
"Ah itu adalah anak saya yang terakhir yaitu putri Shiera, saya harap anda sekalian meluangkan waktu untuk pergi ke sana dan menikmati bermalam di istana saya sebagai tanda ucapan terimakasih, " ucap kaisar Jun penuh harap.
" Ternyata sebentar lagi kau sudah berulang tahun Shiera, sebentar lagi masa hidup mu akan berkurang, aku akan datang dan memberimu hadiah yang terbaik dasar putri kekanak kanakan, " batin Manami sambil tersenyum.
"Anda tenang saja kaisar Jun saya akan datang ke pesta itu sebagai tamu nanti, anda bisa menunggu ke datangan saya besok, " ucap Manami lalu menghilang dari pandangan pihak kaisar bersama dengan kawan kawannya.
Kaisar Jun pun kembali melanjutkan perjalanan dengan suasana hati yang amat senang karena bisa menyelamatkan hadiah untuk putrinya dan dapat mengundang sang Queen Nightmare mafia yang terkenal tak tersentuh dan misterius juga jarang menerima undangan dari seseorang kecuali terkait misi bahkan tidak pernah kecuali ajakan yang di ajukan oleh kaisar Jun.
Sementara itu Manami dan kawan kawan memutuskan untuk kembali ke vila menyiapkan hadiah untuk putri Shiera. Padahal aslinya sih mereka kembali karena memang jam libur mereka ( punya banyak waktu luang karena tidak ada misi yang terlalu banyak) sudah habis tapi Manami maunya author tulis alasan di atas. Dia bilang gini
"Thor yang lebih enak dikit dong alasannya masak gara gara hari libur udah kelar"
Terus author jawab, " bukanya alasan itu bukan makanan?, emang alasan itu harus enak ya? "
Terus Manami jawab, " jangan jadi beg*,bilang aja mau pilih hadiah buat si adik"
Terus author pasrah, " oke deh oke, "
Saat author sedang menjelaskan tiba tiba Manami datang.... Jeng jeng jeng
"Oi jangan bilang bilang dong, malu maluin orang aja ni orang!, " Manami pun datang marah marah, hiks hiks hiks kasihan banget authorš¢
Oke kita balik ke cerita aja ya biarkan kesedihan author karena Manami hanya Tuhan yang tauš
Oke back to story
"Oi para penghuni rumah incess dah pulang nih, mana sambutannya?, kok sepi amat?!," teriak Manami sambil memasuki vila rumahnya yang sepi kek rumah ber hantu.
"Ini pada kemana sih kok sepi amat?, " bingung Manami.
"Mungkin pada milih ke surga ketimbang denger suara mu, " ucap Aka begitu saja tanpa menyaring kata katanya.
"Kalo ngomong jangan ngawur lu, kami cuma lagi banyak tugas jadi baru sampai di sini. Sory ya kami nggak kayak kalian yang suka banget main main di luar meninggalkan tanggung jawab, " ucap Naomi yang tiba tiba nongol dari belakang mereka bersama Kiyomi dan Midori.
"Tuan selamat datang, apakah liburan mu menyenangkan tadi?, " tanya Midori.
"Kami sangat bersenang senang kok, " jawab Manami.
"Yo Midori, lu masih kaku aja kalau ngomong santuy sama kita kek gini, " ucap Wolf merangkul Midori.
"Aku hanya tidak terbiasa itu saja, aku akan berusaha untuk tidak berbicara terlalu formal, " ucap Midori merasa risih.
"Woi jangan modus lo, enak aja maen pegang pegang perempuan. Apa kau tau harga dari tubuh seorang wanita yang masih segelan itu mahal hah?, " oceh Naomi.
"Iya is ribet amat lu, cuma pegang doang kok, sebagai teman sahabat bukan mau berbuat mesum tau nggak sih?, jadi orang kok galak amat," dengus Wolf kesal sambil melepas rangkulannya.
"Jangan ribut lagi aku mau istirahat lalu cari hadiah buat Shiera kalian pada balik ke rumah masing masing sana," usir Manami.
