nunggu hukuman doang nih hiks (β₯οΉβ₯)," tangis Yuki.
"Aku tidak tau apa yang membuat mu menangis tapi pasti ada hikmah di balik apa yang kau alami, " hibur pelayan lain yang ada di dekat Yuki.
"Makasih, " ucap Yuki di balas senyuman oleh pelayan itu.
.. .
Tengah Malam di istana
"Apa kau sudah siap?, " tanya Manami kepada pangeran Raiden.
"Tentu saja, tapi apa kau harus menggunakan pakaian seperti itu saat pergi?, " tanya Pangeran Raiden keberatan dengan baju yang di gunakan Manami.
Emmmmm baju itu bisa di bilang ketat dan terbuka karena menampakkan lekuk tubuh Manami dan juga bagian kaki sampai pada dan area sekitar gunung kembar tidak tertutup oleh kain apa pun.
Oh jangan lupa baju yang di pakai Manami itu serba hitam. Ia juga mengucir kuda rambutnya secara asal walau itu tampak indah.
T/N : Kalo di dunia nyata pasti di ejek kek gw :v
"Hmmm?, memang kenapa?, apa ada yang salah dengan pakaian yang ku pakai?, " bingung Manami tanpa rasa bersalah.
"Sangat bermasalah hingga tidak ingin ku biarkan pergi, " sahut pangeran Raiden sembari mengambil jubahnya dan mengenakannya pada tubuh Manami.
"Hump jika kau tidak membiarkan ku pergi maka aku akan melarikan diri dari sini, " kesal Manami.
"Menurutmu aku akan membiarkan kau pergi sesuka hati?, " goda pangeran Raiden.
"Tentu saja tidak, sudah lah kalau begini terus kita tidak akan pernah sampai ke markas π, "malas Manami sembari memegang tangan pangeran Raiden lalu berpindah dari istana ke depan gerbang markas Nightmare.
Di depan gerbang nampak dua penjaga yang menyambut mereka berdua dengan hormat karena tau indentitas mereka.
Manami dan Pangeran Raiden pun masuk ke dalam markas di sambut dengan salam hormat dari beberapa anggota yang lewat di sekitar.
Seketika kabar bahwa Queen kembali ke markas bersama dengan King pun tersebar hingga masuk ke telinga Aka, Wolf, Fuki, Tora, Ryu dan Shiro.
Mereka pun dengan terburu buru meninggalkan pekerjaan mereka dan pergi ke tempat Manami untuk melepas rindu karena mereka sudah lama tidak nampak di cerita.
T/N : authornya sih ga ada ide cerita :v.
"Jadi ini markas organisasi yang sangat terkenal itu, pantas saja kau betah di sini, " goda pangeran Raiden lagi sembari melihat bangunan bangunan dan pemandangan indah yang berdiri kokoh di mana mana.
"Hahahahaha tentu saja, " bangga Manami tanpa rasa bersalah.
"Jadi kemana kita akan pergi?, " tanya pangeran Raiden.
Author : Melewati jembatan gantung, lalu gunung biru menuju hutan pisang π
Aka : Lu kira ini nopel tentang Dora apa dasar thornado sialan π€
Author : Eh lha kok ngegas? β(Β΄Π΄ο½)β
Wolf : Lu minta di jotos sih thor (Β¬_Β¬)
Fuki : Thor pakabar nih lama ga jumpa π
Author : Kabar biasa biasa aja :v
Aka : Thor thor thor
Author : apaan ?
Aka : cuma manggil, habis gabut :v
Author : Lu minta di jites ya -_-#
Wolf : Selop thor selop π
Fuki : Selow goflok π
Wolf : Mangap typo πΆ
Aka : Maaf goflok π
Wolf : Oh iye ke?, mangap lah palingan lagi ngebug π
Fuki : Ni anak satu minta di jotos emang -_-||
Tora : .........
Lanjut cerita ae lah.
"Jadi kemana kita akan pergi?, " tanya pangeran Raiden.
