
Dimas dan Rendi berjalan beriringan menuju kantin, sesekali mereka berbincang sembari bersenda gurau, setelah kejadian tempo hari saat MOS Rendi menjadi lebih dekat dengan Dimas, kadang sesekali Rendi ikut bergabung saat the bad boys sedang nongkrong di kantin bunda.
Tiga anggota the bad boys terlihat tengah menikmati makanan sembari sesekali tertawa, mereka manatap Dimas yang datang bersama Rendi, apalagi penampilan Rendi yang sedikit berantakan dengan luka memar di sudut bibirnya menarik perhatian mereka bertiga.
"Kenapa lo lecek amat?" tanya Ardi melihat penampilan Rendi.
"Lo pukulin dia lagi men" tuduh Amar yang membuat Dimas langsung menoyor kepalanya "Sembarangan lo".
"Ceritain bro" perintah Dimas pada Rendi.
Rendi kemudian menceritakan kejadian di toilet tadi, mulai dari Aldo dan dua orang temannya datang kekelas Rendi kemudian menyeretnya ke toilet, lalu Aldo menuduhnya mendekati Anna, yang langsung di bantah oleh Rendi, namun Aldo yang tidak terima berniat mengeroyok Rendi sebelum Dimas akhirnya datang dan membela Rendi.
"Pahlawan kebetulan dong lo" ledek Amar yang di sambut gelak tawa oleh yang lainnya.
"Ck.. ck.. ck.." Ardi berdecak "Gara gara lo men" ucapnya sembari menunjuk Dimas.
"Kok gue?" Protes Dimas.
"Kalau dari kemarin lo sikat si Anna kan Aldo berantemnya sama kita, udah kesel gue liat mukanya yang songong" sungut Ardi.
"Ye si anying" Ardi pun di toyor kepalanya oleh Dimas dan Amar.
"Nanti istirahat kita samperin kelasnya, tampolin sekalian ntar si Beni" ucap Noval menengahi.
Beni adalah salah satu pentolan yang di takuti oleh anak IPS bahkan hampir seluruh murid di sekolah, Beni dulu saat SMP satu sekolah dengan Noval dan Ardi, beberapa kali sempat berselisih dengan Noval, namun karena Noval selalu menang dalam berkelahi dengan Beni akhirnya membuat Beni enggan untuk mencari masalah dengan Noval.
"Lo pesan minum dulu sana, sekalian beresin muka lo, sepet gue liatnya" cibir Noval pada Rendi.
Mereka kembali melanjutkan menyatap makanannya sembari menunggu waktu istirahat datang, Noval seakan sudah tahu orang seperti Aldo dan teman temannya pasti akan mengadu pada Beni untuk kemudian balas dendam, oleh karena itu dia ingin langsung mengakhiri masalah ini sebelum nantinya melebar kemana mana.
...****************...
The bad boys dan Rendi sudah berdiri di depan salah satu kelas IPS, kelas yang berisi Beni sang pentolan yang juga merupakan teman sekelas Aldo, Bell tanda istirahan baru akan berbunyi lima menit lagi, namun untuk mencegah anak IPS pergi setelah istirahat akhrinya Noval memutuskan untuk mengajak mereka menunggu di depan kelas Aldo sebelum waktu istirahat datang.
Tettt.....
Bunyi bel panjang menandakan waktu istirahat telah tiba, para siswa yang sudah berlajar selama tiga jam di persilahkan untuk rehat sejenak guna memulihkan energi dan semangatnya sebelum melanjutkan pembelajaran kembali.
"Lo siap duel by one sama Aldo?" tanya Noval pada Rendi.
"Siap bang" jawab Rendi yakin.
"Kita gak bakal minta damai, kita bakal adu lo sama Aldo biar dia kapok"
"Iya bang"
"Nanti lo tunjukin men dua orang yang lo sikat tadi" pinta Noval pada Dimas
"Beres"
"Beni" teriak Noval lantang "Sini lo"
Beni yang merasa namanya di panggil pun lalu menoleh ke arah sumber suara, dia terkejut melihat Noval tengah berdiri dengan kilatan yang terlihat di matanya menandakan emosinya sedang tinggi.
Beni bergegas bangkit kemudian jalan cepat untuk menghampiri Noval.
"Kenapa bro, marah marah aja nih pagi pagi" gurau Beni santai seraya menepuk pundak Noval.
"Orang lo ada yang nyari masalah sama sahabat gue, mau kita bikin rame atau gue yang kelarin masalah ini" ujar Noval sembari memberikan tatapan penuh intimindasi pada Beni.
"Siapa?" tanya Beni
"Yang mana orangnya men"
"Aldo sama tuh orang berdua" ucap Dimas sembari menunjuk Aldo dan dua orang yang ada di dekatnya.
"Lo bertiga bener bikin masalah sama mereka?" tanya Beni dengan suara tegas pada ketiga temannya.
"Dia yang nyari gara gara dulu Ben" Aldo berusaha menampik.
"Cih" Ardi berdecih "Mental tempe" cibirnya seraya meremehkan ketiga orang itu.
"Lo bertiga sini" panggil Beni.
Mereka pun mendekat kearah Beni dan the bad boys, setelah itu Beni meminta penjelasan terlebih dahulu kepada Noval, lalu dia mengkonfirmasi kebenarannya pada ketiga teman sekelasnya.
"Oke oke gue paham bro, cuma salah paham, damai aja kita" Beni berusaha bernegosiasi dengan Noval.
"Gak ada kata damai dalam kamus gue" sergah Noval "Intinya mau perang atau by one".
Beni diam, dia sudah sangat hafal dengan tabiat Noval, dia tengah berfikir untuk menimbang untung dan rugi, mungkin jika perkelahian terjadi di sekolah pihak Beni akan lebih unggul karena memiliki masa yang lebih banyak, tapi jika itu terjadi Beni tidak dapat menjamin keselamatan mereka jika di luar, dia sudah sangat hafal jika di luar Noval memiliki masa yang lebih banyak.
"Oke bro karena mereka yang buat masalah jadi mereka yang harus selesaikan semua" tutur Beni pasrah.
"Lo bawa mereka ke belakang ntar pas pulang sekolah, kita kelarin di sana, kalau sampai lo gak datang kita perang di luar" Ancam Noval yang di balas anggukan kepala oleh Beni.
"Cabut men".
Mereka berlima kemudian keluar dari ruang kelas itu, the bad boys akan kembali ke kelas mereka untuk menyelesaikan tugas, sedangkan Rendi kembali ke kelasnya.
"Nanti pulang sekolah lo langsung ke kelas kita" ucap Noval sebelum dia berpisah dengan Rendi.
"Siap bang" jawab Rendi sembari tersenyum lebar.
Mereka berpisah di tengah persimpangan yang menuju ke kelas X dan kelas XI, tidak lupa Noval berpesan untuk menyiapkan diri, Rendi juga di minta untuk tidak mengajak temannya satu pun.