I Am Home

I Am Home
Berpacu dalam melody



Sepanjang jalan Anna terus tersenyum mendengar cerita dari Rendi, Rendi terus bercerita mengenai Dimas, kebaikan Dimas bahkan Rendi tidak segan untuk memuji Dimas di depan Anna.


Ekspresi wajah Anna beberapa kali berubah ketika mendengar penuturan Rendi, mulai dari bahagia, sampai ekspresi marah ketika tahu Aldo pernah berkelahi dengan Rendi karena kesalahpahaman.


Di sisi lain, pada waktu yang sama suasana begitu panas tengah berlangsung antara Dimas dan Anita, Dimas tengah berada di rumah Amar sedangkan ketiga sahabatnya itu sedang pergi untuk mengantar Noval memeriksa kondisinya ke dokter, dengan alasan lelah Dimas memutuskan untuk menunggu saja di rumah Amar.


"Dim, sshhh ah" lenguhan Anita ketika tangan Dimas memainkan bola kembarnya, jarinya terus bermain di pucuknya.


Berawal dari sebuah kecupan yang di berikan Anita pada wajah Dimas, akhirnya Dimas balas dengan ciuman di bibir Anita, ciuman yang awalnya hanya ciuman biasa lama lama menjadi liar saat Dimas menuntut lebih dalam, apalagi tidak ada penolakan dari Anita membuat Dimas semakin menuntut lebih.


Cepp... cepp... cepp....


Suara yang di timbulan dari aktifitas Dimas yang sedang menyesap sesuatu pada bola Anita, tangannya pun tidak berhenti bermain pada bola satunya.


"Uh... mmmm" Anita menggeliat manja, senyum iblis langsung timbul di bibir Dimas.


Entah dorongan dari mana Dimas semakin berani bertindak lebih jauh, apalagi tidak ada penolakan dari Anita, dengan perlahan Dimas menurunkan rok yang membalut bagian bawah tubuh Anita.


Semuanya sudah tidak terkontrol apalagi suasana yang hening dan sepi seakan mendukung kegiatan dua manusia yang tengah di landa nafsu itu, tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh polos Anita, Dimas menatapnya seperti hewan buas yang tengah kelaparan melihat mangsa yang siap santap di depannya.


"Dim" lirih Anita ketika tubuhnya berada di bawah kungkungan Dimas, bagian bawahnya merasa sensasi aneh ketika terasa ada benda keras yang mulai menekan dari luar.


Dimas melihat ke arah Anita untuk meminta persetujuannya, Anita menggelengkan kepalanya, dia yang masih memiliki kesadaran berusaha untuk mempertahankan sesuatu yang sangat berharga.


"Gue akan pelan pelan" rayu Dimas sembari menghembuskan nafas di ceruk leher Anita.


"Aku gak akan melepaskanmu setelah kamu mengambil ini Dim, apa kamu yakin?"


Deg.....


Dimas seketika tersadar setelah mendengar ucapan Anita, sebersit bayangan langsung terlintas di kepalanya, bayangan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya jika dia melakukan itu pada Anita, bayangan wajah Anna yang sedang tersenyum manis seakan menyadarkan dirinya.


"Apa lo mau ngasih ini kalo gue minta" Anita mengangguk.


"Tapi apa kamu siap selalu ada di sampingku setelah ini" tanya Anita.


Dimas termenung sesaat, batinnya sedang berperang tentang apa yang harus Dimas lakukan, maju dan meraih kenikmatan sesaat atau mundur.


"Lo pasti bisa Dim, yang penting dapet dulu" Bisik sisi jahat Dimas.


"Inget pesan Ardi Dim, apa lagi lo gak akan bebas lagi setelah ini" Bisik sisi baik Dimas.


Dimas terdiam beberapa saat, ditatapnya mata teduh Anita yang terlihat sangat cantik di bawah kungkungannya.


"Gue akan selalu ada di sisi lo, walaupun kita gak ngelakuin ini" Dimas menggeser tubuhnya dari atas tubuh Anita.


Anita mengerjap menatap mata Dimas, dia mengulum senyum manis.


"Lakuin aja kalau kamu mau Dim, aku siap" ucap Anita sembari memeluk Dimas.


