
"Lu kira putri cinderella apa dansa ama pangeran ganteng?, lagi pula nih tanpa mimpi pun kau udah punya pangeran Raiden tercinta yang tampannya melebihi pangeran milik cinderella namun memiliki sifat yang ga pekanya melebihi binatang, " puji Yuki sekaligus mengejek.
"Berisik lu emak emak suka gibah, mending pergi aja lu sono yang jauh sekalian supaya tidur gua ga keganggu ama ibu ibu suka gibah tetangga, " usir Manami.
"Tega bener jadi orang mending pergi aja lah, " ucap Yuki berjalan hendak pergi melakukan tugasnya sebagai pelayan.
o0o
Halo guys author baik lagi nih. Sebelum masuk cerita author mau bilang nih kalau mungkin delapan hari ke depan author ga bisa janji up tiap hari kalau up pun paling cuma pendek karena author lagi pts jadi harus belajar buat ujian.
Di tambah otak author beku kagak ada ide jadi bingung mau nulis apa. π
Ini aja dari author sekali lagi mohon maap dan silahkan baca karya author yang abal abal ini.
Oke ini karena otak author dalam keadaan beku kita skip skip aja ya π.
Hari demi hari berlalu sejak Manami dan Yuki kembali ke kerajaan Kofuku.
Setiap hari mereka lalui dengan canda tawa dan juga bercerita tentang petualangan Manami yang padahal cuma gitu gitu aja ga ada yang sepesial sampai hari menggembirakan di mana pangeran Daiki dan putri Mika akan menikah pun datang.
Para tamu undangan yang melihat arak arakan mempelai wanita memasuki tempat pernikahan di buat takjub dengan kemewahan yang teramat dalam semua bagian perayaan termasuk keluarga kaisar Dai yang duduk dekat dengan kaisar Jun sambil mengobrol bersama.
Namun saat ini Manami belum menunjukkan batang hidungnya dan memilih melihat acara pernikahan kakak tercinta nya dari atas pohon sambil makan apel bersama Yuki dan Shiro.
Namun berbeda dengan Manami, si Queen Shi no Megami yang menjadi tamu istimewa dari kaisar Jun sudah duduk manis di singgasana mewahnya yang berwarna emas bercampur merah dengan di dampingi oleh dua orang wanita di samping kanan kirinya duduk diam tanpa bicara dan hanya mengamati keadaan sekitar.
Manami sempat mau menyemburkan apel yang sudah halus di mulutnya karena tau yang menyamar jadi dirinya adalah Midori yang memiliko sifat sangat berbeda dari dirinya.
Sedangkan kedua orang yang menemaninya adalah Kiyomi dan Naomi.
Flashback on
"Hei ini yang mau nyamar jadi Queen siapa?, " tanya Kiyomi.
"Lu aja sono kalo aku mah ogah, ribet soalnya, " sahut Naomi.
"Jangan aku dong, kalo aku bakalan gampang ketauan karena aku kurang punya aura wibawa, " sahut Kiyomi kagak mau.
"Lu aja sono, " suruh Kiyomi pada Naomi.
"Ga ga ga, mulut ku ember bocor ga ada sopan sopannya lu aja sono, " tolak Naomi.
"Woi gue ini orang nya ceplas ceplos nanti kalo ga sengaja bilang i formasi penting gimana?, " protes Kiyomi.
"Ya lu nanti di marahin Queen lah emang mau gimana lagi, " ujar Naomi.
"Ya gue kagak mau lah di marahin Queen oleh karena itu gue ga mau jadi Queen titik nggak pakek koma, " ucap Kiyomi.
"Ya gue juga ga mau terus gimana dong?, " tanya Naomi setengah teriak.
"Sualow bro ga usah tereak tereak gue denger ga tuli. Ya gue mana tau, " ucap Kiyomi ikut ikutan setengah teriak.
"Selow neng bukan sualow dasar oon, " ucap Naomi masih setengah teriak.
"Lu yang oon, semua orang di keluarga lu tuh oon, " ujar Kiyomi ga terima.
"Woi lu juga keluarga gue kali adek gue jadi lu juga oon, " sahut Naomi naik pitam.
"Woi kalian berdua jangan teriak teriak. Seraaa dunia milik berdua yang lain ngontrak ya, " ucap Midori buka suara melerai adu mulut Kiyomi dan Naomi.
