
Ujian kenaikan kelas di lewati dengan baik dan tanpa ada halangan apapun, semua anggota the bad boys pun bisa tersenyum lebar termasuk Ardi yang semua jawabanya di bantu oleh Anna dalam ujian, tentu saja hal tersebut tidak lepas dari peran seorang Dimas, memang hanya Dimas lah yang mampu merubah seorang Anna yang begitu idealis.
"Men gawat men" ucap Ardi dengan raut wajah panik.
"Kenapa si kaya orang mau melahirkan aja lo" cibir Amar.
"Wah lebih dari itu men" Ardi mengatur nafas sejenak "Gue lupa ngatur kelas kita sama Anna".
Ketiga anggota the bad boys pun langsung menatap tajam Ardi.
"Sorry sorry men" ucapnya.
Ardi kemudian menjelaskan jika Amar dan Dimas berada di kelas yang sama, sedangkan Anna dan Noval satu kelas dengannya di kelas yang berbeda.
"Bedeb*h lo" maki Dimas setelah mendengar Anna berbeda kelas dengannya.
"Sabar men sabar" Ardi berusaha menenangkan Dimas.
"Masih ada solusi men" ucapnya kemudian menjelaskan kepada ketiganya, jadi mereka tetap bisa satu kelas jika ada orang yang mau tukeran kelas, karena yang Ardi takutkan bukanlah amukan Dimas, melainkan amukan dari Anna, Anna mau membantu Ardi dalam ujian karena iming iming mereka akan sekelas nanti ketika kelas XII.
"Oke" Dimas mengangguk "Tugas lo cari orang yang mau tukeran kelas sama gue dan Amar, hari ini harus beres".
"Ah.. gil.." Ardi tidak melanjutkan ucapanya setelah melihat tatapan tajam dari ketiga sahabatnya.
"Ya sudah lah" ucapnya pasrah kemudian beranjak untuk menuju ruang kesiswaan.
Ketiga personel the bad boys melanjutkan diskusi mereka, mereka telah merencanakan sebuah kejutan untuk Anna, the bad boys akan kembali menjadi perwakilan kelas di acara tahunan pentas seni.
"Yakin lo?" tanya Amar setelah mendengar jika Dimas akan mengungkapkan perasaannya langsung pada Anna, dan memberikan status yang jelas untuk hubungan mereka.
"Gue gak pernah lebih yakin dari pada sekarang" kata Dimas dengan nada tegas dan tatapan penuh dengan keyakinan.
"Okelah" jawab Noval dan Amar kompak.
...****************...
...Aula SMA 5...
Hingar bingar keramaian terlihat sangat ketara, banyak murid yang masuk ke dalam aula untuk melihat acara pentas seni yang sebentar lagi akan di mulai, teh bad boys tengah berada di ruangan yang di sediakan khusus untuk para pengisi acara.
"Perlu bunga gak men?" tanya Ardi.
"Kenapa gak ngomong dari kemarin si k*mpret" sungut Dimas, dia baru menyadari ada sesuatu yang kurang.
"Hehehe" Ardi cengengesan "Tenang aja men Everithing is under control" Ardi kemudian menyerahkan beberapa tangkai bunga mawar merah dan mawar putih.
"Dapat dari mana lo?".
"Biasa fans gue" jawabnya dengan bangga.
"Gak ada yang sebuket men" protes Dimas saat menerima bunga dari Ardi.
"Protes mulu lo" cibir Dimas.
Amar masuk ke dalam ruangan bersana Noval.
"Gimana men?" tanya Dimas.
"Beres" jawab Noval dan Amar kompak.
Amar dan Noval baru saja menemui operator, mereka meminta operator untuk menanyangkan beberapa foto ketika the bad boys bernyanyi, foto foto yang berisi tentang kebersamaan dan kemesraan Dimas dan Anna.
Acara di mulai, ruang aula terlihat sudah penuh sesak dengan banyak murid yang berteriak histeris ketika idola sekolah tampil di atas panggung, teriakan lebih kencang terdengar di iringi tepuk tangan meriah ketika MC memanggil the bad boys untuk tampil di atas panggung.
"Ehem tes.. tes.."
"Gue persembahkam lagu ini khusus untuk wanita yang sangat gue cintai, Nirvanya Attalia, lagu ini khusus untukmu" Anna yang mendengar hal itu pun tersenyum malu.
Layar besar di atas dan kanan kiri panggung langsung menampilkan slide demi slide foto Dimas dan Anna, terlihat banyak tatapan iri yang di berikan oleh fans Dimas dan fans Anna, terlihat juga dua orang yang memberikan tatapan tidak suka, dia adalah Aldo dan Dinda.
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu
Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Wo-ho-oh
Wo-oh, wo-oh, wo-oh-ho
Sifatmu nan s'lalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
Saat kau di sisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Oh-oh-ho-oh
Wo-oh-ho-oh
Wo-oh-ho-ho-oh
Wo-ho-oh
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu, wo-ho
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Wo-ho-oh
Wo-ho-oh, wo-oh, wo-oh-ho
Wo-oh-ho-ho
Wo-oh-ho-ho
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu, wo-ho
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu, hu-hu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki - Sheila on 7
Sorak sorai penonton langsung terdengar setelah the bad boys selesai membawakan lagu itu.
"Nirvanya Attalia will you be my grilfriend?" tanya Dimas sembari melihat ke arah Anna yang sedang menutup mulutnya dengan tangan kanan.
Anna mengangguk "Yes, i do".
"I can't hear you?" ucap Dimas
"Yes i do Dimas Mahendra" teriak Anna.
Dimas langsung melompat dari atas panggung, dia sedikit berlari menghampiri Anna, Dimas berlutut di depan anna sembari menyerahkan beberapa tangkai bunga mawar, Anna menerima itu dengan air mata haru, Dimas kemudian bangkit dan memeluk Anna dengan erat.