
"Kak Manami bangun kita sudah sampai di pasar, jika kakak nggak bangun aku lempar ke danau dekat pasar loh!," teriakan putri Akane yang sangat keras nan cempreng membuat Manami secara paksa keluar dari dunia mimpi indahnya.
"Hei klakson mobil, bisa diam nggak sih, telingaku sampai mau tuli denger suara kamu yang cempreng banget itu, " ucap Manami kesal.
"lh biarin aja dong,toh tu suara juga punya ku,lagian sih kakak di bangunin pakek cara lembut nggak bisa jadi ku bangunin pakai cara kasar dong, " protes balik putri Akane.
"Hei kalian berdua hentikan, jika kalian berdua terus berdebat seperti itu maka kapan kita akan kembali ke rumah hah, " ucap pangeran Kazuki lalu segera turun dari kereta.
"lh gara gara kakak nih, kak Kazuki jadi marah, " ucap putri Akane lalu turun dari kereta.
"lh kok gue sih yang di salahin, sapa juga yang tadi teriak teriak cempreng kayak klakson montor pitong, " gerutu Manami lalu turun dari kereta.
"Tuan kami juga ingin melihat pasarnya dan bersenang senang, apa kami boleh keluar tuan?, "pinta Aka, Ryu, Wolf, Tora,Fuki dan Shiro.
"Tidak jika kalian keluar maka satu pasar akan menjadi ribut karena kedatangan hewan legenda seperti kalian. Tapi itu pengecualian untuk Shiro karena dia bukan hewan terkenal seperti kalian," ucap Manami melalui pikiran.
"Alah, kok gitu sih, kan kami bisa berubah jadi manusia, " ucap Aka sedih.
"Yeyyyyyy, tuan memang yang terbaik, "senang Shiro lalu keluar dari dimensi liontin kalung dan bertengger di bahu kanan Manami.
"Jika kalian berubah jadi cogan terus nanti apa kata adik dan kakak ku?, aku adalah orang yang menduakan pangeran Raiden?, " ucap Manami sabar.
"Hehehehehe iya juga ya, ya udah deh nggak papa, lagi pula tuan juga memuji kita kalok kita tuh cokgan, " ucap bangga mereka berlima.
"Eh eleh, " gerutu Shiro.
Saat Manami fokus dengan perbincangan nya dengan para hewan. Manami kembali sadar kalau dia sedang berjalan menuju toko kain karena suara dari putri Akane.
"Wow, kak kenapa Shiro bisa tiba tiba ada di sini?, sepertinya tadi dia tidak ikut dengan kita, " ucap putri Akane yang kaget saat melihat adanya Shiro di pundak Manami.
"Tentu saja aku ada di sini, tadi aku habis bermain lalu datang ke sini, " bohong Shiro.
"Kenapa kau bisa tau kalau kami ada di pasar?, " tanya pangeran Kazuki penuh selidik.
"Hahahahaha, apa kalian lupa kalau aku ini seekor rubah?, aku memiliki penciuman yang sangat tajam juga pendengaran yang amat bangus. Jadi aku bisa tau di mana kalian berada, " ucap Shiro sedikit berbohong.
"lya deh iya, kita lanjut jalan aja yuk, " ajak pangeran Kazuki.
Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai di tempat tujuan yaitu toko kain. Mereka masuk dan membeli kain dengan kualitas tertinggi lalu keluar dari toko dengan membawa beberapa gulungan kain.
Karena merasa siang hari sudah datang, mereka bergegas pergi ke arah kereta mereka tadi menunggu. Tetapi sialnya saat Manami sedang brjalan, ia tak sengaja memyenggol seorang gadis yang beewajah biasa biasa aja, baju kualitas tinggi dan hiasan kepala yang amat hmmmmm gimana ya bi bilangnya, kalok di lihat sih amat berat dan juga muka yang sangat putih udah kayak tembok mlaku.
