Alex

Alex
bab 99



Pas sampai di kamar dan berniat menutup tirai seperti biasanya, Mini justru kembali melihat Brandon yang duduk sendiri di gazebo. Mini melihatnya sebentar dan berpikir baru kemudian dia kembali berlari menuruni tangga untuk buru-buru menemuinya. 


"Kenapa Abang suka banget gelap-gelapan?"


"Kau belum tidu?" heran Brandon.


Kalau sudah tidur dan masih jalan kemari berarti ngelidur, Bang," trus Mini senyum -senyum ngelihatin rambutnya si Brandon.


"Beneran Abang gantengan kayak gini dari pada yang warna-warni  kemarin."


"Tapi apa Mini suka sama rambut barunya?" brandon malah balik nanya.


"Sebenernya sih enggak," keluh Mini dan Brandon juga gak komen apa-apa kecuali cuma nyuruh Mini untuk ikut duduk di sampingnya.


"Kenapa belum tidur?"


"Karena ngelihat, Abang."


"Trus? "


"Mungkin mau bilang terimakasih. "


"Bilangnya tadi gak suka sama warna rambutnya? "


"Tapi aku suka sama rambutnya, Abang."


"Jadi terimkasihnya buat yang ini?" tanya Brandon heran sambil nunjuk keplanya sendiri.


"Kenapa Abang tadi sengaja ninggalin aku ?"


"Kan sudah ada bang Evan."


Tpi..." Mini gak jadi ngelanjutin kata-katanya karen kayaknya memang bener,sudah ada Bang Evan...


Tapi, tadi kayaknya Mini memang gak suka pas di tinggalin, padahal seharusnya tidak boleh seperti itu karena sudah ada bang Evan seperti yang dikatakan Bang Brandon barusan. Mini coba mengulang-ulang hal itu di kepalanya untuk membemahi fokusnya.


"Apa Mini masih ingin pulang ke  kampung? tanya Brandon tiba-tiba.


"Pingin sih Bang, tapi apa boleh? " Mini cuma balik nanya.


"Boleh jika kita kabur."


"Kabur!" ulang Mini yang kayak masih gak percaya dengan apa yang baru aja dia dengar.


"Kita bisa ambil penerbangan pagi dan pulang dengan penerbangan sore," ___" kita tidak perlu bilang siapa-sipa," tambah Brandon dengan begitu percaya dirinya.


"Abang , serius?" Mini masih kayak gak percaya.


"Berapa lama perjalanan dari bandara kekampung, Mini?'


Mini mikir sebentar,"kayaknya satu sampai dua jam."


"Seharusnya waktunya cukup jika Mini hanya ingin nengokin kakek dan neneknya Mini."


Sebenarnya Mini takut sama ide aneh Bang Brandon, tapi bayagan bisa ngunjungi simbah kayaknya lebih menggoda untuk di pikirkan.


"Iya Bang ,aku mau," jawab Mini cukup antusias dan iba-tiba saja malam itu mereka sudah membuat janji buat kabur sama-sama dan masih sama sekali gak mikir bagaimana jika sampai ketahuan. Brandon memang sudah biasa membuat masalah tapi kalau sampai ikut ngajakin si Mini , kayaknya memang agak keterlaluan.


Mini kemudian balik kekamarnya untuk segera tidur karena Brandon ingin mereka besok berangkat pagi-pagi. Jadi antara tidak sabar dan cemas tapi Mini tetap berusaha untuk mememjamkan mata.


Mini benar-benar bangun pagi untuk segera mandi dan mengikat rambutnya, dia juga sempat menggunakan lipstik tipis-tipis seperti tips yang di berikan sama Mbak Efa kemari. Mini sempat melompat-lompat untuk membongkar isi lemari  sampai akhirnya dia menemukan hoodie warna pink yang di beliin sama istrinya Bang Harris. Karena Brandon melarangnya membawa apa-apa jadi menurut Mini akan lebih aman jika dia memakai pakaian dobel yang tidak akan kelihatan di balik hoodie.


Mini segera turun untuk mencari Brandon yang ternyata malah sudah lebih dulu nongkrong di pantry untuk minta di buatkan sarapan sama si Bibi. Brandon memang kelihatan lebih segar dengan rambut hitamnya dan sepertinya Mini juga sangat menyukainya.


"Kau mau?" Brandon menawarkan sarapan di piringnya agar Mini ikut makan.


