I Am Home

I Am Home
Masalah di minggu pertama



The bad boys menempati kelas baru setelah selesai acara MOS, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan normal, di minggu pertama yang lebih banyak di isi dengan pengenalan materi oleh para guru, memasuki minggu kedua semua sudah mulai serius kembali.


Tet....


Bell tanda pelajaran pertama selesai telah berbunyi, guru pun segera berlalu meninggalkan kelas, seketika ruang kelas menjadi ramai, kelas murid IPA biasanya terkenal tenang dan tidak banyak gaduh namun hal itu tidak berlaku bagi kelas XI IPA 3, kehadiran the bad boys membuat suasanya gaduh di setiap kesempatan.


Kelas XI IPA 3 dihuni oleh 38 murid, dimana kaum hawa menjadi mayoritas di kelas yaitu sebanyak 30 orang sedangkan sisanya 8 orang laki laki, 4 orang selain the bad boys adalah para pelajar yang kalem dan lebih banyak diam bahkan bisa di bilang cupu.


"Kalian bisa diam gak sih" omel Reni, Reni adalah salah satu siswi yang berani menentang kesewenang wenangan the bad boys di kelas, dia juga sahabat dekat dari Anna.


"Lo yang berisik" ketus Noval, Noval dikenal sebagai orang yang tidak memiliki sikap ramah, bahkan hampir tidak pernah tersenyum kepada siapa pun.


Dimas dan yang lainnya memberikan senyum mengejek yang membuat Reni merasa lebih kesal.


"Lo" Reni sembari menunjuk ke empat orang itu, dia hendak melangkah menghampiri ke empatnya sebelum akhirnya di tahan oleh Anna.


"Udah Ren, emang mereka begitu, gak usah di urusin" ucap Anna sembari menatap tajam Dimas dan kawanannya.


Bukannya takut the bad boys justru terpingkal melihat ekspresi wajah Anna yang ingin terlihat galak, bukannya menyeramkan justru terlihat sangat menggemaskan.


"Udah Ann muka lo gak pantes judes gitu malah bikin gemas" celetuk Ardi yang di setujui oleh yang lainnya.


Susasana seketika kembali tenang ketika guru Fisika masuk ke dalam, namun hal tersebut tidak berlangsung lama, guru tersebut hanya memberikan quiz saja kemudian pergi meninggalkan kelas karena ada keperluan lain.


"Amar nanti di kumpulkan di meja ibu ya" ucapnya sebelum meninggalkan kelas, baru saja guru keluar dari kelas ketiga biang onar langsung berdiri.


"Mau kemana?" tanya Amar.


"Kantin" jawab ketiganya kompak.


"Lah, ini quiz di kerjain dulu"


"Ntar aja lo kumpulin pas pulang sekolah, belum sarapan gue tadi pagi" jawab Dimas.


Huh... Amar hanya bisa menghela nafas sembari mengelus dadanya melihat kelakuan ketiga sahabatnya, mau tidak mau Amar ikut ke kantin bersama ketiga sahabatnya.


"Pada mau kemana lo?" tanya Reni ketika melihat the bad boys hendak keluar kelas.


"Kantin" jawab Dimas, jawaban yang seketika menimbulkan perdebatan, Reni yang merasa muak pada kelakuan the bad boys langsung mencak mencak, dia juga berbicara sarkas pada Amar, Amar sebagai ketua kelas dia anggap tidak menunjukkan sikap yang baik.


The bad boys melangkah menuju kantin yang berada di dekat kelas satu, kantin di sekolah ada tiga titik, dimana masing masing titik dekat dengan kelas X, XI dan XIII namun the bad boys yang merasa sudah nyaman dengan kantin yang dekat dengan kelas satu pun tidak berniat untuk ke kantin yang dekat dengan kelas mereka.


"Gue ke toilet dulu men" pamit Dimas ketika mereka sudah dekat dengan kantin.


Dimas melangkah kakinya menuju ke arah toilet yang hanya berjaran beberapa meter saja dari tempatnya berpisah dengan para sahabatnya tadi, perlahan dia masuk, namun indra pendengarannya menangkap suara orang yang tengah beradu mulut dari dalam toilet.


"Kenapa bro?" tanya Dimas saat masuk ke dalam toilet dan melihat Rendi tengah di sudutkan ke dinding, sedangkan di depannya ada tiga orang yang salah satu Dimas kenali yaitu Aldo.


"Gak usah ikut campur lo" ketus Aldo.


Dimas melangkah mendekati mereka, dia kemudian mendorong tubuh Aldo "Gue gak nanya sama lo" sinis Dimas.


"Kenapa?" tanya Dimas setelah berada di depan Rendi.


Rendi kemudian menceritakan perihal Aldo yang menuduhnya mendekati Anna, Aldo yang baru mendengar jika Rendi memberikan bunga pada Anna membuatnya marah, padahal Rendi sudah menjelaskan bahwa pada saat itu dia hanya meminta maaf saja, Aldo yang memang tidak berada di tempat saat acara penutupan MOS langsung marah ketika ada temannya yang memberi tahu perihal itu.


"Udah gak usah di perpanjang, cabut lo bertiga" ketus Dimas pada tiga orang itu.


Bukannya pergi namun malah kedua teman Aldo menantang Dimas, sedangkan Aldo yang pernah merasakan bogem mentah Dimas hanya bisa terdiam, mereka anak IPS selalu memandang anak IPA sebagai murid yang cupu dan penakut sehingga keduanya berani menantang Dimas, baku hantam tidak terelakan, Dimas melawan dua orang teman Aldo, sedangkan Rendi bergulat dengan Aldo.


Dimas yang kondisi fisiknya lebih kuat karena selain rajin berolahraga dia juga mempelajari ilmu bela diri yang diajarkan oleh Noval, tanpa kesulitan berarti Dimas mampu mengalahkan dua orang dalam waktu singkat.


Setelah kedua orang itu terkapar Dimas menghampiri ke arah Rendi yang masih bergulat dengan Aldo, dengan sekali tendangan tubuh Aldo langsung terpental ke belakang.


"Lo bisa berantem juga engga tapi gayanya selangit" sungut Dimas sembari mencengkram kerah baju Aldo.


Bug....


Sebelum pergi Dimas memberi sebuah pukulan cukup telak tepat di perut Aldo yang membuatnya langsung berguling guling menahan sakit.


"Lo ikut gue" ucapnya sembari menatap Rendi


"Kemana bang?" tanya Rendi.


"Samperin kelas mereka, orang cemen kaya gitu pasti bakal bawa pasukan ntar" jawab Dimas yang diangguki oleh Rendi, Dimas berjalan beriringan berdama Rendi keluar dari toilet.