"Hei kau, dasar jal*ng sialan, beraninya kau menyakiti nona ini, apa kau tau siapa aku hah!, " teriak gadis itu penuh amarah membuat Manami, pangeran Kazuki, putri Akane berbalik ke arah wanita itu dan membuat semua orang yang ada di sekitar sana memperhatikan mereka.
"Apa anda memanggilku nona?, " ucap Manami datar sambil menunjuk dirinya sendiri menggunakan jari telunjuknya.
"Ya iya lah emang siapa lagi kalau bukan kamu yang seorang jal*ng sialan itu, " sinis gadis itu membuat pangeran Kazuki, Shiro dan putri Akane menahan api amarah.
"Sepertinya anda tidak berbicara kepada saya, lebih baik kita pergi saja yuk, "ajak Manami.
Saat Manami ingin beranjak pergi dari sana bersama kakak dan adiknya gadis itu kembali berteriak.
"Hei beraninya kalian mengacuhkan ku, apa kalian tau bahwa aku adalah teman baik dari putri Manami yang dapat dengan mudah menaklukkan hati pangeran Raiden yang sangat dingin itu. Jika aku mengadukan kalian pada putri Manami dan putri Manami melaporkan kalian kepada pangeran Raiden, maka kalian akan hancur, " ucap gadis itu sombong.
"Dasar tidak tau malu, apa urat malu nya sudah putus ya sampai sampai berani berbohong di depan orang nya sendiri, sombong banget lagi dia, " batin Shiro, pangeran Kazuki dan putri Akane.
"lyuh, mana sudi aku minta bantuan dan mengadu kepadanya, lagian kalok mau jadi teman ku tuh ngaca dulu dong. Masak tembok mlaku kayak kamu bisa jadi teman ku, ih ogah banget aku, " batin Manami.
"Apa dia tidak lihat bahwa tuan,kakak dan adik tuan tuh keluarga kerajaan?, mungkin enggak karena mereka memakai pakaian yang sederhana, " batin Aka, Ryu, Tora, Wolf, dan Fuki yang ikut melihat sikap gadis itu dari dalam liontin.
"Hahahahaha, sekarang kau tau kan seberapa hebatnya aku. Kalau begitu cepatlah mencium kaki ku mungkin aku tidak akan mengadukan kalian, atau serahkan saja kain kualitas tinggi itu kepada ku, maka aku akan mengurangi hukuman mu, " ucap gadis itu dengan sombong dan angkuhnya.
Orang orang yang memperhatikan mereka pun hanya bisa diam dan berkomentar di dalam hati karena takut akan perkataan si gadis itu.
"**Kasihan sekali gadis kecil itu harus di siksa oleh wanita sombong itu"
"Apakah benar dia adalah teman baik putri Manami?, kenapa dia sombong sekali "
"Gadis itu membuat ulah lagi dengan mengatakan bahwa dia adalah teman putri Manami"
"Cih, adai saja dia bukan teman baik putri Manami, dia pasti akan habis bi tangan ku**"
Begitulah komentar mereka di dalam hati yang bisa di dengar oleh Manami karena dia bisa membaca pikiran orang.
"Apakah sombong sombongnya sudah nona?, kau hanya bisa mengadu kepada putri Manami yang hanya berhubungan teman.Tapi apakah mungkin putri Manami akan melakukan apa yang kau inginkan hanya karena kau menjadi temannya?, atau apakah kau benar temannya?, apa kau tau jika berani berbohong menggunakan nama anggota keluarga kerajaan?, apa kau yang bodoh, jelek dan berhati kotor ini pantas menjadi teman seorang putri mahkota?," ucap Manami dingin plus datar dengan aura membunuh yang 5% keluar dari tubuhnya membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri bahkan ada yang pingsan.
Tak terkecuali gadis itu yang sangat ketakutan dengan Manami yang seperti dewa kematian baginya.
"Rasakan itu, kau telah membangunkan iblis yang tertidur di dalam tubuh tuan, " batin Shiro.