
"Is nggak mau ah aku masih ketakutan gara gara yang kemarin, " ucap jujur putri Mika.
"Ih kakak penakut banget sih, aku aja pernah liat saat tengah malam, jumat keliwon lagi, " ucap Manami tertawa kecil.
"Karena urusan kami sudah selesai kami akan pergi dari sini, silakan kalian lanjutkan rapat nya dan juga kami mohon maaf atas tindakan kami yang membuat rapat anda sekalian tertunda, " ucap Manami dan putri Mika tunduk hormat lalu pergi dari aula mengerjakan aktivitas mereka masing masing.
"Baiklah semuanya mari kita lanjutkan kembali rapat rutin nya, " titah kaisar Jun lalu rapat pun kembali di mulai.
"Aku tak salah dalam memilih seorang menantu. Bahkan putri Mika yang sombong dan angkuh itu dapat ia takluk kan sungguh sangat tak terduga, " batin Kaisar Jun.
"Ternyata kau sangat menghargai sosok seorang ibu nak Manami, aku sebagai ibu mu sangat bangga kepada mu. Apa lagi kau mampu menyucikan hati nak Mika yang sudah penuh dengan dendam hanya dengan beberapa patah kata yang sangat menyentuh bagi kami para ibu. Aku bisa jamin bahwa masa depan mu akan sangat cerah nak, " batin permaisuri Mayumi, selir Minami dan selir Shu.
Note :
Sebelum lanjut author mau bilang ya, rapat rutin ini di hadiri oleh semua anggota keluarga kerajaan kecuali para menantu yang belum secara resmi masuk ke dalam keluarga. Walaupun para pangeran berstatus pangeran kedus, ketiga, atau pun keempat dan putri berstatus putri pertama maupun kedua, mereka tetap memiliki peran dalam rapat untuk mengutarakan pendapat jadi mereka ikut ambil dalam rapat itu.
Back to story๐๐ป
"Wah kakak ipar hebat sekali, bisa bisanya menaklukkan si ular berbisa, kau memang kakak sejati kak Manami, " batin putri Shiera.
"Kakak ipar sangat hebat. Aku harus belajar banyak hal dari dirinya, " batin putri Rika.
"Wawwww , kakak ipar kau membuat sebuah kejutan di tengah rapat membosankan ini. Tetapi kenapa kau harus pergi dengan cepat sih, jadi mulai lagi deh rapat membosankan ini," batin pangeran Atsushi.
"Jasa para ibu kah?, kakak ipar kau sangat hebat dalam menyusun kata kata sampai aku pun ikut tersentuh. Tiba tiba jadi kangen sama ibunda padahal tiap hari kan juga ketemu, aku jadi merasa belum pernah memberikan yang terbaik untuk membalas kasih sayang dan perjuangan mereka untuk merawatku," batin pangeran Hikaru.
"Tak ku sangka putri Manami memaafkan putri Mika begitu saja. Sungguh orang yang baik hati," batin para mentri dan yang lainnya.
"Hmmm, gadis kecil ku kau membuat ku semakin tak ingin jauh dari diri mu. Cepatlah pergi dan cepatlah pulang, aku akan merindukan mu selama kau pergi, " batin pangeran Raiden sambil tersenyum tipis setipis tipisnya.
"Kau sangat cantik dan sempurna Manami. Tapi hari ini aku jadi sadar bahwa kecantikan dan kesempurnaan mu itu tidak akan pernah layak aku dapatkan, "
"Hah, mungkin aku harus berusaha melupakan diri mu dan mulai menerima putri Mika. Aku harus berubah menjadi laki laki sejati lagi pula putri Mika yang sekarang lebih baik dari putri Mika yang dulu, " batin pangeran Daiki tersenyum tipis.
