
Bang Evan memang langsung pergi menggunakan penerbangan pagi dan mencarter mobil dari bandara karena menurut informasi Brandon perjalanan menuju kampung Mini agak susah jadi mereka harus menyewa mobil yang memadai. Repotnya lagi tadi si Efa juga maksa mau ikut, bang Evan yang jelas sedang tidak ingin berdebat dalam kondisi seperti ini akhirnya mengalah dan tidak memiliki pilihan lain kecuali mengijinkan Efa ikut dengannya. Untungnya Alex juga ikut jadi walau bang Harris tidak bisa meningalkan pekerjaannya, tapi kehadiran Alex sepertinya sudah cukup untuk membuat Efa tidak terlalu banyak bicara dan mengeluh. Jelas dia gengsi kalau harus mengeluh di depan istri Bang Harris, walaupun sebenarnya dari tadi dia ingin turun dari mobil dan berjalan kaki sangking sakitnya pinggang di buat bergoncang-goncang dan di lempar-lempar di dalam jok mobil yang keras.
Mereka sampai di kampung Mini pas lewat tengah hari dan masih sempat melihat kakek dan nenek Mini sebelum di makamkan.
Alex segera meng hampiri Mini yang masih setengah bersandar di bahu Brandon, Alex segera memeluknya dan sempat ikut menangis karena bagaimanapu pasti sangat berat ketika harus kehilangan dua orang tua sekaligus.
"Terimakasih ", bisik Alex untuk Brandon sebelum bang Evan ikut menyusul menghampiri mereka.
Mini mulai merasa lebih nyaman ketika mengetahui masih banyak orang yang peduli padanya.
Mini menyambut pelukan Bang Evan yang juga berbisik padanya, "kau tidak sendiri dan kami semua akan bersamamu."
Alex mengannguk karena juga mendengrnya dan ingin ikut meyakinkan Mini bahwa dia tidak sendiri.
Bahkan seoran Efa pun jadi ikut terharu dan meneteskan air mata berulang kali meski dia sudah berusaha cepat-cepat menghapusnya karena tidak suka di sebut cengeng sama Bang Evan.
"Terimakasih, mbak Efa" kata Mini ketika bergantian memeluknya sejenak.
Setelah mengikuti pemakanam mereka bertiga memang harus kembali karena Alex juga tidak mungkin meninggalkan putrinya lebih dari satu hari, karena tadi aja dia sedikit memaksa Bang Harris agar di ijinkan ikut kesini.
Bang Evan bicara sebentar dengan Mini dan sepertinya gadis itu mengangguk-angguk setuju untuk mendengarkannya.
"Abang tidak usah khawatir aku akan baik-baik saja, dan akan segera pulang menyusul kalian."
Bang Evan kembali memeluk Mini sebentar sebelum dia benar-benar berpamitan pergi.
"Jaga dia baik-baik," pesannya pada Brandon yang hanya mengannguk tanpa bicara apa-apa.
Tak peduli seaneh apa hal itu tapi sepertinya Alex cukup mengerti dengan perasaan mereka masing-masing, mungkin nanti saat mereka sudah kembali ke jakarta Alex bisa bicara denagn Brandon.
Sepanjang perjalanan pulang itu Bang Evan juga tidak banyak bicara meskipun Efa sempat beberapa kali memancingnya untuk tidak membisu terus sepanjang jalan karena sepertinya dia juga mulai jenuh di abaikan. Alex sebenarnya mau aja mengajaknya bicara tapi dia tau Efa tidak akan pernah menyukainya jadi Alex juga merasa lebih baik kalau dirinya diam saja.
Bang Harris sempat menelfon beberapa kali saat mereka dalam perjalanan jadi sepertinya hal itu yang membuat Alex lebih sibuk di banding harus ikut kompetisi tutup mulut mereka berdua. Walau sebenarnya Bang Harris agak keterlaluan, karena hampir tiga kali dalam satu jam si Abang selalu mengecek perjalanan istrinya. Jika saja Evan tidak sedang pusing dengan masalahnya sendiri, pasti dia juga ingin bilang kalau abangnya itu sedikit psyco sama istrinya sampai menjauh dikit aja sepertinya dia sudah gak tahan banget. Bukan hanya bang Evan, si Efa pun sepertinya juga selalu jelous dengan perhatian Bang Harris buat istrinya, padahal Alex nya nyantai-nyantai aja. Tapi, "si abangnya yang udah kayak di tinggal hijrah ke mars," batin Efa ikut sebal.
"Sorry ," kata Alex ketika harus mennaangkat telfon untuk kesekian kalinya, karena bagaimanapun dia juga ikut gak enak pas ngelihatin muka jenuh Efa dan Bang Evan.
like ya......