
"Haaah bosen bat gw, tu orang kalau masalah tugas serius nya minta ampun ye, " gumam Manami sembari melihat pangeran Raiden yang tengah serius mengerjakan tugasnya.
"Tapi kalo di lihat pas lagi serius gitu gw ngerasa dia kok malah tambah gans ye?π," batin Manami.
"Udah siang mending makan siang aja ah, " ucap Manami kegirangan.
"Pengen ngajak dia tapi manggilnya apa ya?, masalah orang yang nggak pernah punya hubungan cinta selama ini itu sulitπ©, "batin Manami.
"Panggil sayang? menjijikkan, ealah nanya aja ah, " gumam Manami merinding sendiri ketika menyebutkan kata sayang.
Manami mulai bangun dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah pangeran Raiden.
Setelah sampai di depan meja pangeran Raiden, Manami menggebrak meja dengan kuat membuat pangeran Raiden menengok ke arah Manami.
"Aku ini harus memanggil mu apa?, " tanya Manami to the point membuat pangeran Raiden terdiam sesaat lalu tertawa.
"Pufttt, kau sangat aneh, kau bisa memanggil ku apa pun yang kau mau, " jawab pangeran Raiden.
"Kalau begitu ku panggil gunung es mau? π," kesal Manami karena perkataannya di anggap seperti candaan oleh pangeran Raiden.
"Jika panggilan itu hanya khusus untuk ku maka aku akan menerimanya, tapi aku lebih suka jika kau memanggilku sayang, " goda pangeran Raiden.
Seketika bulu kuduk Manami berdiri mendengar kata sayang terucap dari bibir pangeran Raiden.
"Jangan menawar aku di sini bukan pasar, aku akan memanggil mu gunung es saja hump, " kesal Manami sembari meninggalkan pangeran Raiden di ruangan itu.
"Mi er mau kemana kau?, " tanya pangeran Raiden.
"Pergi mengambil makanan untuk mu dan untuk ku, ini kan sudah siang ya waktunya makan lah!, " balas Manami di balas senyuman oleh pangeran Raiden.
Skip beberapa saat kemudian Manami kembali sembari membawa makanan buatannya sendiri.
"Gunung es berhentilah bekerja dan makanlah dulu, aku membuatkan makanan untuk mu, " ujar Manami sembari meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja.
"Tunggu sebentar ini akan segera selesai, makanlah dulu, " sahut pangeran Raiden yang sedang sibuk bermain kuasnya.
"Di bilang istirahat dulu juga, waktu itu masih banyak kalau tidak selesai sekarang bisa di selesaikan besok tapi kalau kau tidak makan sekarang kau akan kelaparan dan akhirnya sakit, tau nggak sih?!, " ucap Manami terkesan memaksa sembari merebut kuas yang di pegang pangeran Raiden.
"Puftt baiklah nyonya ku, " pasrah pangeran Raiden sembari menahan tawa melihat pose Manami yang sedang berkacak pinggang sembari membawa kuasnya yang terlihat seperti seorang nyonya yang memerintah pelayannya.
Akhirnya mereka pun makan siang bersama dengan di selingi pujian dari pangeran Raiden karena masakan Manami yang enak dan kesombongan Manami yang sedari tadi di puji oleh pangeran Raiden.
Skip setelah makan pangeran Raiden meneruskan pekerjaannya sedangkan Manami sibuk melihat berita yang terjadi di dunianya dulu. Entah kenapa walau dia tidak ada di dunia aslinya, berita terkini masih bisa di lihatnya dari alat elektronik seperti hp, tv, komputer dan lain lain.
Hingga pada akhirnya Manami tertidur karena mengantuk.
Hingga jam 3 sore Manami masih tertidur menemani pangeran Raiden yang kini sudah selesai bekerja.
Dia melihat Manami yang tidur dengan nyenyak di kursinya dan menghampirinya.
Ia tersenyum lembut sembari mengusap rambut halus nan wangi milik Manami dan mengecupnya singkat.
Tiba tiba
Dok dok dok
Suara pintu di ketuk membuat pangeran Raiden beralih dari Manami ke pintu.
Ia membuka pintu yang sedang di ketuk dan mendapati Yuki sedang berdiri di balik pintu.
Melihat tatapan pangeran Raiden yang tajam dan menyeramkan, Yuki segera memberi penghormatan kepada pangeran Raiden.
