Alex

Alex
bab 75



Alex sedang tidur ketika Bang Nugie tiba.


Bang Harris pun turun pelahan dari atas ranjang karena tidak mengusik tidur istrinya. Dia meletakkan tangan Alex pelan-pelan kau mudian me ngecup keningnya sebentar sebelum berjalan menghampiri Bang Nugie.


"Alex baru saja tidur,  mungkin kita bisa bicara di luar," kata Bang Harrsi masih cukup tenang meskipun dia tau Bang Nigie sedang ingin mengutuknya.


"Kau benar-benar keterlaluan!"


"Aku memang salah," sesal Bang Harris ketika menatap sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


"Aku memang ceroboh menjaganya, kau boleh menghukumku."


"Aku tidak ingin menghukum siapapun, aku hanya ingin memastikan adikku bersama orang yang benar. "


"Aku berjanji tidak akan bertindak ceroboh lagi. "


"Dari mana aku bisa mempercayai kata-katamu! " tolak Bang Nugie.


"Tolong beri aku kepercayaan. "


"Aku sudah memberikan adikku padamu!"____"bukan sekedar kepercayaan dan omong kosong! "


"Aku akan membuatnya bahagia, dan aku janji akan mewujutkan semua mimpinya."


Dari kecil Alex memiliki perinsip yang kuat,  dan tidak pernah takut mengutarakan pendapatnya dengan sangat lantang. Meski mimpinya kadang sering terdengar mustahil untuk di miliki seorang gadis kecil tapi kenyataannya dia memang sudah memiliki begitu banyak gagasan dalam hidupnya di masa depan dan sangat disiplin dengan semua langkah yang dia ambil. Alex sudah sangat mengerti dengan pentingnya sebuah tanggung jawab bahkan pada saat anak gadis seusianya masih lebih senang bermain bola bekel atau lompat tali. Dan sekarang saat tiba-tiba justru sahabat kepercayaannya sendiri yang mengoda adik perempuannya untuk mengacaukan mimpinya rasanya Bang Nugie lah orang pertama yang tidak akan terima.


Bang Nugie sendiri sebenarnya juga sudah sangat mengenal Bang Harris dan dia tau, jika sahabatnya itu pasti akan menjadi orang terdepan yang akan mendukunya. Karena itu Bang Nugie rela menyerahkan Alex padanya, tapi siapa yang menayangkan jika dua orang dengan kekompakan seperti mereka juga bisa sangat kompak juga saat bertindak ceroboh.


"Kuharap kau bisa bertanggung jawab dengan kepercayaan yang kuberikan!"


"Kau boleh memegang semua  kata-kataku sebagai janji dan hutang.  Aku akan mewujutkan semua mimpi adik perempuanmu kecuali, mungkin seorang anak laki-laki yang sangat diinginkannya." sesal Bang Harris terdengar pedih ketika terpaksa tetap mengakuinya.


"Sudah cukup aku memilikinya saja, aku tidak ingin yang lain lagi, aku tidak ingin bertaruh lagi untuk kehilangannya. "


"Berulang kali aku ingin mempercayaimu, tapi kau selalu saja mengecewakanku, Harris. "


"Aku mengerti dengan kecemasanmu."


"Alex adalah adikku, dan kau adalah sahabatku. Aku mengenal sifatmu mungkin lebih baik dari pada dirimu sendiri karena itu dari dulu aku tidak bisa merelakan adik perempuanku begitu saja. Kau bisa sangat ceroboh mengabaikan kepercayaanku. "


Bang Nugie taun jikan sahabatnya itu mungkin juga tidak akan pernah sadar jika yang dilakukannya terhadap Alex bisa jadi sangat berlebihan. Termasuk saat dia bisa sembarangan mentransfer uangnya  ke rekening anak SMA atau saat dia memberikan hadiah mahal sesuka hati. Mungkin Alex juga tidak pernah tau sampai detik ini bahwa hal-hal sepele seperti itu dulu sudah sangat membuat abangnya khawatir.


Memang tidak sulit bagi Bang Harris untuk membuat siapapun menyukainya, termasuk adiknya bang Nugie. Bahkan Alex yang terkenal selalu keras dengan teman laki-lakinya, kali itu mengakui jika dirinya memang begitu saja menyukai Bang Harris, seperti tanpa syarat apapun bahkan dia rela menunggunya sejak hari pertama mereka bertemu di depan gerbang rumah kala itu. Alex benar-benar cemas karena abang ojolnya tidak kunjung kembali, bukan hanya karena dia hanya ingin bayar makanan yang sudah terlanjur dia telan, tapi sejujurnya dia lebih ingin untuk bisa melihat kembali abang ojol gantengnya. Sulit di jelaskan dan kurang masuk akal bagaimana bisa hati Alex bisa begitu saja berbunga-bunga tapi mungkin memang seperti itulah jodoh, tidak ada yang tau dan kadang sulit dipercaya kecuali kau memang mengalaminya.


Jangan lupa like ya, karena dukungan kalian sangat berharga bagi penulis.