
Setiap hari Dimas terus memberi perhatian pada Anna bahkan untuk hal hal kecil sekalipun, setap hari Dimas mengantar jemput Anna, bahakan dia membawakan tas milik Anna ke dalam kelasnya, awalnya Anna menolak tapi dengan mulut manisnya Dimas mampu membuat Anna pasrah menerima semua perhatian darinya.
Setelah mengantar Anna ke kelas mereka dan memastikan Anna sudah duduk dengan nyaman Dimas segera bergegas menuju kantin bunda untuk bertemu the bad boys yang sudah berada di sana, Anna menolak ajakan Dimas karena merasa sudah kenyang.
"Wih buaya bucin men" sindir Ardi ketika melihat dimas datang.
"B*acot lo" hardik Dimas seraya menyeruput gelas minuman Ardi.
"Pesan sendiri nyet" sungut Ardi setelah melihat gelas minuman miliknya di habiskan oleh Dimas.
Tanpa peduli dengan sahabatnya yang tengah misuh misuh itu Dimas segera menyatap beberapa snack yang ada di atas meja kantin.
"Men" ucap Dimas menarik perhatian ketiga sahabatnya.
"Kayanya kita belum pernah foto bareng nih" lanjutnya "Foto kaya geng mafia gitu".
"Wah ide bagus tuh" Amar menyetujui usul Dimas.
"Kapan?" tanya Ardi.
"Pulang sekolah".
"Gas" jawab ketiga anggota the bad boys.
Sebenarnya foto bersama the bad boys hanyalah alibi Dimas, niat awalnya dia ingin mengajak Anna untuk membuat kenang kenangan, namun dia tidak memiliki alasan untuk langsung mengajak Anna, Dimas takut Anna mulai curiga jika Dimas sudah tahu kondisi Anna.
Mungkin mengajak Anna foto untuk membuat kenangan hanyalah keinginan Dimas semata, namun tanpa dia sadari bisa jadi itu adalah sebuah pertanda akan suatu hal.
"Kak Dimas" sapa Dinda.
"Eh Dinda, mau jajan?" tanya Dimas, Dinda mengangguk dengan antusias.
"Ya sudah lanjut, sorry gue mau ke kelas lupa ada tugas" ucap Dimas yang langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan the bad boys tanpa berpamitan.
Bukan sekali ini saja Dimas menghindar dari Dinda, bahkan berkali kali Dimas terlihat acuh ketika Dinda menyapanya, Dimas yang awalnya ingin pelan pelan menjauhi Dinda namun kini dia secara frontal menjauh dari Dinda, semua demi Anna, bukan bukan lebih tepatnya semua demi Dimas yang ingin menjaga perasaan Anna.
"Kak Dimas kenapa ya, kok menghindari Dinda terus?" tanya Dinda kepada tiga anggota the bad boys, ketiga orang itu hanya mengedikan bahunya kemudian pergi meninggalkan Dinda yang masih berdiri di sana.
Dimas berjalan memasuki kelas, terlihat Anna tengah fokus membaca buku di mejanya.
"Cantik" sapa Dimas sembari menepuk pundak teman sebangku Anna dan memintanya pergi sebentar.
"Apasi!" kesal Reni.
"Dimas" Anna merubah posisi duduknya, dia menutup buku kemudian menyimpanya ke dalam laci.
"Fokus banget" Dimas mengelus pucuk kepala Anna.
"Engga kok, lagi baca buku aja" jawab anna sembari tersenyum.
"Gak" ketus Reni.
"Ke belakang yuk Ann" ajak Dimas karena Reni menolak untuk pergi.
"Boleh" Anna bangkit dari duduknya, kemudian mengikuti Dimas berjalan ke belakang.
Dimas kemudian menceritakan rencananya yang akan berfoto dengan the bad boys, Dimas ingin mengajak Anna ikut, dia ingin memiliki foto yang bagus bersama Anna.
"Duh gimana ya" ucap Anna menanggapi ajakan Dimas.
"Gak bisa ya?" wajah kecewa langsung Dimas tunjukkan.
"Bisa kok" Anna menjulurkan lidahnya.
"Dasar"
Dimas langsung memberikan cubitan kasih sayang di kedua pipi Anna karena terlalu gemas dengan tingkahnya, meski tidak memiliki status dalam hubungan mereka namun perilaku keduanya lebih dari sekedar orang pacaran, Dimas bahkan sangat romantis jika dengan Anna, prinsip mereka adalah yang penting mereka sama sama tahu perasaan satu sama yang lainnya.
...****************...
Studio foto
The bad boys sudah mengenakan pakaian fotmal yang rapi, dengan dasi dan jas yang sangat pas dengan penampilan mereka, mereka ber empat pun bergaya di depan fotografer dengan berbagai gaya yang menurut mereka menyerupai mafia.
Anna baru saja keluar dari ruang make up, Dimas sedikit memaksa Anna untuk mengenakan gaun, gaun yang sangat indah, bahkan gaun itu sangat layak untuk di pakai menjadi gaun pernikahan, awalnya Anna menolak ketika Dimas memintanya untuk mengenakan gaun, tapi bukan Dimas namanya jika tidak berhasil membuat Anna luluh.
"Anggap aja kita latihan pre wedding Ann" bujuk Dimas dengan nada manja di sertai kedipan mata membuat hati Anna luluh lantah.
"Wow" ucap the bad boys kompak, mulut mereka menganga dengan mata melotot melihat penampilan Anna yang sangat cantik hari itu, Anna memang bak pengantin yang tengah di tunggu oleh sang pangeran.
"Ehem" deheman yang fotografer menyadarkan the bad boys, mereka langsung tersenyum bodoh.
"Anna" panggil Dimas, Anna tersenyum malu malu mendapati dirinya di tatap dengan tatapan mendamba oleh Dimas.
Fotografer kembali mengarahkan the bad boys dan Anna dengan berbagai gaya, setelah selesai lalu Dimas meminta Anna untuk berfoto berdua bersamanya.
"Ntar kalau kita nikah gak usah pre wedd Anna, kita pakai foto ini saja". Anna terdiam mendengar ucapan Dimas.
"Lo gak mau Ann nikah sama gue?" tanya Dimas karena Anna hanya diam.
Anna menggeleng kemudian mengangguk cepat, hal itu memancing gelak tawa Dimas.
Dari sekian banyak foto, Anna memutuskan untuk mencetak salah satu foto, foto dengan pose yang sangat intim dan terlihat sangat serasi dimana Anna menggandeng lengan Dimas dan menyenderkan kepalanya di pundak Dimas, lalu Dimas mengecup lembut pucuk kepala Anna.
"Semoga Tuhan berbaik hati untuk mewujudkan mimpi kita Dim" ucap Anna seraya menatap foto itu dengan penuh haru.