
"Wis jahat bener jadi orang, " ucap Kiyomi sok mendramatisir.
"Jangan sok sok an drama, ngomong ngomong sejak kapan lu bisa nyanyi lagu dangdut koplo kek gitu?, " tanya Wolf mrngintrogasi.
"Oh sejak beberapa hari yang lalu, " jawab Kiyomi santuy duduk sambil cari harta karun.
"Dasar ga ada akhlak, " ucap Wolf tak habis pikir.
"Gue orang cantik orang baik gue sabar π, " ucap Kiyomi.
"Ya emang lu cantik, siapa bilang lu ganteng?, " ucap Manami santuy sambil nonton tv plus ngemil.
"Iya in aja biar seneng, lebih baik pergi ketimbang jadi stres gara gara nahan emosi mulu, " ucap Kiyomi berusaha tenang se tenang mungkin lalu pergi meninggalkan yang lainnya entah kemana.
"Rin jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?, kau sudah pergi selama satu tahun lebih sekarang kau bisa kembali karena kami pun sudah menjadi lebih kuat dari yang dulu dan mampi mengelola markas dengan baik," ucap Yuki mulai buka suara.
"Kenapa kau tiba tiba menanyakan hal itu Yuki?," tanya Manami masih sambil ngemil dan nonton tv.
"Ya aku hanya ingin tau saja rencana mu selanjutnya setelah melihat semua kerinduan yang mendalam di kedua keluarga mu itu, " jawab Manami sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar jawaban Yuki membuat Manami menghentikan aktivitas nya nyemil dan lalu menunduk terlihat seperti sedang berfikir.
"Aku sebenarnya sangat ingin pulang karena aku juga sangat rindu kepada mereka tapi jika aku kembali akan kah mereka marah pada ku?, " tanya Manami dengan muka sendunya.
"Apa maksud mu Rin?, jika kau pulang kenapa mereka harus marah?, seharusnya mereka senang karena akhirnya kau kembali dan tentu saja itu yang akan terjadi nantinya, " jawab Yuki dengan nada menyemangati.
"Kalau yang terjadi malah sebaliknya gimana?, kalau dia perpaling dari diri ku bagaimana?, akan kah aku kuat menerima kenyataan itu?," tanya Manami lagi.
"Jangan bicara begitu. Apa kau lihat dia selalu menunggu mu dan mencari mu di semua tempat selama setahun belakangan ini?, bisa kah kau lihat betapa tulus dan tegarnya dia saat kau pergi dari sisinya?, dan lihat lah kau sekarang yang sudah nampak tak berdaya seperti seekor mangsa yang bertemu peredator," ucap Shiro.
"Tepi....π ," ucap Manami ragu.
"Jika kau terus bersikap seperti ini maka kau tidak akan pernah bisa maju tuan, " ucap Shiro serius.
"Jika kau memang cinta maka pergilah namun jika kau memang tidak menganggapnya maka katakan lah kepadanya agar dia tak lagi menunggu sesuatu yang tak pasti kepemilikan nya, " ucap Ryu.
"Tidak tentu saja aku mencintainya, menganggapnya sangat penting tapi...... tapi....... tapi aku takut dia membenci ku karena ke egoisan kuπ£," ucap Manami dengan suara halus tidak seperti yang biasanya tetapi lebih terkesan mengandung rasa sedih yang amat mendalam dalam setiap suara yang ia keluarkan.
"Jika begitu maka pergi lah. Jangan kau lebih egois lagi dengan membuatnya lebih menderita, " ucap Tora buka suara.
"Aku.... Aku... Aku, hah. Aku lelah mau istirahat dulu. Terserah kalian mau kemana yang penting jangan ganggu aku, " ucap Manami pergi ke kamarnya dengan lemas karena lelah dan perasaannya yang campur aduk.
"Maaf tuan jika kami menyakiti perasaan mu tetapi ini adalah hal yang terbaik untuk mu yang bisa kita lakukan, " ucap Ryu dan Tora dan dengan segera suasana pun berubah menjadi suasana sendu penuh kesedihan.