Bulu kuduk Dimas langsung meremang ketika ada dua benda kenyal menyentuh kulitnya.


"Aku gak akan menyesal Dim, I love you" Anita langsung mencium bibir Dimas.


Dimas diam, dia tidak membalas ciuman dari Anita.


"Sikat aja Dim sikat, nanggung banget udah tegang, kesempatan tidak akan datang kedua kali inget itu" sisi jahat Dimas.


"Jangan Dim jangan, penyesalan selalu datang di akhir" sisi baik Dimas.


"Kalo di awal namanya pendaftaran" Author.


Tring.... ide licik muncul di kepala Dimas, dia baru saja menemukan cara supaya bisa memuaskan hasratnya namun tidak membuat dia terbelenggu.


"Gue gak mau ngerusak lo" lanjutnya.


"Yakin" Anita mengedipkan matanya, entah kenapa kini Anita yang berbalik menggoda Dimas, dalam pikiran Anita dengan cara ini dia akan mendapatkan Dimas seutuhnya.


"Apa lo cinta sama gue?" tanya Dimas.


"Sangat".


"Apa lo sayang sama gue"


"Banget"


Seringai licik timbul di wajah Dimas.


"Masuk perangkap" ucapnya dalam hati.


"Lo mau ngasih apapun yang gue minta, nurutin apapun kemauan gue" Anita mengangguk mantap.


Dimas kemudian mengeluarkan kata kata bijak sehingga membuat Anita terharu, Anita langsung memeluk erat tubuh Dimas setelah Dimas berkata untuk menjaga diri dan Dimas tidak ingin merusak orang yang cinta dan sayang kepada dirinya, dia ingin menjaga orang itu.


"I love you Dim" bisik Anita tepat di telinga Dimas.


"Jangan gitu Nit ntar gue khilaf loh"


"Yaudah lakuin aja aku gak keberatan" Anita kembali memberi peluang pada Dimas "Aku gak bakal nuntut apapun dari kamu".


Bahkan dengan berani kini Anita duduk di atas tubuh Dimas, mata Dimas menatap lekat lekat dua bola yang tergantung dengan indah.


"Wow" batin Dimas.


"Gas langsung jangan kelamaan, dapet gratis sikat men" Sisi jahat Dimas.


"Jangan Dim, apa yang baru saja kalian lakukan saja sudah salah, hentikan sekarang jangan lanjutkan" sisi baik Dimas.


"Gue gak mau ngambil yang berharga dari diri lo, tapi lo bisa bantuin gue dengan cara lain".


"Maksudnya?" tanya Anita bingung.


"Kita main berpacu dalam melody" jawab Dimas, senyum iblis kembali muncul di bibirnya, tanpa menunggu jawaban dari Anita Dimas segera memulai permainannya.


"Hah" Sisi jahat dan baik Dimas terkejut mendapati fakta jika Dimas lebih licik dari yang mereka duga.


Permainan berpacu dalam melody yang Dimas maksud berlangsung dengan ritme yang pas, Dimas mengarahkan Anita untuk mempercepat tempo atau memperlambat tempo sesuai keinginan Dimas, Anita menuruti semua arahan dari Dimas tanpa protes, kepalanya maju mundur mengikuti tangan Dimas yang memegang kendali, hingga akhrinya.


"Akhhhhh" jeritan Dimas mengakhiri permainan itu dan Dimas dinyatakan sebagai pemenangnya.


Anita terseyum melihat ekspresi wajah Dimas, Dimas menarik tubuh polos Anita dalam dekapannya, dia kecup keningnya sembaru mengucapkan terimakasih, senyum kepuasan terlihat jelas di bibirnya.


...***************...


Di dalam hati Dimas tengah terjadi percakapan antara sisi jahat dan sisi baik Dimas.


"Gue gak nyangka bro ternyata dia sisi jahat yang sebenarnya" ungkap sisi jahat.


"Gue kira selama ini lo sisi jahat, ternya dia sisi jahatnya" sisi baik.


"Terus lo mau apa bro?" tanya sisi baik.


"Gue mau belajar jadi sisi baik, biar gak bisa di goda Dimas".


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk belajar membentengi diri agar tidak tergoda oleh Dimas si licik.