
"Kalau mau lagi maka cepatlah buka mulut mu, " ucap pangeran Raiden kembali menyodorkan sendok berisi es krim ke depan mulut Manami.
"Oke, oke, aku buka mulut, ammmm~," ucap Manami memakan es krim yang di todongkan oleh pangeran Raiden.
"Hmmm, enak. Memang benar makan es krim itu paling enak pas lagi panas panasnya. Oh iya, kau suka dengan bunga berjenis higanbana ya?, "tanya Manami kepada pangeran Raiden yang terus menyuapi Manami layaknya anak kecil.
"Iya, memang kenapa?, apa kau tidak suka?, jika kau tidak suka maka aku akan menyuruh para pelayan untuk menyingkirkan bunga bunga itu, "jawab pangeran Raiden.
"Eh tidak, jangan dong, kan kasihan nanti bunganya. Mereka dengan usaha yang sangat keras berusaha untuk tumbuh dan mekar menjadi bunga yang cantik agar di puji semua orang bukan agar di jelek jelek kan oleh orang, " ucap Manami sedikit kesal karena pangeran Raiden ingin memberantas bunga kesukaannya.
"Sepertinya kau sangat menyukai bunga itu juga, kalau begitu akan ku suruh para pelayan untuk menanam lebih banyak bunga berjenis higanbana, " ucap pangeran Raiden.
"Wah beneran nih, jangan lupa bunga bawar juga ya, " pinta Manami.
"Kenapa?, apa kau suka dengan bunga mawar?, tapi bunga itu kan berduri, bagaimana kalau nanti kau terkena durinya?, " ucap pangeran Raiden khawatir.
"Weh jadi laki kok lebay amat sih, "batin Manami.
"Tak apa, aku tidak akan se ceroboh itu sampai sampai terkena duri mawar. Lagi pula mawar adalah jenis bunga ke dua yang paliang aku sukai setelah bunga higanbana di tambah bunga mawar adalah bunga keberuntungan ku, " ucap Manami meyakinkan.
"Huh baiklah, tapi apa untungnya bagi ku jika aku melakukannya?, " tanya pangeran Raiden.
"Tentu saja kau punya keuntungan. Nanti kan taman mu jadi terlihat lebih indah dan lebih sejuk di pandang, " jawab Manami.
"Oh iya ngomong ngomong, turunin aku dong, aku bisa duduk sendiri nggak usah pakek di pangku segala, aku udah gede, " ucap Manami memberontak.
"Hooh, kenapa kau baru sekarang minta di turunkan dan tidak sedari tadi?, apa kaus sudah puas duduk di pangkuan ku jadi mencari alasan untuk pergi?, " ucap pangeran Raiden dengan gaya menggoda.
"Apa maksudmu tentu saja aku tidak bermaksud begitu. Salah siapa es krim yang kau suapkan pada ku sangat lembut dan manis membuat aku lupa keadaan, " ucap Manami jujur.
"Oh jadi begitu, makanlah satu suapan terakhir es krimnya dan lalu aku akan memberikan mu yang lebih mania dan lembut dari es krim ini, " tawar pangeran Raiden menyodorkan sendok es krim.
"Hah?, beneran nih ada yang lebih manis dari es krimn, mau dong mau dong, " ucap Manami bersemangat dengan mata berbinarnya.
Note :
Manami adalah orang yang sangat suka dengan makanan manis tapi juga tidak menghalanginya untuk menyukai makanan jenis lain.
Balik ke cerita.
"Kalau kau mau cepat buka mulut mu dan makan ini, " perintah pangeran Raiden masih dengan menyodorkan sendok es krim nya.
"Oke oke, ammm~,nih dah aku makan, sekarang berikan makanan yang kau katakan tadi dan cepat turunkan aku, " ucap Manami.
"Hmmmmm, kenapa kau bisa yakin sekali kalau yang ku maksud adalah makanan?, aku tidak mengatakannya seperti itu loh, " ucap pangeran Raiden.
"Lah terus kalau bukan makanan apa dong?, kau tidak berbohong pada ku kan?, cepat tunjukkan jika kau tidak berbohong kepada ku, " ucap Manami sambil berbalik arah menghadap ke arah pangeran Raiden walau dia masih ada di pangkuan pangeran.
( Ehem ehem, jadi gini, kan tadi Manami duduknya lurus ke arah depan. Nah kalau sekarang si Manami itu duduknya menghadap ke samping kiri pangeran Raiden namun badan dan kepalanya ia piutar ke arah pangeran Raiden agar bisa menatapnya. Author jelasin kayak gini pada paham nggak?, kalau nggak paham ya udah ya nyimak aja wkwkwkwkwk ππ )
Oke balik ke cerita, udahan aja author jelasinnya.
"Hmmm, apa kau benar menginginkannya?, " tanya pangeran Raiden memastikan.
"Ya iya lah masak ya iya dong, kau harus menepati kata kata mu sendiri, cepat dong, " ucap Manami tak sabar.
"Firasat buruk apa ini yang aku katakan, " batin Manami bergidik ngeri.
"Karena kau yang memintanya maka aku akan memberikan yang terbaik pada mu sayang, " ucap pangeran Raiden tersenyum sambil mendekat kan wajahnya ke wajah Manami.
