
"Aku nggak mau menikah dengan pangeran putra mahkota itu karena aku hanya ingin menikahi mu, " bohong Manami.
"Benarkah itu?, " tanya pangeran Raiden yang kaget atas jawaban Manami.
"Tentu saja......... tidak, hahahahaha mana ada orang yang mau nikah sama orang kayak kamu gini, " ucap Manami yang berhasil membohongi pangeran Raiden.
"Kau berani membohongi ku gadis kecil ku, kau mau cerita atau ku minta kepada kaisar sekarang, " ancam pangeran Raiden.
"lh jangan dong, aku cerita nih aku cerita, huh bisannya cuma ngancem lu, " ucap Manami sebel.
Sedangkan pangeran Raiden malah senang karena tingkah gadis kecilnya itu sangat menggemaskan.
"Aku nggak mau nikah sama putra mahkota itu karena dia itu lihat yang lebih bening sedikit aja lalu pilih yang lain,aku ingin punya suami yang tidak pandang penampilan tapi dari hati yang tulus" ucap Manami.
"Terus aku nggak mau punya suami yang punya banyak istri aku nggak mau ada yang namanya selir atau pun gundik, terus jadi istri sah putra mahkota itu nantinya kan jadi permaisuri bagiku itu sangat melelahkan dan menyebalkan, dan aku juga tidak ingin terkutung dalam istana terus menerus, lagian laki laki kayak gitu kok harus ku pertahannin ih jikjay aku, " ucap Manami lagi.
"Sekarang sudah kan?, " ucap Manami.
"Hmmm, ternyata begitu. Ku pikir rumor yang mengatakan putri Manami itu pemalu, lembut dan lemah itu tidak ada yang benar setelah melihatnya sendiri sekarang, " ucap pangeran Raiden.
"Kau salah pangeran, rumor itu ada benarnya juga ada salahnya bagi ku, " ucap Manami.
"Maksudmu?, " tanya pangeran Raiden.
"Aku merasa rumor tentang aku yang pemalu, lembut dan lemah itu ada benarnya, tapi aku juga punya sisi dingin acuh dan kejam untuk saat saat tertentu. Dan aku merasa itu ada hubungannya dengan masa lalu, " jawab Manami.
"Berhubungan dengan masa lalu?, apa maksud mu?, " bingung pangeran Raiden.
"Aku tak tau itu benar adanya atau tidak tapi menurutku setiap perasaan itu pasti akan berdasar pada masa lalu yang telah kita lalui, " jelas Manami.
"Seperti sifat dingin, kejam dan bengis terbentuk saat suatu yang buruk terjadi pada orang orang yang kau sayangi atau kehilangan mereka, "
"Kemarahan karena ada hal yang tak kau sukai, ceria, lembut, penyayang karena kasih sayang yang di berikan oleh orang tercinta mu, sedih dan takut karena kelemahan yang ada di diri mu terwujud dan masih banyak lagi, "
"Bukankah itu terlihat seperti sosok yang berdiri sekarang terbentuk karena masa lalu, " jelas Manami lagi panjang lebar.
"Saya pamit pergi pangeran, saya harus kembali, " ucap Manami lalu pergi meninggalkan pangeran Raiden.
"Sungguh gadis kecil ku adalah orang yang menarik, " ucap pangeran Raiden.
Mereka pun kembali ke tempat masing masing tetapi tanpa mereka sadari ada tiga orang yang melihat mereka sedang mengobrol tadi.
Siapa lagi kalau bukan permaisuri, dan kedua selir kaisar Jun.
"Lihatlah kakak, anak mu yang dingin itu berbicara kepada seorang gadis," bisik selir Shu yang ada di samping selir Minami.
"lya adik aku juga melihatnya, kenapa dia berbicara dengan gadis itu ya?, sepertinya dia sangat senang dengan gadis itu, " bisik selir Minami.
"Eh benarkah?, gadis itu terlihat baik tapi gara gara sebuah rumor menjadikan putra mu ragu kan?, " tanya balik selir Minami.
"Aih, yang kau katakan benar adik. Aku sudah berusaha mengubah pikirannya karena walau bagaimana pun itu hanyalah rumor tapi aku tidak bisa, sungguh padahal aku ingin dia menjadi menantuku, tapi sepertinya tidak bisa. Putra ku malah memilih wanita bermuka dua seperti putri Mika itu, " ucap permaisuri Mayumi.
"Yang sabar saja kak, kalau bisa aku juga ingin, apa lagi dia sangat pintar membuat kue seenak itu, " ucap selir Shu.
"Aih", desah mereka bertiga berbarengan.
Sementara mereka asik mengobrol, pertunjukan bakat terus di lanjut kan hingga tersisa giliran Manami dan putri Mika.
Putri Mika adalah wanita yang terkenal akan kecantikannya, karena itulah putra mahkota memilihnya sebagai permaisuri masa depannya.
Putri Mika maju ke atas panggung dengan percaya diri lalu menampilkan sebuah tarian yang membuat semua orang terpesona kecuali permaisuri dan kedua selir kaisar Jun, paneran kedua, ketiga dan keempat, juga yang pasti adalah keluarga Manami.
Plok... plok... plok ( anggep aja suara tepuk tangan )
Suara tepuk tangan yang meriah bergema di taman sistana bahkan kaisar Jun sendiri juga ikut bertepuk tangan.
"Hebat sekali hebat sekali, tarian mu sungguh indah nak, kau memang pantas menjadi menantu ku," puji kaisar Jun.
Selain membuat putri Mika bangga, pujian itu juga turut membuat pangeran putra mahkota bangga akan dirinya yang telah memilih putri Mika sebagai tunangannya.
Ide licik pun muncul di otak putri Mika untuk mempermalukan Manami yang telah mengambil perannya sebagai pemeran utama dalam pesta.
"Ah, terimakasih yang mulia kaisar. Tapi tarian hamba ini tak sebanding dengan tarian putri Manami yang sangat indah itu, " ucap putri Mika.
"Jangan merendah putri Mika, tapi apakah yang kau katakan itu benar nak?," tanya kaisar Jun.
"Tentu saja benar kaisar, saya tidak akan pernah bisa berbohong kepada anda, " jawab putri Mika.
"Kalau begitu bisa kah kau tunjuk kan kepada kami tarian mu putri Manami?," pinta kaisar Jun.
"Rasakan itu jal*ng", batin putri Mika.
Manami yang sedari tadi mendengarkan ucapan putri Mika dan membaca pikirannya dengan jurus yang ia pelajari pun sedikit kaget akan uncapan kaisar tapi tidak untuk waktu yang lama.
Putri Mika Sen