I Am Home

I Am Home
Perhatian kecil



Hari senin pagi


Upacara, sebuah kegiatan yang selalu dilakukan setiap hari senin pagi di hampir seluruh sekolah yang ada di negara ini, termasuk SMA 5 tempat Dimas bersekolah, kegiatan yang tak pernah sekalipun Dimas hadiri, dari mulai kelas satu hingga saat ini Dimas kelas Dua dia tidak pernah sekalipun mengikuti upacara, namun berbeda dengan hari senin kali ini, Dimas nampak lebih bersemangat dari biasanya, bahkan dia rela berangkat pagi buta dari rumah untuk menjemput kedua sahabatnya yang juga tidak pernah ikut upacara.


"Men" sapa Dimas ketika melihat Ardi membukakan pintu.


Hoam.... Ardi menguap sembari merenggangkan tubuhnya yang masih kaku.


"Ngapain lo pagi pagi kesini?" Ardi mengucek matanya untuk melihat lebih jelas apakah orang yang berdiri di depannya adalah Dimas.


"Buruan lo siap siap ada kejutan buat lo" ucap Dimas sembari mendorong tubuh Ardi untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


15 menit kemudian Ardi sudah terlihat rapi mengenakan seragam kebesarannya putih abu abu, tanpa menunggu lama Dimas langsung menyeret Ardi untuk langsung berangkat menjemput Noval.


"Ngapain kerumah Noval?" tanya Ardi ketika Dimas menghentikan mobilnya di depan rumah Noval.


Noval terlihat sudah rapi, Dimas sudah menghubungi Noval untuk berangkat pagi agar mereka mengikuti upacara, tanpa banyak bertanya Noval menyetujuinya.


Ardi menatap penuh curiga ketika Dimas memasukkan mobilnya ke dalam halaman sekolah, tidak seperti kebiasaan mereka sebelumnya, biasanya setiap senin mereka akan langsung menuju ke rumah Amar kemudian berjalan kaki ke warung depan sekolah sembari menunggu waktu upacara selesai.


"Ngapain men pagi pagi datang ke sekolah kaya mau upacara aja" ucap Ardi setelah keluar dari mobil.


"Emang kita mau ikut upacara hari ini"


"Hah" pekik Ardi tekejut dengan jawaban Dimas, dia kemudian menempelkan tangannya ke kening Dimas.


"Normal" gumamnya setelah merasai suhu tubuh Dimas.


"Lo kesambet men?" tanya Ardi.


"Bawel lo" Dimas kemudian menyeret Ardi menuju kelasnya dengan di ikuti oleh Noval di belakang mereka, setelah menaruh tas mereka bertiga kemudian menuju kantin bunda sembari menunggu upacara di mulai.


Bell tanda upacara akan di mulai terdengar nyaring hingga ke kantin, Dimas dan Noval segera beranjak untuk menuju ke lapangan, sedangkan Ardi masih duduk termenung.


"Men" panggil Dimas "Lo mau ikut upacara apa gue anter ke ruang BK" lanjutnya.


Terlihat para murid sudah berbaris rapi di posisi mereka masing masing, Dimas segera menghampiri barisan yang berisi teman teman sekelasnya, dia kemudian meminta seseorang untuk bertukar barisan, ya Dimas berdiri di sebelah Anna.


"Pagi cantik" bisik Dimas tepat di telinga sebelah kiri Anna.


Anna yang sedari tadi fokus menatap ke depan seketika langsung menoleh, matanya menajam ketika melihat siapa yang baru saja menyapanya dan tengah berdiri di sebelahnya.


"Lho" Anna mengerjapkan mata beberapa kali "Dimas" beonya sembari menyubit pipi Dimas bahwa dia tidak salah lihat.


"Hehehe" Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Anna yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Tumben lho" ucap Anna sembari tersenyum lebar, Dimas bisa melihat rona kebahagiaan di wajah Anna, dia sangat bahagia melihat hal itu.


Setelah Dimas merenung di danau kemarin, dia berjanji pada dirinya sendiri akan berubah menjadi lebih baik terkhusus untuk Anna, dia akan mulai memberi perhatian yang lebih untuk Anna mulai saat ini, tentu saja perhatian yang tidak akan membuat Anna curiga.


Upacara di mulai dan berlangsung dengan khidmat, namun tidak berlaku untuk Dimas, dia terus berceloteh dengan sesekali menggoda Anna, bahkan Dimas dengan sigap mengelap peluh yang membasahi wajah cantik itu.


Di belakang mereka Ardi menatap kegiatan yang di lakukan oleh Dimas dengan tatapan sinisnya, dia sudah tahu maksud Dimas kenapa memaksa the bad boys untuk ikut upacara.


"Dasar buaya ijo" Cibir Ardi dalam hatinya.


Upacara selesai, para murid kembali ke kelas mereka masing masing, namun tak sedikit juga yang langssung menuju kantin, karena masih ada jeda waktu 15 menit sebelum pembelajaran di mulai.


Dimas berjalan beriringan dengan Anna menuju kelas, Dimas awalnya mengajak Anna ke kantin namun Anna menolak dengan alasan lelah.


Krek.... Dimas membuka tutup botol air mineral.


"Minum Anna" Dimas kemudian menyerahkan botol itu pada Anna, Anna menerima itu dengan senyum manisnya, Anna langsung meminum air mineral pemberian Dimas, setiap tegukan mengandung kebahagiaan bagi Anna.


Melihat Anna yang menikmati minuman pemberiannya membuat Dimas mengulum senyum, Anna kembali menyerahkan botol itu pada Dimas setelah selesai meminum, mereka kembali berjalan menuju kelas, Anna sedikit mengibaskan tangannya untuk mengusir gerah di tubuhnya, Dimas dengan sigap langsung melepaskan topinya kemudian mengipasi Anna.


"Makasih Dimas" ucap Anna tulus mendapat perhatian kecil dari Dimas, Dimas tersenyum sembari menganggukan kepalanya.


Setelah sampai di dalam kelas keadaan lebih sepi karena banyak murid yang masih berada di kantin, Dimas segera menarik tangan Anna mengajaknya duduk di tempat mereka sering bermesraan.