Namun di tengah tengah suasana sedih itu tiba tiba....
"Helo helo helo pangeran dari negeri dongeng cambek nih ama putri cinderella!, " suara menggelegar dari Juro menusuk tepat di telinga semua orang yang ada di sana membuat suasana berubah menjadi seperti semula.
"Eh kodok kodok, " latah Yuki.
"Aduh Juro kecempung got, " latah Aka.
"Eh Juro nyungsep di selokan, " latah Wolf.
"Aduh aku cantik, " latah Fuki.
"πππππ jangan bawa bawa nama gue kalo ngelatah, " ucap Juro.
"Bener tuh ga ada akhlak padahal di rumah orang, " cibir Naomi.
"Jangan banyak bac0t, Queen di mana kok ga keliatan?," tanya Juro.
"Baru saja tadi pergi ke kamar istirahat. Emang mau apa lu cari cari Queen?, " jawab sekaligus tanya Yuki.
"Kami tadi dapat surat undangan dari kerajaan Anshin tentang pernikahan putra mahkota mereka yang akan di adakan dua minggu lagi, " ucap Juro santuy.
"Kalian pergi saja sana, biar nanti kami saja yang kasih tau ke Queen, " ucap Yuki.
"Heh tumben banget pasti ada apa apanya nih," goda Juro.
"Hah, suasana hati tuan saat ini sedang tidak baik jadi sebaiknya jangan di ganggu, " ucap Midori buka suara.
"Oh, gitu, " ucap Juro mrnanggapi.
"Perasaan tadi masih cerewet deh kenapa sekarang jadi gitu?, " tanya Kiyomi.
"Jangan banyak tanya mending kalian pergi aja sana!, " suruh Yuki sedikit teriak.
"Bukan rumah sendiri tapi ngusir orang lain dasar ga ada akhlak, kita pergi aja yuk my cinderella, " sinis Juro sambil menarik Kiyomi untuk pergi.
"Woi siapa yang cinderella?!, aku ini Kiyomi bukan cinderella dasar beg0!, " teriak Kiyomi tak terima.
"Heh bukannya cinderella itu cantik kenapa kau tidak mau?, " tanya Juro.
"Karena cinderella itu harus jadi pembantu kalo aku mah ogah, " jawab Kiyomi sambil mengibas ibaskan tangannya.
Dan begitulah mereka melakukan sesi tanya jawab sambil terus berjalan kembali ke markas.
"Aje gile mereka kek anak kecil ae, " ucap Aka.
"Ngomong apa lu tadi ga denger aku?!, " tanya Wolf.
"Aku bilang si Wolf itu telinganya kebuntetan kotoran ayam, " ucap Aka becanda.
"Ngehina gue lu ya?!, udah berani ya?, " seru Wolf tak terima.
"Salah siapa jadi orang sok sokan bude9, " ucap Aka santuy.
"Kan lagi gabut ya maklum lah, " ucap Wolf tak kalah santuynya.
"Pada ga bener nih dua makhluk, " gumam Yuki.
Di tempat Manami berada.
"Hiks...hiks....hiks aku benci dengan diri ku sendiri. Bagaimana bisa aku begitu egois seperti ini?, apakah aku pulang saja?, agar nanti tidak ada lagi yang rindu pada ku dan jikalau mereka marah pada ku akan ku terima dengan lapang dada, " ucap Manami sambil memeluk boneka beruang lucu,lembut nan besar berwarna putih dengan pita merah di lehernya yang selalu menemani Manami tidur di kamarnya.
"Dasar Manami bod*h, Manami ga peka, Manami jahat!, " ucap Manami mengumpat dirinya sendiri di balik selimut hangat yang tengah menutupi seluruh tibuhnya.
Dan karena terlalu lelah setelah pergi ke pesta di tambah terlalu lelah menangis akhirnya Manami tidur dalam kesendirian sambil di temani boneka kesayangannya.
Asekkkk lebay banget sih lu thor γ(γ»Ογ»)γ