
"Salam yang mulia pangeran, " ucap Yuki saat memasuki kamar Manami.
"Bangunlah, sedang apa kau di sini?, bukanakah gadis kecil ku sedang mandi?, kenapa kau tidak membantunya?, bukankah kau adalah pelayan pribadinya?, " tanya pangeran Raiden bingung.
"Ya ampun, aku sangat iri pada mu Rin. Kau memiliki laki laki yang tamvan, kuat, hebat, perhaitan lagi. Mau dong aku laki laki kayak gitu, " batin Yuki halu.
"Ah itu yang mulia. Saya adalah, saya pelayan pribadi milik nona Manami. Saya ke sini karena di suruh nona untuk mengambil pakaian ganti sementara ia sedang mandi. Nona memang selalu mandi sendiri dan tidak pernah di bantu mandi oleh pelayan, " jawab Yuki panjang kali lebar.
"Ohhhh, kalau begitu mana pakaian yang akan kau berikan kepadanya biar aku saja yang mengantarkannya pada si gadis kecil, " ucap pangeran Raiden.
"Ta..... ta...... tapi pangeran, " ucap Yuki hendak membantah tapi di potong oleh pangeran Raiden.
"Jangan membantah, bukankah aku juga adalah suami masa depannya. Cuma membantu istri emang apa salahnya, " ucap pangeran Raiden santai.
"Aatogek, gampang amat ya lo bilangnya, kalo aku nanti kena marah sama Rin terus gimana?, bisa habis nanti aku, " batin Yuki
"Eh eh eh, tapi tapi tapi, bukanya si Rin itu nggak segan segan buat telanjang di depan Juro, Jiro dan Kenzo ya tadi, walau nggak telanjang bulat sih. Ya udah ah nurut aja, lagi pula juga calon suami, " batin Yuki lagi.
"Oke pangeran, saya akan mengambilkanya, " ucap Yuki berlari menuju lemari.
"Ini pangeran, kalau begitu saya pergi dulu ya, saya mau masak makanan di dapur bye bye, " ucap Yuki memberikan pakaian yang di ambilnya dan kemudian berlari kencang ke arah dapur.
"Hah?, Oke?, bye bye?, dia ngomong apa sih?, dah ah aku ke kamar madi aja, " ucap pangeran Raiden lalu berjalan menuju kamar mandi.
Setelah sampai di kamar mandiiiiiiiiiiii.
"Hah, enak sekali. Tadi berenang sekarang mandi, hmmmmm bermain air memang yang terbaik saat mandi seperti ini, " ucap Manami sambil berenang ke sana ke mari di bak mandi yang berukuran 10 meter itu.
Dia berenang di sela sela bunga higanbana membuatnya terlihat seperti sesosok dewi.
"Hmmmmm, aku masih ingin berendam di air hangat ini tapi kok sepi gini yak, mana Shiro tidur lagi, hah nyanyi aja kalik ya, " ucap Manami yang sedang mengambang di atas air tanpa busana.
"Hmmmmm, tapi nyanyi lagu apa ya, lemon aja deh. Oke lagu lemon mulai, " ucap Manamo bersemangat.
Manami menarik nafas panjang dan mulai menyanyi di sela sela berenangnya.
Lagu πΆ.
Yume naraba dore hodo yokatta deshou
Seberapa baguskah jika itu adalah mimpi?
