
Bang Harris gak sengaja lihat mobil Bang Nugie, di plataran kafe gak jauh dari dari kantor ayahnya. Bang Harris yang semula cuma mau nyari makan siang yang sudah agak kesorean langsung berencana buat nyusul sobatnya itu. Karena sepertinya ada hal serius juga yang ingin dia bicarakan.
Waktu lihat Bang Nugi duduk sama cewek berseragam SMU Bang Harris sempat ngira jika itu adalah Alex, sampai pas lebih dekat Bang Harris baru sadar jika cewek dengan rambut agak ikal itu ternyata bukan adiknya Bang Nugie.
"Oh, sorry apa aku ganggu kalian? " sesal Bang Haris yang udah terlanjur nyamperin meja mereka.
Tadinya Mira juga gak tau jika cowok yang tiba-tiba nongol di depannya itu adalah Bang Harris yang sering disebut-sebut sama Chacha.
"Kukira tadi Alex, " tunjuk Bang Harris pada si Mira yang mulai curiga jika mahluk ganteng di depannya itu mirip dengan apa yang sering di deskripsikan Chacha.
"Bukan, Bang, ini Mira," koreksi si Mira spontan aja.
"Ceweknya Bang Nugie, ya? "
Karena Mira sempat bingung meski jawab apa, trus dia cuma bilang, "Bukan Bang, Mira temannya Chacha," dan kepolosan jawaban Mira itu hampir bikin Bang Harris ketawa pas ganti nglirik sobatnya, si Abang pun langsung iseng ikut gabung duduk sama mereka.
Kayaknya kali ini giliran Bang Nugie yang jadi kurang suka, karena ngerasa diejek banget sama sobatnya. Tapi apa peduli Bang Haris, dia memang lagi senang karena bisa mergokin Bang Nugie yang lagi ngedeketi teman adiknya sendiri. Sepertinya Tuhan maha adil, dan pasti akan ngasih jalan buat dirinya. Setelah cukup serius memikirkannya sepertinya kali ini Bang Harris semakin yakin jika dia akan mengatakan niatnya pada Bang Nugie.
"Sebenarnya aku ingin bicara, " kata Bang Harris kemudian, pas ngelihatin Bang Nugie yang sepertinya masih belum begitu sadar dengan keseriusannya.
"Maaf, Mira, Bang Harris pinjam Bang Nugienya sebentar," dan masih sempat-sempatnya juga Bang Harris pakai minta-minta ijin Mira segala, padahal mereka ngomongnya juga di depan mata gak kemana-mana.
Bang Harris memang duduk tepat di depan Bang Nugie dengan Mira yang duduk di sampinya.
"Karena aku serius dengan apa yang ingin kukatakan ini, kuharap kau akan mendengarkanku baik-baik dulu. "
Bang Nugie sepertinya juga mulai curiga jika sahabatnya itu memang tidak sedang main-main, cuma saja dia belum tau tentang hal apa.
"Karean aku sangat menghormatimu, maka aku ingin kau menjadi orang pertama yang kuberitau."
"Katakan saja! "
"Aku akan serius dengan Alex. "
Baik Mira ataupun Bang Nugie sepertinya masih sama-sama belum sempurna mencernanya, sampai beberapa saat Bang Harris ngelanjutin kata-katanya.
"Aku sudah memikirkan semuanya, dan hanya meminta ijinmu untuk merestuiku. "
"Omong kosong, dia adek gue!, beraninya lo punya pikiran kotor sama adek gue !" lonjak Bang Nugie pas sepontan menggebrak meja. Tapi Bang Harris nya justru masih terlihat tenang, seperti dia sudah sangat mempersiapkan diri untuk kemurlaan Bang Nugie.
"Aku, serius untuk Alex, karena itu aku ingin memberitaumu lebih dulu, tolong ijinkan aku."
"Tidak, tidak akan!" tolak Bang Nugie, "dan buang jauh-jauh otak kotormu tentang adik gue! " kelihatan sekali jika Bang Nugie sangat murka kali ini. "Kau bahkan bisa meniduri wanita manapun yang kau inginkan, kenapa harus mencari masalah dengan adikku!"
Kayaknya Bang Nugie juga gak bakal terima jika Bang Harris mau seenaknya gitu aja ngambil adiknya.
"Alex itu adek gue, dia cuma tau lo tampan, dan dia gak pernah mikir keluarga lo kaya atau punya segalanya, jadi jangan coba-coba lagi deketin adek gue!"
"Apa karena lo masih kecewa dengan wanita yang ninggalin lo karena pria yang lebih kaya ?"
Bang Nugie langsung mukul Bang Harris. Mira yang ikut menyaksikan kejadian itu di depan matanya juga tidak berani bicara apa-apa, karena jujur dia masih syok juga mendapati keberanian Bang Harris untuk mengakui perasaanya pada Chacha.
"Dia bukan siapa-siapa, dan yang lo bicarain kali ini adalah adik gue!"
"Karena itu aku juga ingin melindungi pikiran adek gue dari menjadi wanita yang hanya peduli dengan harta seorang pria! "
"Aku, akan menunggunya, " kata Bang Harris kemudian untuk sedikit melunak ketika menatap sahabatnya, dengan sungguh-sungguh dan memohon.
Bang Nugie sendiri tidak pernah menyangka harus membahas perkara seperti ini dengan sahabatnya sendiri. Dia sudah sangat mengenal Bang Harris, dan tau jika sahabatnya itu tidak akan main-main dengan perkara seperti ini.
"Meski aku sudah mengenalmu seperti saudaraku sendiri, bukan berarti aku bisa mempercayakan adik perempuanku, karena aku tidak percaya seorang pria tidak akan mengambil untung untuk dirinya sendiri!"
"Aku tidak akan menyentuhnya." janji Bang Harris.
"Tidak, kau bahkan tidak boleh menemuinya! " tegas Bang Nugie, "jangan pernah lagi temui Alex jika kau benar-benar ingin aku merestuimu! "
"Itu tidak masuk akal, " protes Bang Harris yang merasa persyaratan itu sangat tidak adil baginya. Tapi Bang Nugie masih berkeras sama sekali tidak mau mengendurkan peraturannya.
"Sampai kapan? " tanya Bang Harris kemudian, karena sudah merasa menemui jalan buntu dengan perdebatannya.
"Sampai, adik perempuanku siap menikah atas keinginannya sendiri. "
"Bagaimana aku bisa tau Alex tidak akan memilih pria lain untuk menikahinya? "
"Aku kenal siapa adikku, kau tinggal tepati janjimu, maka akan ku pegang pula janjiku!"
Sepertinya Bang Nugie juga langsung kehilangan moodnya dan ingin segera pergi, sementara Bang Harris masih merasakan jejak anyir dari darah segar di sudut bibirnya karena dia sudah membiarkan Bang Nugie memukulnya begitu keras.
Mira yang mengekor di belakang Bang Nugie sempat menghampiri Bang Harris sejenak.
"Maafin, Mira ya, Bang, " bagaimanapun Mira merasa tidak enak karena ikut melihat kejadian itu tapi tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah kemurkaan Bang Nugie. Jujur saja Mira prihatin saat melihat Bang Harris yang harus menyanggupi perjanjian semacam itu. Mira tau Bang Harris pasti sangat mencintai Cahacah hingga dia rela merendahkan dirinya seperti tadi.
Mira pernah melihat Bang Nugie murka terhadap Baim, tapi tidak pernah separah tadi, dia buru-buru berlari mengejar Bang Nugie.