"Salam kepada pangeran Raiden, " ucap Yuki sembari menunduk.
"Ada apa?, " tanya singkat pangeran Raiden.
Melihat lirikan Yuki, pangeran Raiden bisa tau kalau apa yang akan di bicarakan oleh Yuki bersangkutan dengan Manami.
" Apa yang ingin kau bicarakan?, " tanya pangeran Raiden.
"Sebelum itu bisakah kita pergi ke tempat lain, hamba khawatir kita akan membangunkan nona jika berbicara di sini, " ujar Yuki.
"Baiklah, mari kita bicara di taman saja," ujar pangeran Raiden sembari berjalan menuju taman di ikuti oleh Yuki.
"Wisss berani bener tu si Juki eh salah maksud ku Yuki, ga takut kena hukum nona apa ya?π―, " kagum Shiro yang entah datang dari mana.
Back to Yuki, skip sampai di taman.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?, " tanya pangeran Raiden to the point.
"Haaah ~, aku ingin membicarakan tentang masalah hubungan kalian, " jawab Yuki dengan nada malas.
"Apa maksud mu?, " tanya pangeran Raiden bingung.
"Apa maksud mu apa maksud mu gundul mu peang !π€, lu pura pura gobl0k apa emang gobl0k sih?, " batin Yuki emosi.
"Apa maksud mu gimana?, kau memang tidak peka apa pura pura tidak peka, " ujar Yuki penuh basa basi.
"Bisa langsung intinya saja?, " tanya pangeran Raiden dengan wajah seirus.
"Hahhh, baiklah, " pasrah Yuki.
"Orang yang nona sukai itu kau, jadi bisakah kau berhenti bertingkah seperti ada orang ketiga di dalam hubungan kalian?, " ujar Yuki dengan nada malas sanggup membuat pangeran Raiden mematung karena kaget tak percaya.
"Apa kau sedang mempermainkan ku Yuki?, " tanya pangeran Raiden setelah tidak lagi mematung kaget.
"Tentu saja tidak, semua orang juga akan tau dalam sekali lihat kalau dia itu suka pada mu, kaunya saja yang terlalu tidak peka dan terlalu menjaga jarak darinya jadi tidak menyadarinya π," kesal Yuki.
"Walau pada akhirnya lu lengket bat ama si Manami, " batin Yuki.
"Kalian itu pasangan yang sangat membuat ku emosi tau ga sih, nona yang terlalu malu dan egois karena tidak mau menyatakan cintanya dan kau yang terlalu tenggelam dalam keterpurukan, karena sifat kalian itulah drama ini jadi bikin super duper kezel orang, " ucap Yuki mewakili para penonton drama live.
"Kau tidak sedang berbohong padaku kan?, " tanya pangeran Raiden memastikan.
"Yawloh yarob ga percayaan amat ni orang, " kesal Yuki.
"Aku bersumpah kalau aku berbohong aku akan mati jika aku meninggalkan taman ini, " ucap Yuki.
Seketika petir menjawab sumpah Yuki dan dia pun segera pergi dari taman itu untuk kembali bekerja.
Tentu saja Yuki tidak mati karena mengatakan hal yang sebenarnya dan itu membuat pangeran Raiden melongo tak percaya sekaligus sangat gembira.
Ia bergegas pergi ke tempat di mana Manami tadi tertidur di iringi senyuman manis di sepanjang jalan membuat para penjaga dan pengawal yang sedang lewat melongo tak percaya dengan apa yang di lihat mereka.
Pasalnya baru kali ini mereka melihat pangeran Raiden tersenyum tanpa adanya Manami di dekatnya.
-----------------------
"Astaga syukur gw ga bohong tadi kalo gw bohong mesti gw dah mati sekarang π₯," gumam Yuki teringat aksinya bersumpah tadi.
"Salah siapa pake sumpah sumpahan segala, " cibir Shiro.
"Kalo gw ga pake sumpah tu orang nggak bakalan percaya kalik, lagian lu kok ada di sini sih ro bukannya gw nyuruh lu ke markas?, " ujar Yuki.
"Serah gw lah idup juga idup gw, " ujar Shiro langsung menghilang seperti halnya saat dia muncul secara tiba tiba tadi.
"Dasar rubah sialan, " kesal Yuki.