Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 34



Manami, putri Shiera, dan pangeran Raiden masuk ke dalam aula dengan penuh wibawa dan aura ke pemimpinan sedangkan Yuki menunggu di depan ruang aula bersama dengan para penjaga.


Manami pikir ketika ia masuk ke dalam aula, yang akan menyambutnya adalah aura kepemimpinan dan kewibawaan yang sangat kental dari kaisar dan permaisuri, para selir kaisar dan juga para pangeran dan para putri.


Namun kenyataannya adalah sebaliknya. Saat ia masuk, yang menyambutnya adalah sebuah pelukan hangat dari permaisuri dan para selir. Setelah itu ia di hadapkan dengan berbagai pertanyaan membuat kepalanya jadi pusing sendiri.


Selir Shu menggandeng tangan Manami dan menariknya untuk duduk bersama kaisar para pangeran dan para putri. Manami pun hanya pasrah karena tidak mau membuat masalah. Lagi pula ia baru kembali dari hutan tanpa nyawa dan belum beristirahat jadi ia memilih pasrah daja untuk menghemat tenaga.


"Menantu dari mana saja kamu?, kenapa kamu tidak berkunjung ke ayah mu ini, ayah sangat merindukan mu loh, "ucap kaisar sok manja.


"Ah, menjawab yang mulia kaisar, saya kemarin sedang menikmati keramaian dan melihat aktivitas sehari hari para penduduk membuat saya lupa untuk berkunjung, tolong maafkan saya yang mulia," ucap Manami sebelum duduk di kursi dengan nada datar.


"Kau sekarang adalah anak ku jadi jangan terlalu formal jika berbicara, kau juga bisa memanggil ku ayah dan para istriku ibunda, " ucap kaisar tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Manami.


"Yang mulia benar nak, sekarang kau adalah menantu kami jadi kami juga adalah keluarga mu layaknya kaisar Dai dan seluruh keluarganya," timpal permaisuri sambil tersenyum.


Melihat ketulusan dan kasih sayang yang melimpah dari semua kata kata yang mereka katakan membuat ia yang tadi ingin waspada manjadi berubah pikiran.


"Mereka adalah keluarga yang penuh kasih sayang. Tapi aku tidak menyangka kalau keluarga kerajaan tu sifatnya kayak gini semua kalo ada di belakang publik, " batin Manami.


"Baiklah ayahanda, para ibunda sekalian, " ucap Manami sambil tersenyum membuat wajahnya yang melebihi para dewi tambah cantik.


Semuanya yang ada dalam aula merasa tersihir dengan kecantikan alami milik Manami. Kenapa di sebut kecantikan alami?, karena Manami sama sekali tidak menggunakan riasan walau se butir bedak pun. Mereka semua sangat takjub akan kecantikan Manami yang dalam beberapa hari saja bisa berkembang pesat namun tidak dengan pangeran Daiki dan putri Mika yang mukanya sudah memerah karena menahan amarah.


Putri Mika yang menahan amarah karena tidak di perlakukan sebaik Manami oleh keluarga kaisar Jun di tambah sekarang putra mahkota sedikit tidak menyukainya.


Sedangkan pangeran Daiki menahan amarah karena telah salah menilai Manami yang sangat cantik dan berbakat hanya karena seorang wanita manja yang kalah telak dari mantan tunangannya itu.


Pangeran Raiden yang sadar akan tatapan mata semua orang mengarah kepada gadis kecilnya dengan perasaan kagum dan sedikit iri itu pun tanpa aba aba menutupi wajah cantik nan putih dan lembut dengan satu tangan kekarnya sambil menatap semua orang dengan tatapan tajam seperti orang yang takut jika istrinya di rebut dari dirinya membuat semua orang bergidik ngeri.


Sedangkan Manami yang tiba tiba mukanya di tutupi oleh tangan kekar milik pangeran Raiden merasa sangat marah karena di rasa sangat menggangu.


Dengan penuh emosi Manami berkata, "hei, apa yang kau lakukan?!, kau sangat menggangu. Bisakah kau singkirkan tangan mu!, " ucap Manami sedikit berteriak.


"Oh, udah mau di diemin seumur hidup ya?, " ucap Manami sambil menaik turunkan alisnya.


"Tidak, aku tidak akan pernah siap untuk itu, " ucap pangeran Raiden takut dan dengan cepat melepaskan tangannya dari muka Manami.


"Oh, begitukah?, tapi kenapa kau selalu membuatku emosi?, " ucap Manami santai.


"Aku tidak akan melakukannya lagi, aku janji, " ucap pangeran Raiden dengan mata anak bajingnya membuat semua orang ingin muntah darah tapi tak bisa karena sifat pangeran Raiden yang menurut mereka sangat bertolak belakang dengan biasanya itu.


"Baiklah, akan ku beri kesempatan, " ucap Manami membaut pangeran Raiden sagat senang.


Permaisuri dan kedua selir yang telah sadar dari keterkejutan segera menghampiri Manami dan melemparkan beberapa pertanyaan untuk dirinya.


"Hei hei putri Manami bagaimana bisa wajahmu menjadi sangat cantik begini hanya dengan waktu beberapa hari saja?, " tanya permaisuri.


"Hei putri Manami, bagaimana bisa putra ku menyukaimu?, " tanya selir Minami.


"Hei, putri Manami apakah kau bisa membuatkan kita kue itu lagi?, itu sangat enak, " tanya selir Shu.


"Hei, kakak aku juga mau lagi kue yang sangat enak itu. Tapi aku juga ingin melihat kakak ipar menyanyi lagi, nyanyian kakak sangat indah, " ucap putri Shiera.


"Kakak ipar, bolehkah kami belajar membuat kue itu bersama mu?, " tanya putri Rika.


"Hei hei hei, bacot banget sih lu pada. Aku ini baru pulang dari ngatur ngatur orang di hutan tanpa nyawa selama seminggu dan belum istirahat, kenapa kalian suruh aku lakuin banyak hal gini sih. Tapi ngomong ngomong nggak papa juga sih, aku kan suka masak sama nyanyi. Mungkin itu bisa bikin lelah gue hilang, " batin Manami.


"Hahahahahaha, sepertinya kakak ipar sekarang menjadi sangat terkenal di kalangan para perempuan sampai sampai mereka bertingkah seperti itu, " ucap pangeran ketiga yaitu pangeran Atsushi.


"Bahkan mereka membuat kakak ipar kuwalahan, " timpal pangeran Hikaru.


"Kau benar, mereka terlihat sangat persis seperti anak kecil, " tambah kaisar.


"Kenapa kami berdua seperti tidak di anggap ada, " batin pangeran Daiki dan putri Mika kesal.