Alex

Alex
bab 93



"Bang Brandon udah bangun, Bi?" kali ini gantian si Miny yang  nyariin.


Udah ibarat sehati aja, batin si Bibi pas lihat Mini baru nongol dan sama-sama baru mandi udah pada nyariin.


"Bang Brandon tadi juga nyarin Mini, itu sekarang da di ruang keluarga bareng Non Efa."


Trus Mini baru ingat, "Gak jadi, Bi. "


"Kenapa?" bingung si Bibi.


"Nanti aja,"___"ceweknya serem," bisik Mini sambil buru-buru kabur sambil pura-pura merinding.


Mini sempat ngelihat sekilas, mereka memang masih di ruang keluarga tapi Mini sengaja gak mau menampakkan diri dan malah milih balik lagi keluar lewat pintu samping buat nengokin Tuan Serkan yang lagi terapi.


Mini sudah kenal sama dua perawatnya Tuan Serkan dan sekarang mereka juga sudah tau kalau si Mini ini dalah calon istrinya Bang Evan. Makanya pas si Mini baru masuk mereka sudah pada senyum semua. Biar bagaimanapun sepertinya mareka juga suka sama Mini yang aslinya menyenangkan dan juga sangat telaten buat bantuin ikut ngurusin Tuan Serkan. Pantes aja kalau Tuan Serkan kayaknya juga suka banget sama gadis desa yang masih sangat lugu itu.


"Sini, Mbak, aku bantuin?" Mini langsung menawarkan diri untuk ikut bantuin mengangkat kaki Tuan serkan, dan Tuan Serkan sepertinya juga senang karena gadis itu memang jauh lebih telaten dari pada kedua perawatnya. Mini juga cepat belajar kalau perawat itu ngajarin dia buat ngerjain apa-apa, karena itu sekerang mereka juga lebih percaya buat ngasih jadwal minum obat Tuan Serkan pada Mini di banding pengurus rumah, karena sepertinya mini juga selalu berhasil membujuk Tuan Serkan yang kadang memang rewel untuk minum obatnya tepat waktu.


Gak lama Bandon muncul untuk ikut ngelihatin papanya seklian buat nyariin Mini, Efa baru aja dia suruh pulang dengan alasan harus jemput Mamanya di rumah Bang Harris karena dia tau si Efa gak bakal mau ikut ke sana. Pas Efa pulang Brandon langsung buru-buru nyariin Mini, dan si Bibi yang tadi ngasih tau kalau Mini lagi bantuin papanya terapi.


Seperti biasanya Brando langsung nyelonng masuk dan ikut duduk di samping kursi terapai papanya, sementara Mini sedang jongkok di lantai untuk memindah kaki Tuan Serkan. Sepertinya Brandon juga senang jika akhirnya Bang Evan bisa memiliki istri yang juga bisa mengurus papanya. Maklum Tuan Serkan memang hanya memiliki anak laki-laki yang mungkin bisanya hanya membayar perawat untuk mengurusnya, padahal yang dia inginkan di hari tuanya ini adalah sentuhan dari keluarga. Dari situ Brandon mulai mengerti dengan alasan papanya untuk memilih gadis seperti Mini ini untuk putranya, papanya ingin memiliki anak perempuan yang seperti Rutmini, dan untuk menjadikan mini putrinya tentu caranya yaitu ...  menikahkan gadis itu dengan salahsatu putranya!


Walau kedengaranya egois tapi, saat seorang orang tua memiliki harapan seperti itu sebenarnya juga tidak sepenunya salah, hanya saja sekali lagi Brandon kembali kasian jika sampai gadis sebaik Mini hanya akan di abaikan sama abangnya.


"Apa kau sudah akan kembali?" tanya Tuan Serkan pada putranya yang dari tadi cuma diam saja memperhatikan Rutmini yang sedang mengurusnya.


"Bukankah aku harus segera menyelesaiakan kuliaku tahun ini," jawab Brandon ketika melihat papanya.


Brandon tau jika Bang Harris juga akan segera melepaskan tanggung jawabnya pada Bang Evan, lantas siapa lagi yang bisa membantunya jika bukan dirinya. Leon bahkan baru akan lulus SMU tahun ini dan sama sekali belum bisa di harapkan. Setelah menyelesaikan kuliah marathonnya Brandon memang harus sudah siap di sibukkan lagi dengan pekerjaannya. Bang Harris sendiri juga sudah mengatakan semua rencana pada Brandon sejak setahun lalu, dan Brando juga sudah menyanggupinya.


Brandon merasa Bang Harris memang berhak untuk bisa mandiri, sosok yang di kaguminya itu adalah pria yang sangat bertanggungjawab. Brandon yakin jika  Bang Harris sudah tau dengan apa yang di lakukannya karena itu dia tidak pernah merasa cemas dan tau jika kakak laki-laki tertuannya itu pasti akan sukses di manapun. Karena itu Brandonlah yang selalu menjadi pendukung setianya selama ini meskipun Tuan Serkan sendiri kadang masih meragukan kemampuan putranya. Bahkan saat papa mereka memberi waktu empat tahun untuk Bang Harris sukses waktu itu. Menurut Brandon itu tantangan yang agak gila, tapi Bang Harris memang menyanggupinya dan behasil. Karena itu menurut Brandon sekarang , Bang Harris sangat layak untuk mendapatkan keinginannya, Brandon juga banyak belajar dari kegigihan kakak tertuanya itu dalam berjuang, demi ideologi dan keyakinannya.


Brandon kembali memperhatikan Mini yang masih meluruskan kaki papanya sambil memijitnya pelan.


"Jika sudah selesai boleh aku pinjam Mini?" tanya Brandon pada papanya yang sempat agak terkejut karena baru saja putranya menyamakan gadis kesayangannya itu seperti barang yang  seolah bisa dia pinjam-pinjamkan.


"Ayo, Mini sepetinya Papa gak keberatan, " kata Brandon padahal Tuan Serkan belum sempat mengatakan apa-apa.


"Tapi, Bang ?" protes Mini pas Brandon udah gitu aja narik tangannya.


"Udah gak papa,"____ "ayo buruan!"


"Maaf Tuan Serkan," mini merasa tidak enak karena putra Tuan Serkan itu jelas agak maksa.


"Sudah pergi saja, dari pada aku harus mendengar kalian ribut di sisni," pasrah Tuan Serkan kayak pingin buru-buru juga ngusir putranya.


Kedua perawatnya bahkan sampai ikut geleng-geleng dan tersenyum pada Tuan Serkan, yang masih selalu bisa bersabar menghadapi putranya yang luarbiasa itu. Tentu mereka yang sudah cukup lama mengurus Tuan Serkan itu juga tau seperti apa kebiasaan Brandon jika sedang ada di rumah.


"Abaikan saja mereka," kata Tuan Serkan pada kedua perawatnya.


******