
Bell pulang sekolah terdengar cukup nyaring, suara yang membuat semangat para murid kembali berkobar, selama hampir tujuh jam berada di sekolah membuat tidak sedikit murid merasa tertekan.
Anna berjalan seorang diri menyusuri koridor sekolah, Dimas dan Noval langsung pulang setelah dari ruang BK, Ardi dan Amar yang awalnya beralasan ingin mengantar kedua sahabatnya tidak kembali lagi ke kelas sampai jam perlajaran usai, Anna yang melihat kondisi Dimas sedang tidak baik akhirnya mengurungkan niatnya untuk meminta Dimas mengantarkannya pulang.
"Ann" panggil seseorang dari belakang.
"Hmm" cuek Anna ketika mengetahui jika Aldo yang baru saja memanggilnya.
"Aku mau bicara sama kamu" pintanya dengan tatapan memohon.
Huh..... Anna membuang nafas kasar.
"Gak ada yang pelu kita bicarakan Do" jawabnya "Aku mau pulang" kembali memutar tubuh dan berjalan meninggalkan Aldo.
"Ann please" mohon Aldo sembari mensejajarkan diri pada Anna.
"Aku mau pulang Do" Anna melepas tangan Aldo yang memegang bahunya.
"Yaudah aku anter"
"Gak" ketus Anna.
Anna terus berjalan tanpa memperdulikan rengekan Aldo, walaupun Anna dan Aldo sudah berpacaran selama lebih dari enam bulan tapi hal itu tidak membuat hubungan mereka romantis selayaknya pasangan kekasih lain.
Anna selalu bersikap acuh pada Aldo, bahkan selama mereka pacaran tidak pernah sekalipun menghabiskan waktu berdua di luar, mereka hanya sesekali bertemu di sekolah itu pun karena Aldo memaksa, komunikasi dunia maya pun hanya berjalan satu arah, Aldo tidak pernah bosan menghubungi Anna setiap hari walau hanya sekedar mengirim pesan singkat, tapi Anna tidak pernah memberikan balasan apapun, dalam dunia Anna hanya ada nama Dimas.
"Ann bisa gak kamu ngertiin perasaan aku sekali aja Ann" lirih Aldo sembari menahan sesak di dadanya.
"Aku selalu tutup mata dan telinga atas semua omongan orang yang menjelekkan kamu Ann" lanjutnya.
Kabar kedekatan Anna dan Dimas sudah menjadi rahasia umum, bahkan Aldo pernah sesekali memergoki ketika Anna dan Dimas sedang bermesraan di dalam kelas, namun semua rasa sakit yang dia rasakan seakan tidak bisa menandingi rasa sayangnya pada Anna.
"Mau sampai kapan kamu begini Ann" ucapnya dengan getir ketika mengingat semua kesakitan yang pernah di berikan Anna.
Anna berhenti, dia kemudian menatap Aldo sejenak.
"Aku gak nyuruh kamu bertahan" ucapnya sembari tersenyum miring.
"Tapi kamu gak pernah minta aku buat pergi, makanya aku bertahan karena aku merasa masih ada harapan menjalani ini semua An".
"Cih" Anna berdecih.
"Kalau begitu teruslah berharap" tukasnya sembari melanjutkan langkahnya.
"Anna"
"Sakit Aldo" Anna berusaha melepas cengkraman tangan Aldo yang cukup kuat di lengannya.
"Apa kamu tidak bisa menghargai semua kebaikan ku, semua pengorbanan ku, tidak pernah sekalipun aku mengatur dan mencapuri hidupmu" Anna meringis menahan ngilu yang melaui terasa di lengannya.
"Aldo lepas sakit" Anna berusaha memberontak.
"Aku gak pernah minta apapun dari kamu Ann, Aku cuma minta sedikit saja kamu melihatku, melihat aku sebagai kekasihmu, harusnya kamu perhatian sama aku bukan sama Dimas sial*n itu".
"Gak usah bawa bawa Dimas" ucap Anna dengan nada tinggi.
"Lepas Aldo atau..."
"Atau apa?" ketus Aldo sembari menatap tajam Anna.
"Atu gue bakal hajar lo lagi" Rendi segera mencengkram leher belakang Aldo, dengan sekali hentakan dia menarik tubuh Aldo kemudian Rendi hempaskan sehingga membuat Aldo langsung tersungkur.
"Cabut lo atau gue hajar" sinis Rendi sembari menunjuk wajah Aldo.
"Lo gak usah ikut campur, gue lagi ngomong sama cewe gue" ucap Aldo sembari berdiri dan menatap tajam Rendi.
"Ck.. ck.. ck..." Rendi berdecak "Tapi orang yang lo anggep sebagai cewe lo gak nganggep lo bos" senyum mengejek Rendi berikan untuk Aldo
"Diam lo" bentak Aldo "Ann maaf, ayo kita bicara baik baik" Aldo memberi tatapan memohon sembari memasang wajah memelas pada Anna.
"Aku gak mau, pergi jangan pernah temui aku lagi" jawab Anna.
"Cabut lo" Rendi kembali mendorong tubuh Aldo, Aldo yang tidak terima lalu melayangkan pukulan ke arah Rendi namun dengan mudahnya Rendi menghindar, Rendi langsung membalas dengan tendangan yang tepat mengenai ulu hati Aldo, Aldo langsung maraung sembari memegang dadanya dan berguling guling.
"Lemah aja belagu" cibir Rendi, beberapa saat kemudian Aldo sudah bisa menguasai diri, dia kemudian pergi sembari mengacam Rendi, dan berteriak marah pada Anna.
"Kak Anna gak papa?" tanya Rendi menghampiri Anna.
Anna menggeleng "Makasih ya Ren" jawab anna sembari tersenyum.
"Kak Anna mau pulang? Gue anter aja ya" tawar Rendi.
Anna langsung menolak tawaran Rendi, namun kemudian Anna setuju setelah Rendi bilang jika dia pernah berjanji pada Dimas untuk melindungi Anna, bagaimana pun Dimas sudah sangat baik pada Rendi.
"Bang Dimas baik banget sama gue kak, makanya gue bakal bantuin bang Dimas dan orang orang dekatnya tanpa di minta" jelas Rendi ketika dia sedang berbincang ringan dengan Anna sembari berjalan menyusuri koridor sekolah, Anna tersenyum ketika mendengar penuturan Rendi, di dalam pikirannya langsung terbayang sifat Dimas yang selalu baik dan perhatian pada Anna, bahkan sangat memanjakan Anna, Dimas tidak pernah menolak permintaan apapun dari Anna, hal yang membuat Anna semakin jatuh cinta dan menyayangi Dimas.
Anna
Aldo
Rendi