"Njirrr gusir dia, " beo Aka.
"Tanyanya satu satu bambang, kalau gitu ga bisa jawab malah bingung sendiri, " ucap semua orang yang ada di sana serempak.
"Hehehehe sory, "ucap Naomi cengengesan.
"Hah jadi tadi di jalan pulang kami bertemu dengan kaisar Jun ayah ku, " ucapan Manami terpotong.
"Padahal tadi lagi main bukan lagi mau pulang, " celetuk Aka
"Karena ayah di serang oleh sekelompok perampok yang mengaku sebagai bagian dari kita aku pun membantunya, " ucapan Manami terpotong lagi.
"Padahal kami ikut membantu tapi bilangnya cuma 'aku', " ucap Wolf.
"Aku memberikan mereka hadiah yang bagus kemudian berbincang sebentar dengan ayah dan ternyata ia sedang kembali dari perjalanan nya ke kerajaan tetangga dan mampir membeli hadiah untuk anaknya yang berulang tahun, " ucapan Manami kembali terpotong.
"Cih padahal kita yang memberikan mereka pelajaran tapi ngakunya 'aku', " ucap Aka.
"Aku bertanya siapa yang berulang tahun dan ayah bilang kalau itu adalah Shiera dan dia juga mengundang ku agar hadir ke pesta ya udah aku mau aja, lagi pula dia kan adik ku, " ucap Manami terpotong lagi.
"Kaisar bilang ' para tuan dan nona ' kok bukan 'aku', sok sokan, " ucap Wolf.
"Woi kalian lagi ngapain sih?!, mau ku hukum apa?! , bikin orang marah aja bisanya, mau ku buang kalian hah?!, " marah Manami karena dari tadi ucapannya di potong.
"Oh maaf ga sengaja, " ucap Wolf dan Aka santuy.
"Jadi aku mau istirahat lalu cari hadiah karena itu pergi dari rumah ku tanpa terkecuali semua orang selain aku!, " teriak Manami marah membuat semuanya segera pergi.
"Oh iya Naomi kemana perginya abang abang mu?, " tanya Manami sebelum Naomi benar benar pergi.
"Mereka sedang ada di markas, apakah ada sesuatu Queen?, " tanya Naomi.
"Tolong beritahu mereka tentang aku yang akan pergi ke pesta Shiera, oh iya dan bilang kalau aku akan pergi tiga hari lagi. Suruh mereka untuk menyiapkan keberangkatan ku dan utus beberapa orang untuk menjaga kami dari balik bayangan nanti ketika aku pergi dengan yang lainnya!," perintah Manami.
"Yes, your Highness," ucap Naomi tunduk hormat.
"Ha?, your Highness?, sejak kapan kau menggunakan kata kata itu?, " tanya Manami.
"Hehehehe para anak anak kecanduan liat anime jadi mereka mulai menjawab perintah anda seperti itu dan menjawab perintah kami dengan kata 'Yes, My Lord', kalau tidak ada hal lain saya akan pergi Queen, " jelas Naomi lalu pergi meninggalkan Manami.
"Kecanduan nonton anime?, pada otaku kah itu anak?, atau wibu?, " bingung Manami lalu mulai membersihkan diri dan istirahat alias ngebo di atas kasur.
Sementara itu di istana kerajaan Anshin di depan gerbang istana.
"Ayah akhirnya kau pulang aku sangat merindukan mu!, apakah kau baik baik saja ayah?, tidak ada yang luka kan?, " ucap putri Shiera berlari ke arah gerbang dan langsung memeluk erat tubuh kaisar Jun.
"Hahahahaha anak ayah yang cantik, ayah tidak apa apa kok walau tadi di tengah jalan ada sedikit masalah, " ucap kaisar Jun lalu menggendong putri Shiera dengan kedua tangannya di samping pinggang ( kayak ibu ibu yang gendong anaknya itu loh, author ga tau apa namanya).
"Ayah selamat datang kembali, apa yang kau maksud dengan halangan tadi ayah?, " tanya pangeran Daiki yang datang bersama para ibu dan anak kaisar Jun yang lain.