I Am Home

I Am Home
Exstra part 1



Taruhan duo bastards


Flasback masa sekolah


Hari sabtu merupakan hari kerja kebersihan kelas di SMA 5 sesuai dengan peraturan sekolah, semua murid wajib membersihkan kelasnya masing masing di jam terakhir pelajaran, saat itu Dimas dan Ardi lebih memilih ke kantin bunda dari pada ikut membersihkan kelas, Noval izin tidak masuk karena harus menemani sang ayah untuk check up kesehatan, sedangkan Amar sibuk di sekretariat OSIS.


"Men ngantuk banget gue" ucap Ardi sembari menyandarkan kepalanya di atas meja.


"Gue juga bosan banget men, cabut aja lah yok kerumah Amar, mana masih 1 jam lagi nih kalau nunggu pulang" sahut Dimas.


Ardi segera berdiri dari duduknya.


"Kemana men?" tanya Dimas.


"Katanya lo ngajak cabut kampret" kesal Ardi.


"Ke kelas dulu bentar mau ketemu Anna"


"Anna mulu" omel Ardi.


"Gue mau bilang gak bisa antar Anna, mau kencan sama Anita hehe"


Kedua playboy cap buaya itu pun berjalan menuju ke kelas mereka, Dimas dan Ardi langsung masuk ke dalam kelas tanpa melepaskan sepatu mereka, hal yang sangat di haramkan ketika sedang ada kegiatan kebersihan kelas, alhasil kedatangan mereka langsung di sambut suara garang Reni.


"Lo berdua buta?" bentak Reni.


"Gak jelas lo" sahut Dimas, Dimas terus berjalan masuk sedangkan Ardi memilih gencatan senjata dengan melepas sepatunya, tiba tiba langkahnya terhenti saat Reni dengan beringas menjambak rambut Dimas dari belakang.


"Apa apaan si lo" bentak Dimas sembari melepas jambakan Reni.


Mereka berdua pun langsung adu mulut, sedangkan Ardi langsung menjadikan hal itu menjadi tontonan yang layak di nikmati, bukan hal baru Dimas ribut dengan Reni dan setiap mereka ribut Ardi selalu menyumpahi Dimas akan berjodoh dengan Reni


"Udah men udah" lerai Ardi saat melihat Dimas mulai emosi dan lepas kontrol.


"Lo ribut mulu sama Reni, gue sumpahin lo berdua nikah ntar" ucapnya sembari menarik tubuh Dimas menjauh.


"Amit amit, kalau sampai gue nikah sama Reni lo boleh cium pipi dia di atas pelaminan" ujar Dimas berusaha menepis sumpah dari Ardi.


"Gue akan tagih janji lo men"


Mereka berdua pun berjalan menjauhi Reni yang masih terus mengomel.


Flashback off


...****************...


Hingga belasan tahun kemudian sumpah Ardi benar benar menjadi nyata, hari ini Ardi menghadiri pernikahan sahabatnya dengan Reni, wanita yang selalu dia sumpahi akan menjadi jodoh Dimas di masa depan.


"Men lo masih inget janji lo dulu kan" ucap Ardi sebelum turun dari atas panggung pelaminan sahabatnya.


"Janji apa?" tanya Dimas bingung.


"Jangan pura pura lupa lo, janji lo saat gue dulu nyumpahin lo berjodoh sama Reni pas lo berdua ribut" tutur Ardi.


"Emang bastard lo" maki Dimas sembari tertawa keras.


"Hahaha secara gak langsung ucapan gue mungkin yang di kabulkan Tuhan men makanya lo menikah sekarang"


Keduanya pun kembali terbahak dengan keras.


"Sayang ish malu tahu ketawa keras banget, di lihatin orang orang tuh" tegur Reni, Dimas dan Ardi menoleh ke arah mempelai wanita dengan senyum licik mereka di bibir masing masing.


"Lo ambil jatah lo buruan sebelum gue berubah pikiran" ucap Dimas sembari mendorong tubuh Ardi mendekati sang istri.


"Dengan senang hati men" Ardi langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Reni, Reni sontak langsung mendorong tubuh Ardi.


"Mau ngapain lo? Heh...!" ketus Reni pada Ardi.


"Men lo urus dulu tuh izin dari bini lo" ucap Ardi sembari melihat ke arah Dimas, Dimas mengangguk dia kemudian membisikkan sesuatu di telinga Reni, Reni langsung menatap Dimas tajam.


"Apa kamu sedang menjual istrimu? Heh!" Reni membelalakan matanya setelah Dimas berbicara Ardi akan mencium pipinya karena janji Dimas dulu.


"Tidak, aku hanya sedang menepati janji sebagai laki laki dan juga bersyukur atas doa Ardi yang di kabulkan oleh Tuhan" elak Dimas.


"Gak mau" sungut Reni


"Ingat taruhan kita" Dimas menggunakan kartu As nya untuk menaklukan Reni.


"Aku tidak pernah bertaruh apa pun dengan mu sayang" jawab Reni.


Ting.... Reni mengedipkan mata.


"Hahaha" Dimas terkekeh "Aku bahkan masih ingat jumlah air mata yang keluar dari dua bola mata indahmu setelah kamu membaca undangan pernikahan mantan mu dulu Ren" goda Dimas.


"Jangan mengada ngada sayang" geram Reni.


"Aku minta bayaran kemenangan ku sekarang!"


Huh.... Reni membuang nafas berat.


"Apa yang kamu minta?" ucapnya pasrah.


"Tuh" Dimas menunjuk ke arah Ardi yang sedang memaju mundurkan bibirnya seakan sedang pemanasan sebelum mencium pipi Reni.


"Awas kalian berdua" geram Reni sembari memberi ancaman melalui tatapan kepada dua bastards itu.


"Buruan, satu detik" ketusnya pada Ardi.


"Dengan senang hati cantik" Ardi tersenyum penuh kemenangan, kemudian.


Cup.....


Ardi dan Dimas tertawa terbahak bahak melihat ekspresi kesal di wajah Reni, walaupun merasa kesal namun dalam hati Reni dia merasakan kebahagiaan ketika melihat orang yang dia sayangi dan sahabatnya tengah tertawa bahagia, Reni tahu jika bukan karena sahabat sahabat Dimas yang luar biasa belum tentu hari ini dia bisa bersanding dengan Dimas di atas pelaminan hari ini.