Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 23



"Wah, ternyata rumor tentang wajahnya yang jelek itu juga bohong, lihat lah wajahnya sangat cantik dan putih, kulitnya juga lembut, "kata si A.


"Kau benar bahkan dia lebih cantik dari putri Mika, " kata si B.


"Aku jadi ingin menikahinya, " kata si C.


"lya kau benar, dia sungguh cantik seperti seorang dewi," tambah si D.


Putri Mika dan Manami yang mendengar pujian dari mereka kaget seketika.


"Hah?, bagaimana bisa wajahnya lebih cantik dari aku, bukankah seharusnya dia di cemohi kenapa sekarang malah di puji puji, huh dasar jal*ng sialan, " batin putri Mika.


"Hah?, mereka bilang gue cantik?, bukankah gue udah pakai topeng kulit buat nutupin kecantikan gue?, kenapa mereka bilang gue cantik sih?!," batin Manami kebingungan.


Flashback On :


Saat Manami telah selesai mandi sebelum ia berangkat ke kerajaan Anshin, ia mengeluarkan topeng kulit dari kipasnya lalu menggunakannya untuk berjaga jaga jika nanti ia harus menunjukkan wajahnya.


Kenapa Manami bisa kepikiran seperti itu?, karena ia sudah bisa menebak bahwa pesta yang di laksanakan itu tidak akan mudah untuk ia lalui dan pasti ada saja yang ingin menjelek jelekkan dirinya dan keluarganya.


Tapi sepertinya itu tidak ada gunanya, karena walaupun dia memakai topeng kulit di wajahnya, ia tetap cantik walau tak secantik aslinya.


Flashback Off.


Manami kembali ke tempat duduknya dan bertanya kepada keluarganya.


"Hei, apa benar aku masih kelihatan cantik?, " tanya Manami.


"lya kakak, walau pun tak secantik kakak biasanya, " jawab putri Akane.


"lya adik, kecantikan mu hanya terlihat setengah dari yang pernah kami lihat sebelumnya. Tapi bagaimana bisa mukamu jadi seperti itu?, " tanya pangeran Kazuki yang di dukung oleh yang lain.


"Sebenarnya aku menggunakan topeng kulit dari tempat asal ku untuk menyembunyikan kecantikan ku, tapi ternyata tak ada gunanya, "ucap Manami dengan suara kecil.


"Oh begitu, hihihi anak ku memang cantik jadi mana bisa di sembunyikan kecantikanya, "ucap kaisar Dai.


"lh, ayah pd sekali, " sinis Manami.


"Pd itu benda apa?, " tanya mereka berlama selain Manami kompak.


"Aih, pd itu artinya percaya diri, " jelas Manami.


"Oh gitu, lah emang ayah pd, kan kamu sama adik mu emang cantik, " ucap kaisar Dai.


Putri Mika yang melihat semua orang memuji muji Manami merasa sangat marah hingga mukanya sudah seperti tomat matang sedangkan pangeran putra mahkota mukanya sudah menghitam karena menahan amarah dan merasa sangat sial karena telah mengabaikan sebuah permata indah yang penuh lumpur hanya untuk sebuah batu yang bersih.


Berbanding terbalik dengan pangeran Raiden yang sangat senang dengan gadis kecilnya itu hingga dia tak pernah lepas memandang Manami yang sedang berbincang bincang ria dengan keluarganya sambil memakan hidangan yang ada.


"Hmmmm, aku tak pernah salah telah memilih mu gadis kecil ku," gumam pangeran Raiden.


"Hah?, kak apa kau mengatakan sesuatu?, " tanya pangeran ketiga.


"Tidak juga, " jawab pangeran Raiden.


"Kak ternyata kau pintar juga ya memilih wanita, ia bahkan lebih cantik dari pada putri Mika, hehehe kasihan sekali kakak putra mahkota, " puji pangeran Atsushi.


"Sudah ku bilang aku selalu yakin akan kata kata ku sendiri, " sombong pangeran Raiden.


"lya deh iya deh, " pasrah pangeran Atsushi.


"Huh dia bahkan lebih cantik dan berbakat dari pada putri bermuka dua itu, kenapa putra ku bisa memilih ular bermuka dua itu, " gerutu permaisuri Mayumi.


"Sabar kakak ini mungkin adalah takdir dari tuhan, " ucap selir Minami.


"lya kakak benar, tapi aku masih berharap bahwa dia bisa menjadi menantu kita, " ucap selir Shu.


"Kau benar, " ucap selir Minami dan permaisuri Mayumi secara serentak.


Semua orang asik mengobrol dengan yang lain membicarakan kecantikan dan bakat Manami hingga akhirnya suara kaisar Jun menghentikan obrolan mereka.


"Bagus sekali bagus sekali, ternyata kau adalah orang yang cantik dan berbakat. Aku suka pada mu tapi sayangnya kau tak jadi menjadi menantu ku, " ucap kaisar Jun.


"Terimakasih kaisar Jun atas pujiannya, " ucap Manami sambil memberi hormat lalu kembali menikmati kue yang tersedia di atas meja.


"Jika ayahanda ingin putri Manami menjadi menantu anda, bolehkah saya, menjadikanya sebagai permaisuri masa depan saya?," ucap pangeran Raiden secara tiba tiba membuat semua orang yang ada di taman sangat kaget dan membuat Manami tersedak kue.


"Apa yang kau katakan itu benar putra ku?, tidak biasanya kau tertarik pada seorang wanita, " tanya selir Minami selaku ibu dari pangeran Raiden.


"lya, apakah itu benar?," dukung kaisar Jun.


"Saya tidak akan pernah main main dengan apa yang saya katakan ayahanda, ibunda," jawab pangeran Raiden.


"APA?!, JADI KAU SUNGGUH INGIN MENIKAH DENGAN PUTRI MANAMi?!, " teriak kaisar Jun karena terlalu kaget.


"Iya, ayahanda, " jawab singkat pangeran Raiden sambil mrmandangi Manami sambil tersenyum yang membuat manami bergidik ngeri.