"Tentu saja ke tempat perkumpulan misi kali ini untuk menijau rencana, " ujar Manami.
Saat mereja sedang berjalan tiba tina sekelompok laki laki tampan dan seekor rubah berlari ke arah Manami seperti anak kecil lalu berhamburan untuk meneluknya.
" Hahahahahahaha, akhirnya kau datang berkunjung lagi kalau tidak kami akan mati bosan dengan tumpukan tugas di meja kerja itu, " ujar Fuki.
"Aku datang kalian juga harus tetep kerja juga kalik π," ujar Manami.
"Cik kenapa kau harus datang sekarang sih, aku belum puas nobar film horor ama si Wolf, " dengus Aka kesal.
"Lebih mending dia datang ketimbang kita terabaikan kayak mantan, " sahut Wolf.
"Selamat datang, " ucap Tora dan Ryu bersamaan.
"Yo tuan selamat datang, bagaimana dengan kabar Yuki di istana?, " tanya Shiro.
"Kau kan berulang kali menjenguknya jadi pastinya kau tau dong, " sindir Manami.
T/N : Ngomong ngomong ni si Shiro itu cowok apa cewek ya thornado lupa :v
Mereka pun terus mengobrol hingga melupakan satu orang yang masih ada di sana.
Mukanya mulai menggelap dan aura horor tiba tiba terasa oleh mereka yang sedang mengobrol.
"Cuma perasaan ku doang apa ini memang seperti tambah horor saja, " ujar Fuki.
"Jangan bilang di sini ada setan, " takut Aka memeluk Wolf.
"Ada yang bilang di mana mana ada setan kan, mungkin ada setan yang sedang membuat ulah di sini, " balas Wolf.
"Tidak itu bukan setan, itu orang di samping kalian, " ujar Manami sembari menunjuk ke arah pangeran Raiden.
"Menjauh dari istriku " , ucap dingin pangeran Raiden.
"Oh o. oke, " patuh mereka yang merinding dengan hawa yang keluar dari pangeran Raiden.
"Jadi apakah persiapannya sudah siap?, " tanya Manami memastian.
"Sudah, kalian hanya perlu berangkat sekarang dan menghabisi mereka dan semuanya akan beres, " ujar Wolf.
"Mudah kali lah moncong lu itu ngomongnya, " ujar Fuki.
"Lah kan realita bukan ekspetasi terus apa masalahnya, " sahut Wolf menantang.
"Masalahnya mula lu jelek bikin gue jijik, " ujar Fuki setengah bercanda.
"Queen apa kau akan berangkat sekarang?, " tanya Ryu.
"Ya, kalau begitu siapa dari kalian yang ikut dengan ku?, " tanya Manami. Dia perlu membawa salah satu dari mereka untuk di jadian pengarah karena dia malas jika harus memberi perintah.
"Aku aku aku aku, " ucap Aka sembari mengangkat sebelah tangannya. Jarang jarang dia bisa menbunuh orang kan?
"Tidak aku saja aku lebih hebat dari kau, " protes Wolf.
"Tidak yang paling tampan lah yang harusnya ikut, " ujar Fuki sembari mengibaskan rambutnya.
Aka dan Wolf : Cihhh narsisnya tingkat dewa (Β¬_Β¬)
"Jangan bertengkar, Tora kau ikut aku dan Ryu tolong awasi mereka bertiga untuk ku, " ujar Manami lelah karena melihat perdebatan mereka.
"Baik Queen, " patuh Tora dan Ryu.
Aka, Fuki, dan Wolf : Cuih curang seharusnya aku yang pergi γ½(ο½βΒ΄)γ
"Kalian keberatan?, " tanya Manami sembari menatap tajam ketiganya.
"Ah.... ahahahahaha tentu saja tidak, " ucap ketiganya ragu.
"Tentu saja keberatan kan?, " batin mereka.
Memang Laen neng lhati laen maneh neng ati.