Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 127



Saat si ketua asik dengan pikirannya sendiri tiba tiba suara Manami kembali terdengar.


"Oh kau masih bisa bertahan?, lumayan juga padahal kau terlihat lemah. Kalau begitu jika aku menghukum mu hukuman lingchi , menurut mu apa kau bisa bertahan?, " tanya Manami.


T/N:


Ling chi : 'Hukuman mati dengan ribuan sayatan'. Sebuah bentuk praktik hukuman berat dari dinasti Tang hingga tahun terakhir dinasti ( sekitar 1900).


Mata si ketua terbelalak lebar mendengar kata kata Manami.


Bagaimana tidak?


Walau dia tau dia akan mati dia tak pernah berpikir bahwa dia akan mati dengan hukuman ling chi. Perlu di ketahui bahwa hukuman ling chi itu merupakan metode yang sangat kejam oleh karna itu nama hukuman ling chi sangat terkenal di penjuru dunia.


Apa lagi jika yang melakukan hukuman itu adalah sang Queen, lalu apa yang akan terjadi dengan tubuhnya nanti?


o0o


Ahkkkkkkk


Ugh Aaaaaaaa!


Yang..... Yang mulia tolong ampuni saya


Aaaaaaa!


Suara teriakan yang menggema, raungan permintaan pengampunan yang terdengar seperti lolongan serigala mengiringi kesenangan yang di rasakan oleh Manami ketika ia menyiksa seorang manusia layaknya seorang binatang yang tak berharga walau sepersen pun.


Wajahnya yang berlumuran darah dan matanya yang bersinar terang di bawah cahaya bulan purnama itu serta seringaian menakutkan yang terbentuk di bibir merahnya menandakan seberapa bahagia dia di saat ini.


Seperti moster yang terlepas dari kandangnya.


Para anggota mafia bergidik ngeri dengan kekejaman dan ke bengisan Queen mereka. Walau mereka pernah mendengar bahwa Queen mereka sangat ganas dan bengis di medan perang, masih banyak dari mereka yang mengetahuinya hanya dari gosip belaka, yang sudah pernah melihatnya pun paling banyak cuma pernah melihat tiga kali dan masih belum terbiasa , lalu bagaimana nasib orang orang yang belum pernah melihatnya?


Berbeda lago dengan apa yang di rasakan oleh pangeran Raiden.


Melihat pujaan hatinya memiliki sifat yang sangat menarik seperti itu membuatnya tersenyum misterius.


Wajah Manami yang begitu bersemangat layaknya binatang buas yang sudah lama kelaparan mendapat seekor mangsa membuatnya bergumam


"Ah betapa cantiknya dia saat ini"


Dengan senyum ketertarikan yang mekar di wajah tampannya.


o0o


Skip beberapa saat kemudian hukuman lingchi sudah selesai di laksanakan.


Sekarang tubuh ketua itu tak tampak layaknya tubuh seorang manusia melainkan daging binatang yang terkoyak koyak setelah di sembelih.


Tubuhnya tak lagi utuh, luka lebar terdapat di seluruh tubuhnya, organ dalam di tarik keluar dan kedua matanya di congkel dengan pisau, lidahnya di potong meninggalkan darah yang mengalir dari mulutnya.


Air mata yang tadinya berwarna putih kini beralih menjadi tangisan darah.


Sungguh pemandangan yang mengerikan. Dengan kondisi seperti itu sangat mudah di tebak bahwa


Ketua itu akhirnya mati!


"Hmmm sudah ku duga dia mati, memang sih kalau sudah seperti ini dia belum mati dia pasti bukan manusia, " ujar Manami sembari mengelap cipratan darah yang menempel di pipinya dengan ujung jari.


Pangeran Raiden tersenyum lalu mendekat dan memeluk Manami dari belakang.


"Kenapa?, apa kau masih belum puas menyiksa seseorang sayang?, jika iya maka aku bisa mencarikan orang untuk kau siksa, " ucapnya.


"Tidak aku sudah lelah, aku ingin tidur, " tolak Manami.


"Ngomong ngomong bisakah kau menjauh sedikit, hari ini kau seperti parasit yang terus menempel pada ku, " ujar Manami.


"Hoo~ ,bukankah tadi kau juga mengambil inisiatif untuk mendekat dan memepuk ku secara intim?, lalu kenapa kau boleh tapi aku tidak boleh?, " goda pangeran Raiden.


"Itu tadi kan hanya drama jadi tentu saja boleh, " bela Manami.


"Siapa yang bilang begitu boleh?, " tanya pangeran Raiden main main.


"Tentu saja aku memangnya siapa lagi hump!, " kesal Manami melepaskan diri dari pelukan pangeran Raiden.