"Nah lu aja tuh Midori yang jadi Queen, lu kan udah lama sama Queen. Pokoknya ga ada penolakan titik, " ucap Kiyomi dan Naomi dengan penuh tekad bulat.
Midori " Hah?β_β"
Dan begitulah asal mula gimana Midori bisa jadi Qeen Shi no Megami menggantikan Manami datang ke acara pernikahan putri Mika dan pangeran Daiki.
Flashback off.
"Hahahaha ga nyangka Midori pinter banget ekting jadi aku, " ujar Manami setelah menelan apelnya.
"Rin kapan kau akan muncul sebagai bintang utama?,ni acara udah mau selesai loh, " tanya Yuki karena memang dari tadi mereka hanya duduk dan melihat lihat saja.
"Nanti pas udah selesai kita njedul, " jawab Manami.
Sementara itu di tempat pangeran Daiki dan putri Mika berada.
Kini mereka telah selesai melakukan upacara terakhir dan resmi menjadi pasangan suami istri.
Tinggal nanti malam saja mereka melakukan malam pertama π.
Kini sang pengantin baru sedang mengobrol dengan keluarga mereka untuk menghabiskan waktu yang masih agak siangan itu. Sekitar jam 2 an lah.
"Salamat kakak akhirnya kaliam sudah resmi menjadi pasangan suami istri, " ucap putri Shiera sambil mengecup kedua pipi putri Mika sebagai tanda selamat.
"Nah sekarang kan kalian sudah resmi menikah nih. Cepetan ya buatkan kami cucu. Pokoknya kami tidak mau tau kalian harus segera punya anak biar kami punya cucu, " ujar permaisuri Mayumi yang di dukung oleh kedua selir lain dan kaisar Jun.
"Hahahaha permaisuri Mayumi benar nanti kami akan sering sering mampir untuk menengok keadaan cucu, " sahut permaisuri Ayumi.
"Nah loh tu, kak para ibu kita sudah bilang kek gitu kakak harus segera punya dedek lho, " tambah pangeran Atsushi mencoba menggoda.
"Iya Mika cepatlah punya anak agar kami bisa menggendong nya nanti, " tambah ibu putri Mika yang di dukung oleh kaisar Eiji.
"Hei sahabat ku selamat ya akhirnya anak mu sudah ada yang menikah, " ujar kaisar Zen dari kerajaan Chumon selaku sahabat dari kaisar Jun.
"Oh terimakasih sahabat ku, " ujar kaisar Jun memeluk kaisar Zen karena sudah lama tidak bertemu.
"Hei hei hei, Mika bagaimana rasanya menikah apakah kau sangat senang?, " tanya putri Nadeshiko Eiji selaku kakak putri Mika yang masih jomblo.
"Tentu saja ini sangat menggembirakan tetapi di saat saat seperti ini akan lebih menyenangkan jika ada putri Manami sebagai pelengkap, " sahut putri Mika mengungkapkan isi hatinya.
Seketika semua orang terdiam sebentar lalu menyahuti.
"Kau benar, " ucap mereka serempak.
"Jika mau kalian begitu maka aku akan datang dan menjadi pelengkap kebahagiaan kalian hari ini!," seru Manami sambil memasuki aula tempat acara di langsungkan sambil membawa seikat bunga yang biasanya di lempar oleh pengantin dengan senyum lebar terpampang di wajahnya membuat sebagian besar tamu undangan yang sudah tidak tahan menjadi mimisan.
"Manami / kak Manami / dek Manami!," seru keluaga Manami saat melihat kedatangan Manami yang tersenyum sudah seperti bidadari yang turun dari khayangan.
Tentu saja tak terkecuali pangeran Raiden yang kini sangat kaget dengan kedatangan Manami yang tak pernah terpikirkan oleh otak jeniusnya.
Sedangkan keluarga kandung Manami hanya bisa tersenyum menyiratkan kesenangan karena keluarga besar mereka sudah berkumpul kembali.
"Halo ayah, ibu, kakak, adik, Manami pulang maaf membuat kalian semua khawatir selama ini karena tidak mengirim kalian kabar, " ucap tulus Manami sambil berjalan mendekat ke arah mereka berada.
"Nak akhirnya kau pulang, " ucap kaisar Jun di sela sela tangisnya.
Kini semua orang sudah tidak mementingkan cintra mereka karena rasa senang yang amat tak tertahankan begitu pula pangeran Raiden.