I Am Home

I Am Home
Minum racun



Dimas menjalani hari dengan lemas tanpa semangat hidup, setelah pertemuannya dengan Dinda membuat semua bayangan indah Dimas terkait hubungannya dengan Namira mendadak sirna.


Semesta seakan sedang bercanda dengan Dimas, ketika dia sudah merasa sangat bahagia dengan Anna, semesta tak merestuinya hingga Anna pergi meninggalkan Dimas dengan sejuta luka, kini setelah Dimas mampu bangkit dari keterpurukannya dan merasa sudah menemukan kebahagiaan baru, lagi lagi semesta mengujinya, jalan terjal harus Dimas lalui untuk bisa bahagia.


Dimas memasuki kelas dengan langkah gontai, dia melemparkan tas nya ke atas meja kemudian langsung menjatuhkan dirinya di atas bangku.


"Lemas banget men" sindir Amar, Dimas yang setiap pagi selalu ceria dan hyperaktif setelah bersama Namira tiba tiba pagi ini terlihat sangat lesu tanpa semangat hidup.


"Belum di kasih kiss lo sama Namira" ledek Amar.


"Brisik lo" sungut Dimas.


"Ish ngambekan lo kaya cewe" cibir Amar kemudian memilih pergi keluar kelas, saat dia sampai di depan kelas dia mendapati Noval dan Ardi yang tengah berbincang serius.


"Kok Dinda bisa tahu?" Tanya Noval ketika Amar mendekatinya.


"Tahu apa men?" Sergah Amar.


Huh..... Ardi membuang nafas berat


"Gue males ngulang cerita dari awal men" ucapnya sembari menatap Amar.


"Cerita aja repot banget lo, salah siapa lo cerita berdua doang gak ajak gue" omel Amar.


Dengan berat hari akhirnya Ardi bercerita dari awal, mulai dari pertemuan Dimas dan Dinda, hingga semua ucapan Dinda tidak lupa Ardi ceritakan, sampai yang paling mengejutkan Amar ketika Ardi bilang jika Dinda sudah tahu perihal hubungan Dimas dan Namira.


"Kok Dinda bisa tahu? Tanya Amar yang membuat Noval dan Ardi geram kemudian menatapnya tajam.


"Kan gue nanya doang kenapan lo berdua melotot" sengit Amar.


"Gue juga gak tahu men Dinda tahu dari mana hubungan Dimas sama Namira" jawab Ardi jujur.


"Bentar bentar men" Amar mulai memberikan analisa dengan tingkat sok tahunya yang tinggi seperti biasanya, Amar menerka kemungkinan siapa orang yang membocorkan hubungan Namira dan Dimas pada Dinda, mulai dari the bad boys, lalu Daisi, Anggi bahkan Namira sendiri tidak luput dari analisa Amar.


"Kalau Daisi gak mungkin" bela Noval.


"Cieeee...." Amar dan Ardi kompak mengolok Noval, sampai.


Plak....


Plak....


Pukulan mendarat di kepala kedua sahabat biad*bnya itu.


"Serius jing" sungut Noval kesal.


"Kita bertiga gak mungkin, apalagi Dimas sama aja bunuh diri bilang sama Dinda" ucap Ardi yang langsung di angguki oleh Noval dan Amar.


"Apa jangan jangan" Ardi menggantungkan ucapanya, Noval dan Amar menatapnya dengan penuh rasa penasaran.


"Anggi"


Plak.....


"Aw..." keluh Ardi


"Lo nuduh cewe gue" sungut Amar yang tidak terima Anggi menjadi tertuduh.


"Analisa kampret, kan lo yang bilang kita harus menganalisa setiap kemungkinan" cecar Ardi


"Hehehe sorry sorry" ucap Amar tanpa rasa bersalah.


Ketiganya pun kembali berfikir dengan pikiran masing masing tentang siapa yang bicara pada Dinda terkait hubungan Dimas dan Namira, hingga akhirnya mereka bertiga menatap satu sama lain.


"Namira" ucap mereka kompak.


Kesimpulan yang mereka dapat adalah jika Namira sendirilah yang bicara pada Dinda terkait hubungannya dengan Dimas, mungkin Namira bermaksud untuk memberi tahu sang adik jika kini dia sudah memiliki kekasih, karena Namira tidak mengetahui hubungan Dimas dan Dinda sebelumnya jadi bisa saja Namira yang bercerita langsung pada Dinda.


"Menurut lo gimana men?" Tanya Ardi pada Amar dan Noval.


"Menurut gue Dinda gak bilang sama Namira kalau dia pernah berhubungan sama Dimas" jawab Amar.


"Kok lo bisa yakin?" Tanya Ardi.


"Kalau sampai Namira tahu hubungan Dimas sama Dinda, mungkin saja Namira sudah memutilasi Dimas atau Dimas saat ini sedang bersiap untuk" Amar menghentikan ucapanya kemudian menatap kedua sahabatnya.


"Minum racun" teriak ketiganya kompak kemudian langsung berlari masuk ke dalam kelas untuk melihat kondisi Dimas.


"Dim" ketiga manusia somplak itu langsung mengguncang tubuh Dimas dengan cukup keras, hingga kemudian Dimas mengangkat kepalanya.


"Kenapa si lo bertiga pagi pagi kaya liat orang mau mati aja" kesal Dimas.


Huh..... ketiganya bernafas lega setelah mendapati Dimas masih hidup dan sehat.


"Gue kira lo udah minum racun" ucap ketiganya.


"Gak jelas lo" cibir Dimas kemudian kembali merebahkan kepalanya ke atas meja.