
Semua putra Tuan Serkan sedang berkumpul dalam acara makan malam untuk ulangtahun ibunya. Tentu Tuan serkan merasa bahagia bisa melihat kejadian langka itu di hari tuanya, saat akhirnya semua putranya bisa berkumpul bersama seperti ini. Bahkan Bang Harris yang selama ini paling jarang hadir di tengah merekapun sekarang juga terlihat selalu ada bersama mereka. Sejak menikah Bang Harris memang menjadi lebih dekat dengan keluarganya, karena itu besar harapan Tuan Serkan agar putra keduanya juga akan segera menyusul ke bahagian putra tertuanya itu.
Mereka sengaja mengadakan makan malam sederhana itu di rumah untuk menghargai momen berharga berkumpulnya seluruh keluarga mereka yang sangat berharga. Tentu Tuan Serkan sangat bangga karena di hari tuanya ini dia sudah memiliki keempat putra yang sangat mebanggakan, rasanya sudah tidak ada lagi yang yang perlu ia cemaskan. Putra tertuanya sudah bisa menggantikan semua tanggung jawabnya dan memimpin adik-adiknya, tentu Tuan Serkan sadar jika kesehatannya sudah semakin menurun belakangan ini, tapi jikapun akhirnya nanti dia harus pergi, paling tidak dia tau akan pergi dalam damai.
Di sebelah Tuan Serkan duduk Tante Marrisa dan putra tertuanya. Sementara di samping ibunya ada bang Evan Brandon dan kemudian putra termudanya Leon. Alex duduk di sebelah bang Harris dan ada Mini di sebelahnya.
Setelah mereka semua berdoa, Tuan Serkan sempat menyampaikan beberpa pesan untuk putra-putranya. Yang intinya Tuan Serkan bangga memiliki mereka semua dan sangat bersyukur dengan hidupnya sekarang karena telah di beri kepercayaan untuk memiliki putra-putra yang luar biasa. Kemudin Tuan Serkan mengucapkan selamat dan terimakasih kepada istrinya dengan sangat mengharukan, bahkan Alex sampai tidak sadar sudah meneteskan air mata.
"Mbak Chacha, " bisik Mini yang duduk di sampingnya ketika mengulurkan tisu untuk Alex yang kemudian balas tersenyum padanya.
"Terimakasih, " katanya setengah berbisik karena tidak ingin mengganggu momen mengharukan itu. Siapapun pasti terharu jika melihat kondisi Tuan Serkan yang sudah semakin lemah tapi masih ingin berusaha membahagiakan istrinya dan tidak ingin membuatnya cemas atau khawatir. Tante Marrisa juga sangat beruntung karena memiliki suami seperti Tuan Serkan dan di kelilingi keempat putra yang menyayanginya, mereka semua juga bergantian mengucapkan selama untuk sang ibu. Perayaan itu memang sederhana tapi sangat berarti bagi mereka semua.
Setelah momen-momen mengharukan itu mereka memulai makan malam bersama dalam obrolan yang lebih ringan, dan beberapa kali candaan untuk putranya Brandon yang telah memberi hadiah sepasang anak kucing untuk ibunya. Tuan Serkan yang ternyata baru mengetahui hal itu juga sampai tidak bisa berhenti tertawa untuk perbuatan putra cerobohnya itu. Apa lagi saat dia tau jika kedua anak kucing itu bernama Mini dan Brandon. Tuan Serkan tau walaupun Brandon terlihat paling acuh dan suka membuat masalah tapi sejatinya dia juga paling loyal pada keluarganya, tidak pernah sekalipun dia melewatkan hari ulang tahun ibunya tak peduli sesibuk apapun dirinya dia pasti akan menyempatkan untuk pulang.
