Alex

Alex
BAB 43 IKUT BANG NUGIE



Mira jadi takut mendekati Bang Nugie, jadi sejak ikut masuk ke dalam mobilnya tadi Mira cuma diam aja, beneran gak berani nanya apa-apa.


"Mira, Abang antar pulang dulu, ya?" kata si abang tiba-tiba, "lain kali aja kita nontonnya."


"Memangnya, Abang mau kemana? " tanya Mirra yang gak tau kenapa kok tiba-tiba malah jadi cemas pas ngelihatin Bang Nugi yang kayak masih belum setabil gitu.


"Boleh gak, Mira ikut Abang? " polos Mira pas balik nanya, dan Bang Nugie cuma noleh dia bentar. Baru kembali fokus lagi sama jalanan di depannya tanpa ngomong apa-apa.


Mira juga masih gak berani banyak tanya walau sebenarnya dia juga fakbtau entah Bang Nugie nya mau ke mana, baru pas tiba-tiba Bang Nugie bawa dia belok ke sebuah hotel, Mira sempat panik dan kaget lalu buru-buru nanya, "Abang mau ke hotel? "


"Abang lagi gak ke pingin pulang dulu," jawab si Abang masih datar aja bahkan sama sekali gak pakai noleh si Mira yang mukanya sudah pucat karena gak tau meski ngapain.


Mira beneran mulai panik, dan nyesel karena tadi mau asalnikut aja, tapi kalau lihat ke acuhan Bang Nugie masak dia mau rewel minta di anterin pulang lagi, padahal tadi dia sendiri yang ngotot mau ikut. Cuma tadi dia gak tau beneran kalau Bang Nugie mau bawa dia ke hotel. Beneran Mira sampai gak berani mikir, terpaksa dia tetap mengekor di belakang Bang Nugie, padahal Mira udah malu banget pas mbak-mbak receptionistnya ngelihatin baju sekolah Mira. Si mbaknya tersenyum manis sama Bang Nugie sambil ngasih kunci, kemudian balik ngelihatin Mira sekilas mungkin sambil mikir. Mira yakin dirinya pasti sudah di kira cewek gak bener, buru-buru aja Mira ikut jalan sambil megangin tangan Bang Nugie kayak mau bersembunyi biar gak kelihatan. Bahkan sampai mereka masuk ke dalam lift Mira masih aja nempel kayak anak-anak yang gak mau pisah.


"Kenapa? " tanya Bang Nugie pas Mira tiba-tiba ngelepas tangannya begitu sadar mereka hanya berdua di dalam lift.


"Mira, malu Bang, " dan kelihatan banget kalau Mira masih salah tingkah meskipun sudah gak ada lagi orang-orang yang ngelihatin dia seperti di lobi tadi.


"Kemari," kemudian Bang Nugie malah mengulurkan lengannya untuk menarik Mira lagi dan menyadarkannya kesalah satu sisi tubuhnya.


Jujur Mira sedang berusaha membuat dirinya nyaman dengan posisi menempel seperti itu di dalam lift yang berjalan dan mereka benerannhanya berdua.


"Memangnya boleh, Mira balik aja lagi ke bawah, Bang? " tanya Mirra takut-takut.


"Sebenernya enggak, " jawab si Abang dan gawat pikir Mira, karena lengan Bang Nugie kayak malah gak mau ngelepas dia bahkan sampai mereka sampai di dalam kamar.


Mira bingung ngelihatin sekeliling, karena jadi gak berani terlalu merhatiin bang Nugie yang baru ngelepas jaket dan sepatunya. Padahal dia cuma panik dan beneran gak ngerti meski ngapain. Mira coba ngelihatin bang Nugie bentar dan cuma berdoa dalam hati semoga aja Bang Nugie gak minta yang aneh-aneh. Karena beneran Mira bisa digantung sama mamanya kalau sampainketahuan ke hotel sama cowok.


"Mira pesan aja makanan, Abang maubistirahat dulu," kata Bang Nugie setelah selesai melepas sepatunya.


"Abang mau tidur ?" tanya Mira heran karena kayaknya Bang Nugie mau tidur beneran dan memang sudah mulai berebah di sofa.


"Cuma mau memejamkan mata saja, " dan si Abang sudah gak bicara apa-apa lagi setelah itu, dia cuma diam, benar-benar memejamkan mata dan tenang.


Mira juga gak berani ngelihatin Bang Nugie yang lagi kayak gitu lama-lama. Gak munafik bahkan Mira tadi juga sempet jengkel pas perigas resepsionis tadi kayaknya seneng juga ngelihatin muka gantengnya bang Nugie.


Dari pada mikirin yang aneh-aneh Mira mira buru-buru aja naik ke atas kasur dan mencari handpone di dalam tasnya, kemudian membuka situs baca untuk ngelanjutin baca buku yang kemarin belum selesai. Dia juga gak namun mengganggu Bang Nugie.


Sepertinya Bang Nugie juga sedang berusaha keras untuk menenangkan dirinya, karena tiap kali dia ingat kembali tentang bertengkaran nya tadi dengan Bang Harris rasanya Bang Nugie masih ingin kembali murka. Bagaimana bisa sahabatnya itu bisa memiliki pikiran seperti itu terhadap adik perempuannya. Selama ini Bang Nugie sendiri juga tidak pernah berselisih dengan Bang Harris apa lagi sampai memukul seperti tadi, tapi jika menilai keseriusan sahabatnya itu rasanya mustahil jika Bang Nugie tidak cemas. Dia tau Bang Harris bukan tipe pria yang akan main-main dengan cara seperti itu, bahkan Bang Nugie tau bagaimana sahabatnyabitu tidak pernah mau terlalu peduli dengan urusan wanita. Walaupun tidak pernah kehabisan wanita di sekitarnya tapi Bang Harris memang seperti tidak pernah ada niat serius dengan semua hubungannya. Lantas kenapa tiba-tiba dia malah sangat sembrono untuk mengakui perasaannya terhadap adik Banga Nugie. Karena itu sampai sekarang Bang Nugie masih susah menerima hal itu, karena jujur saj sebagai sesama pria dia juga tau bagaimana saat mereka menginginkan seorang wanita. Membayangkan adik perempuannya ada dalam pikiran pria dewasa seperti Bang Harris rasanya Bang Nugie hanya ingin murkabterhadap sahabatnya itu.


Berulang kali Bang Nugie berusaha menenangkan pikirannya dan tiap kali pulandia selalu saja teringat untuk kembali memukul Bang Harris. Meskipun sejatinya bukan gaya Bang Nugie untuk menyelesaikan masalah dengan kekerasan seperti itu apa lagi dengan sahabat yang sudah sangat dia kenal baik selama ini. Wajar rasanya jika Bang Nugie juga sedang merasa seperti di hianati oleh sahabat sendiri, dan dia tau pasti Bang Harris juga sudah sangat mengerti dengan hal itu. Tapi saat dia masih cukup berani mengambil resiko mempertaruhkan persahabatannya, itu berarti dia memang tidak sedang main-main.