"Dan kalian semua!, kalian sedang menonton serial drama ya pada diam aja gitu?, urus semua mayat ini dan ambil alih markas mereka!, " perintah Manami.


"Oh aku punya ide, bakar semua mayat ini, jadikan daging panggang dan berikan kepada para binatang yang kelaparan. Jangan lupa di beri bumbu ya, supaya ga hambar!, " perintah Manami lagi.


" Di mengerti!, " ucap semuanya serempak.


"Sayang kau mau kemana?, " tanya pangeran Raiden ketika melihat miya berjalan pergi.


"Menurut mu aku akan pergi ke mana?, tentu saja kembali ke markas dan tidur, ini sudah tengah malam lebih aku sudah mengantuk, " ucapnya.


"Kalau begitu biarkan aku ikut, " tukas pangeran Raiden sembari menggendong Manami ala pengantin baru dan melesat pergi meninggalkan tempat kejadian.


"Hei lepaskan aku!, apa yang sedang kau lakukan?!, aku ini tidak terluka aku bisa jalan sendiri, lepaskan aku!, " berontak Manami.


"Sayang patuhlah jika kau terus bergerak maka kita akan jatuh, " peringat pangeran Raiden.


"Jatuh ya tinggal jatuh emang apa ma- ump!, " perkataan Manami terputus ketika tiba sesuatu yang lembut membungkan mulutnya.


Sesuatu yang lembut, manis dan hangat. Itu tak lain adalah bibir pangeran Raiden.


Manami yang kaget seontak berusaha mendorong pangeran Raiden namun tak ada pergerakan. Tenaga pangeran Raiden terlalu besar sehingga dorongannya tak berpengaruh kepada lelaki yang sedang menciumnya itu.


Menyerah untuk mendorongnya, Manami berubah strategi dengan ingin memarahi pria itu tetapi saat ia mulai membuka mulutnya, pangeran Raiden mengambil kesempatan itu untuk memperdalam ciumannya.


Ia berhenti di cabang pohon yang kuat dan menahan Manami di batang pohon.


Ciumannya semakin dalam, lidahnya masuk ke mulut Manami dan mulai ********** dengan lembut.


Manami berusaha untuk melepas ciuman panas ini tapi semua usahanya tak ada yang berhasil.


Pada akhirnya ia mulai menikmati ciuman itu. Bibirnya di hantui oleh rasa manis entah berasap dari mana. Ia mulai membalas ciuman itu membuat pangeran Raiden mencium semakin ganas.


Hingga beberapa menit kemudian kepala Manami menjadi pusing, matanya berkunang kunang, ia seakan lupa bagaimana caranya bernafas.


Mengerti akan hal itu, pangeran Raiden dengan enggan melepas ciuman itu dan berkata dengan suara merdu miliknya.


"Sayang aku mencintai mu, " sembari mengecup singat bibir Manami.


"Aku juga men- cintai mu, " lirih Manami dengan di hantui rasa malu setinggi langit.


Walau suara manami sangat pelan hingga hampir tak terdengar, walau kata katanya terputus karna nafasnya yang tidak teratur, pangeran Raiden masih bisa mendengar dan mengerti kata kata itu.


"Aku tau itu, " ucapnya tersenyum sembari memeluk Manami dengan lembut.


Bersambung.


Hayo nih setelah yang ganas ganas author kasih yang manis manis eakkkk 😂


author mau jujur ni novel lama kelamaan ga nyambung sama episode awal awal, readers pada ngerasa gitu ga sih?


ada lagi beberapa episode ini isinya garing bat menurut ku. soalnya aku sendiri bingung alurnya mau di bikin gimana (╥﹏╥)


tolong yang punya saran tinggalkan jejak di kolom komentar, silahkan berpendapat karna yang baca nantinya juga para readers.


oh iya guys gimana ni nilai sekolah ku turun lagi (╥﹏╥), kemaren aku masih lumayan bagus tapi sekarang dah anjlok ke bawah (╥﹏╥), tapi untung masih naik (•ω•).


Terus maaf up sebulan sekali ya, soalnya author lagi tergila gila sama cerita yang beberapa bulan lalu ku baca.


Sampe donghua, manhwa, nivel, LA, sama audio dramanya ku tonton semua 👍


saking nge fans nya aku wkwkwkwk


Yang suka sama genre BxB mesti tau cerita satu ni



Udah segitu aja dari author, maaf author sama numpang curhat sama promo.


sekian di episode ini, jika ada salah kata, dan banyak kekurangan lainnya saya mohon maaf dan terimakasih karna sudah membaca novel author ini 🙏