I Am Home

I Am Home
Gue yang tekejut



Acara pentas seni di sambut dengan antusias oleh para murid, mereka sudah memenuhi ruang Aula yang akan menjadi tempat acara berlangsung.


Aula besar yang ada di sekolah sudah di sulap menjadi tempat yang terlihat sangat bagus, panggung kecil berdiri dengan gagah di bagian depan, deretan kursi berbaris rapi siap menyambut kehadiran para guru.


Empat orang sahabat sekaligus biang onar kelas X yang sudah di kenal sebagai bad boys sekolah berjalan dengan wajah tengil menuju ke ruangan yang khusus yang telah di sediakan untuk para pengisi acara, tidak sedikit kaum hawa menyapa mereka ketika berpapasan, the bad boys adalah nama yang telah mereka sepakati untuk menjadi nama band mereka.


Daya tarik Ardi dengan wajah tampannya seakan menjadi magnet kuat bagi para pemujanya, Dimas yang penampilannya sudah berubah 360° juga menyedot perhatian para murid perempuan, ketampanan Dimas kini sudah bisa sejajar dengan Ardi, ditambah Amar pria berkharisma dengan wibawa kuat juga jiwa kepemimpinannya semakin membuat para wanita memuji mereka, semenjak menjadi ketua kelas Amar mau tidak mau harus aktif di OSIS yang hal itu membuat namanya terkenal, selain itu ada pria berwajah datar dengan ekspresi dingin yang mendapat tempat khusus di hati para pemuja the bad boys, wajah datar nan dingin Noval dengan tatapannya yang tajam semakin melengkapi pesona the bad boys.


"Permisi permisi" ucap Ardi yang langsung menarik perhatian beberapa panitia wanita yang tengah sibuk memberikan arahan pada para pengisi acara.


Stelan formal yang mereka pakai membantu menyempurnakan penampilan mereka, aura the bad boys semakin kuat untuk menghipnotis setiap kaum hawa yang memandangnya.


"Silahkan mengisi tempat duduk yang kosong" ucap ketua osis yang bernama Anita.


"Terimakasih kaka cantik" mulut beracun milik Ardi mulai menebarkan racunya.


The bad boys duduk dengan tenang untuk mendengar arahan dari panitia acara, Setelah arahan singkat dari panitia akhirnya di putuskan urutan tampil bagi para pengisi acara, yang pertama tampil adalah perwakilan kelas XI dengan beberapa pertunjukkan kemudian di lanjutkan perwakilan kelas X, di sini kelas XII sudah tidak di libatkan lagi karena mereka sudah tidak aktif semenjak pengumuman kelulusan.


"Kita tampil paling akhir men" ucap Amar setelah mewakili the bad boys mengambil nomor urut giliran untuk tampil.


"Band si Aldo tampil pertama sebagai wakil kelas X" tambahnya.


Ketiga sahabat absurd nya hanya melirik sekilah kemudian sibuk berbincang kembali.


"Kambing gue di kacangin" gerutu Amar yang kemudian pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.


Acara berlangsung dengan meriah, para pemuja kecantikan dan ketampanan berdiri di barisan paling depan dengan teriakan lantang tanpa mengenal lelah sedikitpun.


"Yang tampil berikutnya adalah perwakilan anak kelas satu, kita beri tepuk tangan meriah untuk kelas X5" ucap MC yang di sambut dengan tepuk tangan dan teriakan kaum hawa yang mengidolakan Aldo.


Aldo dan kawannya yang berjumlah empat orang langsung naik ke atas panggung dengan gagahnya, mereka menebarkan senyum manis di setiap langkahnya.


"Ehem tes.. tes.." Aldo mulai membuka pertunjukan.


"Perkenalkan teman teman, saya Aldo sebagai perwakilan kelas X5, saya akan membawakan sebuah lagu khusus untuk wanita yang selama ini saja puji dan saya cintai dalam diam"


Huaa......


"Wanita tercantik yang pernah saya temui, yang membuat saya jatuh cinta" Aldo mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok yang dia maksud "Anna" ucapnya ketika melihat sosok Anna yang duduk di barisan kedua "Saya persembahkan lagu ini untuk Anna, kamu adalah wanita tercantik yang pernah saya temui"


Banyak yang langsung bersorak, semua anak kelas satu tentu saja mengenal sosok Anna, terkhusus kaum adam yang selalu melihat dengan tatapan mendamba pada Anna, berharap bisa menjadi bagian terpenting dalam hidup Anna.


"Janji suci Yovie & Nuno"


Aldo pun mulai bernyanyi, suaranya seakan mampu menghipnotis semua wanita yang ada di situ, suara merdu di padu dengan wajah tampan nan rupawan tentu saja membuat semua wanita tidak dapat menolak pesonannya.


Lagu selesai.


"Sebelum saya turun dari panggung, izinkan saya meminta sedikit waktu di sini untuk mengungkapkan isi hati saya" Aldo bergegas turun dari panggung, dengan berjalan sedikit cepat dia langsung menghampiri Anna, Aldo kemudian menarik tangan Anna untuk dia ajak naik ke atas panggung, Anna yang awalnya enggan akhirnya bersedia mengikuti Aldo karena dorongan dari teman teman mereka.


Setelah sampai di atas panggung Aldo langsung berlutut di depan Anna, tangan kanannya menggenggam tangan Anna sedangkan tangan kirinya memegang setangkai bunga mawar.


"Anna maukah kau menjadi kekasihku hari ini dan selamanya" ucap Aldo.


Anna nampak terkejut, dia tidak menyangka Aldo akan melakukan hal yang bisa di bilang nekat di depan ratusan murid lainnya.


Gemuruh tepuk tangan tiba tiba terdengar di sertai teriakan histeris langsung terdengar.


"Terima terima terima".


"Jika kamu menerima bunga ini artinya kamu mau menjadi kekasihku, namun jika kamu menolak ku untuk menjadi kekasih mu buanglah bunga ini" lanjut Aldo.


Anna diam sesaat, ingin sekali dia berkata tidak, mengambil bunga dari tangan Aldo dan membuangnya, namun wajah penuh harap Aldo di tambah sorakan para penonton membuat dia tidak sampai hati melakukannya, Anna tidak ingin menjadi tokoh antagonis hari ini, dengan perlahan dan berat hati Anna menerima bunga dari Aldo.


Tepuk tangan seketika menggema, Aldo langsung berdiri dengan wajah gembira, Aldo langsung mencium punggung tangan Anna sembari menunjukkan raut wajah bahagia.


Di sudut aula terlihat empat orang sahabat yang menatap ke arah panggung dengan tatapan tajam dan wajah datarnya, Ardi memegang pundak Dimas dengan sedikit meremasnya kuat, dia yang telah tahu rahasia Dimas dan Anna dari cerita mama Dimas merasa sangat prihatin pada sahabatnya.


"Gue yang nyiapin kejutan tapi gue yang terkejut" lirih Dimas sembari menundukkan kepalanya.


Dimas telah berencana untuk membuat kejutan bagi Anna, dia kan mengungkapkan isi hatinya dan menjemput Anna sesuai dengan janjinya tempo hari, namun semuanya pupus seketika setelah Anna menerima Aldo menjadi kekasihnya.


"Ternyata seperti ini rasanya sakit hati" Dimas tersenyum getir menelah kepahitan yang baru saja dia alami.