"Kamu, apa yang kau lakukan, kenapa kau...Um!, "
Tiba tiba sebelum Manami menyelesaikan kalimatnya, mulutnya di cium oleh pangeran Raiden menbuat dirinya kaget setengah mati.
"Apa yang di lakukan laki laki mesum ini, huh dia berani berbohong pada ku. Eh tapi, bibir nya terasa lebih lembut dan manis dari pada es krim tadi, apa yang dia maksud tadi adalah ini?, waaaaaaa, ternyata beneran aku yang salah paham!, " batin Manami.
Tak terasa Manami yang awalnya menolak kini mulai menerima ciuman manis dari pangeran Raiden.Tapi saat pangeran Raiden ingin menjelajahi mulutnya lebih jauh, Manami segera sadar dari rasa nikmatnya dan lalu brusaha melatikan diri dengan sekuat tenaga. Merasa dia akan kalah jika tak menggunakan kekuatanya, ia pun berusaha melepaskan diri dengan menggunakan kekuatanya lalu setelah terlepas dia pun segera meloncat ke belakang menghindar dan menjauh dari pangeran Raiden lalu bersembunyi di balik pohon berukuran sedang yang ada di sana.
"Kau, dasar laki laki mesum, kenapa kau mencium ku!, kau selalu mencium ku tanpa alasan dan tanpa izin, kau menyebalkan!, " ucap Manami kesal sambil berlindung di balik pohon.
"Hmmm, bukankah kau sudah memberiku ijin untuk melakukannya?, kau bahkan menyuruh diriku untuk melakukannya dengan cepat, " ucap pangeran Raiden tersenyum penuh kemenangan sambil nyemil makanan milik Manami.
"Ya... yakan, aku nggak tau, la... lagian sih kamu nggak bilang bilang kalau yanga di maksud tu kayak gitu, ka... kalau aku tau dari tadi udah pasti aku akan menolaknya, " ucap Manami gugup plus sedikit malu.
"Huuu, ternyata bener aku yang salah paham. Kenapa kekuatan pembaca pikiran milik ku nggak ku aktif kan sih tadi. Lagian nih otak sering di sebut pinter tapi kok kayak gini aja nggak bisa nebak sih, jadi malu kan aku, " batin Manami sebal kepada dirinya sendiri.
"Hoh, benarkah itu, kalau begitu apa kau mau kita mengulanginya lagi?, aku tak keberatan kok, " ucap pangeran Raiden yang tiba tiba ada di belakang Manami membuat Manami kaget sekaligus bergidik ngeri.
"Oh iya, siapa yang bilang kalau istri ku adalah orang yang lemah dan tidak berkultivasi?, bahkan keluatannya dapat membuatnya lepas dari pelukan ku. Benar bukan, sayang?," ucap pangeran Raiden dengan nada menggoda dan lalu meniup telinga Manami membuat sang empu pemilik telinga merasa geli.
"Sutttttt, jangan keras keras bilangnya, ada yang liatin kita tuh dari tadi, tolong jaga rahasia itu untuk ku ya plissss, " ucap Manami memohon kepada pangeran Raiden.
"Hah, karena kau adalah wanita ku maka aku akan melakukannya, kita pergi dari sini saja yuk, mereka sangat menggangu momen romantis kita, " ucap pangeran Raiden menarik tangan Manami menuju ke dalam kediamannya.
"Kau harus berjanji untuk tidak membocorkan rahaisa ku loh. Awas nanti kalau kau ember bocor, lagian apa maksud kalimat terakhir mu itu, apa kau serius?, kau membuat ku merinding, " ucap Manami.
"Aku serius, oh iya ngomong ngomong, ember bocor itu apa maksusnya?, apa aku tidak boleh membuat ember menjadi berlubang dan bocor?, " tanya pangeran Raiden dengan polosnya.
"Ya nggak gitu lah, makaudnya itu jangan katakan hal yang tadi ke siapa pun ahok, dasar ahok, wong deso we mesti reti artine masak kamu enggak, huh dasar wong pedalaman!, " ucap Manami tepok jidat.
"Oh jadi begitu toh maksudnya, oh iya kamu tadi bilang apa?, aku nggak ngerti, " tanya pangeran Raiden lagi membuat Manami kembali tepok jidat.
"Dah ah males aku jelasinnya, " ucap Manami beranjak pergi meninggalkan pangeran Raiden.
____________________________________________
Drama singkat otak dan pohon.
Pohon : Anjay kalian duo insan nggak tau tempat. Mesra mesra an di depan gue yang jones end jodi ini. Ku doa kan kalian kena karma gara gara bikin gue kayak gini. π
Otak : Weh anjay, huhuhu. Kenapa kok gue yang di salahin sih. Salah siapa lo suka di cium ama dia. Salah siapa lo nggak pakek mikir sebelum bertindak. Di tambah romantis romantis an di depan ku lagi. Tapi walau gue nggak mau liat adegan romantis mereka, kan tetep nggak bisa soalnya gue tuh otak dia. Waaaaaaaa, kok malang tenan to yo nasep mu ki rek rek. π
Hei kalian tau nggak kepanjangan dari jones dan jodi?, kalau enggak nih author kasih tau.
Jones itu singkatan dari kata jomblo ngenes dan kalau jodi itu singkatan dari kata jomblo abadi.
Nah siapa nih si sini yang jones dan jodi kayak si pohon?, kalau ada yang sabar ya. π
Sebenarnya author juga jomblo kok tenang aja π.