Beberapa kali Alex terlihat mengajari Mini untuk menggunakan pisau dan garpunya dengan benar, dan sepertinya hal kecil itu juga tidak luput dari perhatian Bang Evan. Alex juga sempat tersenyum padanya ketika mata mereka tak sengaja saling bertemu, sepertinya Alex juga cukup bangga karena pelajarannya bisa cepat diterima dengan baik oleh Mini. Mini adalah gadis yang cerdas dan cepat belajar Alex yakin Bang Evan juga akan segera menyukainya, sama seperti yang lainya. Mereka semua memang merasa sangat terhibur dengan kehadiran Mini ditengah-tengah mereka, terutama Tuan Serkan.
Alex bisa mengerti kenapa ayah mertuanya itu bisa begitu menyayangi Rutmini, bahkan tante Marrisapun juga tidak bisa menolak untuk ikut menyayanginya seperti putrinya sendiri meskipun dia tau jika Rutmini adalah Putri dari mantan kekasih Tuan Serkan. Mungkin saat hubungan suami istri sudah berhasil mencapai level seperti mereka, mereka sudah tidak lagi mempermasalahkan hal-hal sepele seperti itu lagi, karena sudah bisa memandang dengan bijak dari tiap-tiap masalalu pasangannya. Alex juga berdoa semoga kelak dirinya dan bang Harris juga bisa melalui hari tua bersama seperti mereka berdua, yang sudah nyaris tanpa pertengkaran lagi dan masih selalu kompak untuk mendukung satu sama lain demi keluarga dan putra-putranya.
Justru Bang Evan kembali memperhatikan Alex dan Mini yang sepertinya kembali bingung untuk mengunakan sendok sup. Brandon yang juga tidak sengaja ikut menyimak kejadian itu langsung tau jika kakak laki-lakinya bukan sedang memperhatikan si Mini. Entah kenapa sepertinya Brandon selalu bersimpati pada gadis Malang itu. Tanpa ingin berpikir macam-macam Brandon kemudian meminta ijin untuk meninggalkan meja makan lebih dulu. Walau sebenarnya agak kurang sopan, tapi karena Brandon yang melakukannya sepertinya mereka semua juga tidak ada yang terkejut. Kecuali si Mini tentunya, dia masih melihat kepergian Brandon bahkan sampai punggung pemuda itu menghilang dinujung lorong.
Bang Evan bisa merasa maklum karena Mini memang belum terlalu mengenal kebiasaan masing-masing orang di keluarganya, wajar jika gadis itu agak terkejut dengan tindakan Brandon barusan.
Setelah makan malam usai dan sebagian keluarga masih berkumpul utuk bercengkraman di ruang keluarga. Mini justru kembali mencari sosok Brandon yang tidak juga kelihatan kembali, entah kenapa dia mencemaskannya padahal mungkin saja Brandon hanya kembali ke kamarnya dan tidur.
Bang Harris dan Alex ijin pulang lebih dulu karena Putri mereka mulai rewel. Mereka mengajak putrinya yang baru beberapa bulan itu untuk berpamitan pada semua orang, termasuk Mini yang juga sangat menggemari bayi mengemaskan itu.
Mini senang ketika melihat kebahagiaan pasangan muda itu dan sempat berhayal dirinya juga akan seberuntung itu. Bang Harris yang tampan dan istrinya yang luar biasa cantik, mereka juga selalu terlihat kompak dan saling menyayangi setiap waktu. Istri bang Harris juga sangat baik pada Mini, beberapakali dia membawakan pakaian utuknya, bahkan sepatu dan aksesoris pun lengkap di belinya untuk Mini yang sebenarnya juga tidak pernah cukup percaya diri untuk memakainya.
Alex memang kelihatan sekali sangat menyukai gadis lugu itu dan tentu dia juga ingin Mini membuat Evan bahagia. Alex tau jika adik laki-laki Bang Harris itu memang masih anti pati dengan perjodohannya. Tapi Alex yakin dia akan segera bisa menerima Mini, karena gadis itu baik, cantik, dan juga mengemaskan siapapun pasti akan segera menyukainya. Walau sepertinya memang perlu usaha untuk bisa sedikit-sedikit merubah penampilannya.
Jangan lupa likeya, karena dukungan kalian sangat berharga bagi penulis...
******