Alex

Alex
bab 14



Akhirnya hari pernikahan Bang Nugie dan Mira datang juga.


Dari pagi Dony sudah jemputin Chacha untuk berangkat ke gedung, sementara Mama, Papa dan Bang Nugie sudah nginap di hotel sejak kemarin. Chacha sengaja ngak mau ikut karena hari sabtu Chacha masih masuk kantor, lagi pula jarak rumah dan hotel acara juga tidak jauh rasanya aneh aja kalu Chacha harus repot-repot pindah tidur.


Di rumah juga sedang rame, karena ada beberapa keluarga Mama dari Sukabumi yang nginap di rumah. Kita juga udah sewa jasa make-up untuk datang kerumah biar gak pada repot lagi mondar-mandir ke salon.


Aku mendapat giliran make-up paling terakhir karenanya aku gakmau di dandanin ribet-ribet.


"Chacha udah cantik, kok, " kata si Dony yang niat mujinya mungkin karena udah jenuh ikut nunggu antrian dari tadi.


"Ya, udah kita buruan berangkat, "  Chacha takut Bang Nugie ngambek kalau Chacha telat datang dan sampai gak ikut lihat acara akad nikahnya.


Sesampainya di gedung pas banget acara Akad mau di mulai, jadi Chacaha sama sekali gak sempat merhatiin sekitar dan langsung ikut nyelip duduk di antara para tamu. Semua orang sudah duduk tenang mengikuti acara dengan khikmad sakral, Chacha sempat ikut deg-degan pas akhirnya Bang Nugie berhasil ngucapin ikrar nikahnya dengan lancar tanpa perlu di ulang.  Tidak dapat di tahan lagi saat air mata yang dari tadi sudah berkumpul di pelupukmata akhirnya tumpah juga, Chacha menangis haru dan pingin banget meluk Bang Nugie andai saja dia tidak sedang di kerumunin banyak keluarga.


Dony menarik Chacha untuk lebih dekat padanya dan sedikit menyandarkan kepala Chacha di bahunya biar gak kelihatan banget pas lagi nangis. Setelah habis beberapa gumpal tisue Chacha baru lihat Mira yang melambai-lambai agar aku gabung sama mereka.


Buru-buru Chacha narik lengan Dony buat ikut dan saat itu Chacha baru sadar siapa pria yang sedang berdiri di samping Bang Nugie. Seketika waktu seperti berjalan lambat, kulihat Bang Harris seperti sedang membisikan sesuatu sama bang Nugie kemudian ikut melambai ke Cahaca, yang tiba-tiba aja ingin berhenti saja di situ.


Kenapa gak pernah ada yang bilang jika Bang Harris juga akan datang di pernikahan Bang Nugie? Bahkan Bang Nugie juga sama sekali gak pernah nyinggung soal sahabatnya itu akhir-akhir ini. Entahalah sepertinya Chacha gak siap saat harus tiba-tiba ketemu Bang Harris lagi seperti ini.


"Kenapa Bang Nugie gak pernah bilang kalau Bang Harris juga akan datang?" tanyaku pas kami sudah cukup dekat.


"Peluk Abang dulu dong, jangan buru-buru nengok yang di sebelah, " protes Bang Nugie setengah bercanda pas udah duluan meluk Cahcha.


Chacha juga meluk Mira dan ngenalin Dony sama Bang Harris.


Chacha memang sempat salah tingkah pas bang Nugie lanjut godain Chacha sambil ngelirik Bang Harris, "Cahacah seneng kan? "  tengil si abang yang ternyata belum insyaf juga.


Bayangin aja, ada Dony di samping Chacha dan abangku sendiri kayak sengaja mau jadi pengantin yang ngeselin. Untung Dony yang lumayan peka buru-buru ngajak Chacha pergi, dari awal Dony memang gak begitu cocok sama bang Nugie, biasanya sih Chacha balas nganggap si abang lagi jealous karena Chacha udah punya cowok yang lebih rajin antar jemput setiap hari.


"Tunggu sini biar aku yang ambil makanan, " kata Dony sebelum ninggalin Chacha di meja yang agak sepi dari keramaian para tamu. Dony tau dari pagi aku bahkan belum sempat sarapan, gara-gara orang di rumah pada sibuk masing-masing, bahkan Bi Supipun ikutan ngantri pingin pakai sanggul dan kebaya yang udah di beliin sama Bang Nugie, special buat si mbok kesayangannya itu.