"Tak ku sangka diri ku yang buruk dan kotor ini akan dapat sebuah ampunan dari putri Manami. Bahkan kotoran yang sangat bau pun kalah dari diri ku tetapi dia dengan mudahnya mencuci bersih diri ku dan menjadikan ku orang yang lebih baik. Terimakasih banyak putri Manami kau telah membuka lebar hati sempit ku dan mata ku yang suka memandang jijik orang lain, " batin putri Mika.
"Seburuk buruknya orang pasti akan bisa berubah menjadi lebih baik. Sebaik baiknya orang dapat berubah menjadi buruk. Hanya dengan kata kata menyentuh hati, siapapun yang mendengarnya akan luluh seketika, " batin Shiro dan Yuki tersenyum.
Author : Dan begitulah acara membatin berjamaah selesai. Kalau author sih cuma mau bilang dasar tukang mbatin kalian ๐.
Oke kita skipp pagi hari berikutnya tepat saat keberangkatan Manami, Shiro dan Yuki menuju istana mawar merah dan kepergian Manami, Shiro dan Yuki dari istana kerajaan Anshin.๐ฅ
"Baik, kalau begitu Manami dan yang lainnya berangkat dulu ya, oh dan khusus untuk diri mu jangan pernah mencari perempuan lain di belakang ku, awal kalau sampai ketahuan kau akan mendapat hukuman, "ancam Manami pada pangeran Raiden sebelum ia benar benar pergi bersama Shirl dan Yuki menunggang i sebuah kuda.
"Aku tak akan pernah menghianati mu walau hati mu bukan untuk ku. Karena itu cepat lah kembali, " ucap pangeran Raiden.
"Dik Manami segeralah kembali ya, kita bisa ngobrol panjang lebar nanti, " ucap putri Mika sambil melambaikan tangannya ke arah Manami yang sedang menunggang kuda bersama Yuki dan Shiro.
"Hadeh, belum juga pergi udah di suruh balik. Dasar anak mama ya gini udah ah capcus, " ucap Manami memperlaju lari kuda yang ia naiki menuju ke hutan tanpa nyawa.
Skip lagi sesampainya di lapisan terdalam hutan tanpa nyawa.
"Hormat kami pada Queen Manami, Wakil Queen Yuki dan King Shiro," ucap penjaga gerbang istana mawar merah tunduk hormat ketika melihat kedatangan Manami dan kawan kawannya.
Note :
Queen ( yang pasti adalah Manami)
Wakil Queen atau wakil pemimpin ( si Yuki )
King atau bisa di sebut raja ( pastinya adalah si Shiro)
Back to story.
"Buka gerbangnya. Dan umum kan bahwa mulai sekarang gerak gerik kalian dalam membasmi para bajin*an dan jalan* liar akan ku pimpin dan ku atur, oh ya katakan juga kalau mulai sekarang aku akan tinggal di sini!," titah Manami kepada kedua peria penjaga gerbang itu.
"Yes, My Lord, " ucap Mereka serempak lalu membukakan gerbang.
Setelah Manami dan kawan kawan memasuki gerbang dan berjalan menuju vila, salah satu dari penjaga gerbang itu menggiring kuda ke tempat para kuda lain berada lalu pergi melaporkan semua yang di katakan Manami pada anggota lain menggunakan pengeras suara semacam toa yang membuat semua anggota dapat mendengar nya.
"Hah akhirnya bisa nyantai juga di tempat asri kek gini. Yuki tolong ambilkan beberapa camilan dan jus buah dong, aku mau bersantai sejenak, " pinta Manami.
"Baik nona akan saya ambil kan sebentar, " ucap Yuki lalu bergegas menuju ke dapur.
"Tuan apa yang akan kau lakukan setelah ini?, " tanya Shiro sambil ikut duduk di sofa tempat Manami duduk.
"Hmmmm, aku ing-....., hmmm apa itu?, " bingung Manami ketika mendengar suara yang sedikit berisik.
Gedebruk.... Gedebruk.... Gedebruk.... ( oke anggep aja suara langkah kaki yang berjalan terburu buru. Author nggak tau gimana suaranya jadi gitu aja ya๐ )