Imada ni anata no koto wo yume ni miru
Sekarang aku pun masih memimpikan dirimu
Wasureta mono wo tori ni kaeru you ni
Bagaikan kembali pada hal yang terlupakan
Furubita omoide no hokori wo harau
Aku menyapu bersih debu kenangan lama
Modoranai shiawase ga aru koto wo
βAda kebahagiaan yang tak dapat kembaliβ
Saigo ni anata ga oshiete kureta
Pada akhirnya itulah yang kau katakan padaku
Iezu ni kakushiteta kurai kako mo
Bahkan masa lalu yang selalu kusembunyikan
Anata ga inakya eien ni kurai mama
Tanpamu, akan terus menjadi suram selamanya
Kitto mou kore ijou kizutsuku koto nado
Kuyakin aku takkan terluka lebih dari ini
Ari wa shinai to wakatte iru
Kutahu hal itu seharusnya tak terjadi
Ano hi no kanashimi sae ano hi no kurushimi sae
Kesedihan di hari itu dan rasa sakit di hari itu
Sono subete wo aishiteta anata to tomo ni
Aku mencintai segalanya jika bersama denganmu
Mune ni nokori hanarenai nigai remon no nioi
Aroma lemon yang pahit pun masih melekat di hatiku
Ame ga furiyamu made wa kaerenai
Aku takkan pulang sebelum hujan berhenti
Ima demo anata wa watashi no hikari
Bagiku hingga sekarang kau adalah cahayaku
Kurayami de anata no se wo nazotta
Aku mengikuti punggungmu di dalam kegelapan
Sono rinkaku wo senmei ni oboete iru
Aku masih mengingat dengan jelas lekuk tubuh itu
Uketome kirenai mono to deau tabi
Setiap bertemu dengan hal yang tak bisa kuterima
Afurete yamanai no wa namida dake
Nani wo shiteita no nani wo miteita no
βApa yang kau lakukan?β βApa yang kau lihat?β
Watashi no shiranai yokogao de
Dengan wajah sampingku yang tak peduli
Dokoka de anata ga ima watashi to onaji you na
Di suatu tempat kau pasti seperti diriku yang sekarang
Namida ni kure sabishisa no naka ni iru nara
Berikanlah aku air mata jika kau dalam kesepian
Watashi no koto nado douka wasurete kudasai
Aku mohon lupakanlah segalanya tentang diriku ini
Sonna koto wo kokoro kara negau hodo ni
Itulah sesuatu yang kuharapkan dari lubuk hatiku
Ima demo anata wa watashi no hikari
Bagiku hingga sekarang kau adalah cahayaku
Jibun ga omou yori
Lebih dari yang kupikirkan
Koi wo shiteita anata ni
Aku jatuh cinta kepadamu
Are kara omou you ni
Sejak itu aku memikirkanmu
Iki ga dekinai
Aku tak dapat bernafas
Anna ni soba ni ita no ni
Aku ingin berada di sisimu
Marude uso mitai
Bagaikan sebuah kebohongan
Totemo wasurerarenai
Aku tak dapat melupakanmu
Sore dake ga tashika
Hanya itulah yang pasti
Ano hi no kanashimi sae ano hi no kurushimi sae
Kesedihan di hari itu dan rasa sakit di hari itu
Sono subete wo aishiteta anata to tomo ni
Aku mencintai segalanya jika bersama denganmu
Mune ni nokori hanarenai nigai remon no nioi
Aroma lemon yang pahit pun masih melekat di hatiku
Ame ga furiyamu made wa kaerenai
Aku takkan pulang sebelum hujan berhenti
Kiriwaketa kajitsu no katahou no you ni
Bagaikan satu sisi buah yang telah terpotong
Ima demo anata wa watashi no hikari
Bagiku hingga sekarang kau adalah cahayaku
Lagu selesai πΆ.
Tanpa sengaja pangeran Raiden yang sedang berada di luar ruang mandi mendengar nyanyian merdu milik Manami itu.
Pangeran Raiden pun masuk ke pemandian, membuat arai pelindung dan kedap suara lalu masuk ke dalam bak mandi tanpa mengeluarkan suara.
Author yakin kalo itu bener terjadi di dunia nyata, pasti nggak mungkin kalo nggak bikin suara π.
Ia pun lalu memeluk erat Manami tiba tiba dari belakang membuat sang empu kaget setengah mati.
"Hmmmmm, apa kau sangat suka dengan musik sampai sampai mandi pun menyanyi sayang?, " tanya pangeran Raiden sambil meletakkan kepalanya di atas pundak Manami.
Manami sangat kaget mendengar suara yang sangat familiar baginya itu dan lalu bergidik ngeri.
"Aaaaaaaaaa apa yang kau lakukan di sini dasar peria mesum sialan!," teriakan Manami menggema di dalam pemandian tatapi tak ada yang bisa mendengarnya.
_____________________________________________
**Halo para pembaca, author mau ucapin selamat hari raya idul adha nih.
Author minta maap ya kalo ada salah.
Sekali lagi author ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakan.
ππππππππππ**