"Hay.. Alex, " sapa Bang Harris yang tiba-tiba udah narik bangku di depanku dan ikutan duduk, sementara aku hanya berani senyum karena tiba-tiba gak tau meski ngomong apa.


"Sendiri? " tanyanya.


"Dony masih ngambil makanan buat Chacha." sepertinya bukan aku sendiri yang ngerasa obrolan ini sangat canggung dan aneh.


Kuperhatikan jari telunjuk bang Harris yang sedang mengetuk-ngetuk tepi meja, masih belum bicara dan hanya merhatiin Chacha dengan sangat terus terang. Bahkan Chacha sampai sempat khawatir salah make-up atau ada maskara yang ikut luntur akibat abis nangis tadi.


"Kapan Bang Harris datang? " tanyaku sekedar untuk mencairkan kecanggungan.


"Baru tadi pagi, " jawabnya masih tak bergeming ngelihatin kekikukan Chacha.


"Lusa Abang sudah balik, maukah Chacha besok temenin Abang jalan?"


Dony yang baru balik langsung naruh piring makanan di depan Chacaha trus pura-pura ramah nyapa Bang Harris. Bang Harris cuma menanggapinya sebentar kemudian memperhatikan makanan di piring Chacha.


"Alex tidak makan daging," katanya.


Dony hanya terlihat bingung pas ngelihatin Chacha, "Kamu vegetari? " tanyanya heran.


"Alex hanya tidak makan daging dan ikan, tapi dia masih makan telur dan susu, " dan kali ini Bang Harris lagi yang ngomong sambil sengaja ngelihatin reaksi Chacha.


Sebenarnya Chacha gak mau terkejut, karena pasti si Bang Nugie yang udah kelewat pengangguran karena sampai ngegosipin menu makanan Chacha. Chacha cuma kasian sama Dony, karena aku tau Bang Harris pasti sengaja ngomong kayak gitu buat bikin Dony kesal.


"Akan ku ambilkan yang lain," kata Dony yang sudah mau kembali ngambil piringku.


"Tidak usah, " tolakku, " kita ngobrol aja dulu, kan sudah lama juga Chacha gak ketemu Bang Harris."


Bang Harris pura-pura ikut tersenyum.


"Chacha dengar, Kak Siska juga sudah nikah, Bang,  trus kapan giliran Bang Harris mau nyusul ?"


"Emangnya, Alex juga udah mau nyusulin bang Nugie? "


Santai Bang Harris pas balik nanya sambil ngelirik Chacha sama Dony.


"Ah, belum bang, Chacha sama skali belum pernah mikir."


Trus Bang Harris tersenyum, "Nanti kasih tau Bang Harris, kalau Alex udah siap nyusul Bang Nugie."


Chacah tau Bang Harris cuma becanda, tapi becandanya kayak sengaja banget buat bikin Dony tambah kesal.


"Bang Harris pergi dulu ya, mau pamitan sama Nugie. "


"Abang sudah mau pulang? "


Jujur aku agak terkejut dan tetap sedikit kecewa jika memang Bang Harris harus pergi secepat itu.


Jika lagi gak ada Dony, pasti udah Chacha tarik lagi lengan Bang Harris buat duduk lagi. Entar, nanti dulu, Chacha masih pingin dengerin Bang Harris ngomong.... Jangan pergi dulu!


Sayangnya pasti akan terdengar agak gila jika sampai Chacha beneran berani ngomong kayak gitu.


Lagi pula kenapasih, bang Harris suka  datang dan pergi semaunya sendiri, becandain Chacha sesuka hati, kayak Chacha bakal kebal aja sama rayuan isengnya.


Saat seperti itu sebenarnya Chacha pingin banget marahin Bang Harris biar dia jera, kalau sudah pergi ya udah gak usah balik-balik lagi. Biar Chacha gak baper lagi, biar Chacha gak ngayal lagi, biar Chacha gak tambah gila lagi karena diam-diam masih suka ngomong sendiri sama cincin di jempol tangannya.