Memang kalian mau kemana pagi-pagi begini? tanya si bibi yang baru mengambilkan  susu untuk mereka berdua yang selalu kompakan kayak anak kucing peliharaannya.


Mini baru saja menggigit senwicnya ketika bingung menatap Brandon.


"Efa mau ngajakin Mini jalan,Bi" jawab Brandon, sampai bikin Mini berhenti ngunyak senwic nya sangking heran kenapa bang Brandon bisa bohong selancar itu.


"Bibi dengar kemarin Non Efa juga ya yang bikin Mini jadi cantik kayak gini?"


"Ternyata mbak Efa sangat baik ,Bi" sambung si mini masih sambil belepotan pas ngelanjutin ngunyah senwichnya.


"Sudah cepat habiskan sarapannya, kita harus buru-buru jangan sampai dia nanti ngomel-ngomel." kata Brandon dan kayaknya si Bibi juga setuju, jika Non Efa itu emang suka ngomel.


Trus si Bibi langsung nyodorin gelas susu Mini biar cepat di minum.


"Makasih ya, Bi," kata Mini sambil lari karena Brandon udah gitu aja nyeret lengannya.


Gak lama mereka pergi Bang Evannya yang gantian turun, padahal gak biasanya Bang Evan pagi-pagi gini udah mau ngunjungin si Bibi.


"Apa, Mini sudah bangun, Bi?" 


Ternyata cuma buat nyariin si Mini, batin si Bibi ikut heran.


"Baru aja keluar sama Bang Brandon, bilangnya mau jalan sama Non Efa."


Bang Efan terlihat kecewa, dan sepertinya si Bibi juga mulai curiga jika Bang Evan kayaknya juga mulai suka nyari-nyari si Mini.


"Abang mau Bibi buatkan sarapan?" tawar si Bibi.


"Gak usah Bi, nanti aja," tolaknya trus langsung balik lagi naik ke lantai atas tanpa ngomong apa-apa lagi.


****


Kok Abang bisa kepikiran buat jadiin mbak Efa alasan? tanya Mini pas mereka sudah masuk di ruang tunggu bandara.


"Kan cuma Efa yang bisa di ajakin bohong." santai Brandon yang kemudian  lansung duduk di dekat pintu keberangkatan. 


Mini mulai curiga, kenapa cuma Bang Brandon aja yang bisa cocok sama Mbak Efa?  Pasti karena dia juga mau aja kalau di suruh bohong.


Ruang tunggu masih agak sepi karena mereka adalah penumpang penerbangan pertama hari ini. Mini kembali melihat  kesekeliling beberapa penumpang nampak kerepotan membawa barang bawaannya, sedangkan Mini dan Brandon yang tidak membawa apa -apa ini sepertinya memang agak aneh.


"Kayak apa nanti kalau kita ketahuan, Bang?" tanya Mini masih cemas.


"Kita cuma mau mengunjungi keluargamu, bukan untuk kawin lari,  jadi jangan berlebihan." ____" paling mereka marahnya bentar, abis itu bakal baikan lagi. "


Pokoknya kayak enteng banget Bang Brandon ngomongnya kayak dia gak tau aja perasaan Mini yang masih deg-degan. Makanya dari tadi si Mini masih tetap aja kelihatan gelisah dan sama sekali gak bisa tenang, sampai Brandon sendiri juga ikut risi ngelihatinya.


"Apa seharusnya kuambilkan buku agar kau diam dan membaca."


Kebetulan ada sudut play ground buat anak-anak yang juga menyediakan koleksi buku dan krayon untuk mewarnai. Trus Mini langsung membulatkan matanya buat protes karena di suruh baca dongeng anak-anak.


"Kau mengingatkanku pada kucing berbulu kuning yang ada di rumah," canda brandon, "apa lagi sekarang rambut kalian juga mirip."


"Kenapa Abang minta Mbak Efa jadiin aku kayak gini kalau abang sendiri gak suka!" ketus Mini agak kesal karena dia tau sejak kemarin sebenarnya Bang Brandon memang kurang suka, cuma dia gak ngomong aja.


"Nanti kalau sudah tumbuh juga akan balik lagi," hibur Brandon kemudian, sambil nyetuh kuncir mini dan cuma senyum-senyum sendiri ngebayangin kucing mereka yang ada di rumah.


Jujur Brandon memang lebih menyukai Mini yang dulu, tapi Mini kan buakan untuknya tapi untuk Bang Evan.


****


Jangan lupa like...