Alex

Alex
BAB 110



"Itu salah satu mantannya Bang Evan."


Kayaknya Mini kaget deh, kalau mantanya Bang Evan ternyata artis blastern yang cantik banget kayak gitu, lantas apa yang dilihat Bang Evan dari dirinya.


"Ada lagi beberapa super model keturunan Uzbekista dan Turki. " 


Sambil nyimak Mini melihat Mbak Efa langsung sibuk membuka ponselnya.


"Sini aku tunjukin fotonya."


Gak tau kenapa kayaknya si Efa kok jadi semangat banget ngasih tunjuk foto-foto mantannya Bang Evan sama si Mini. Mantan Bang Evan ternyata super cantik dan seksi-seksi. Wajar aja kalau Mini masih keheranan, trus mulai lagi ngebandingin sama dirinya yang tetap aja bakal kelihatan cupu.


"Kamu gak usah berkecil hati, karena ternyata Bang Evan juga suka sama Mini, kan?" hibur Efa begitu menangkap ekspresi si Mini yang langsung kayak gak percaya diri.


"Aku sengaja ngasih tau ini supaya nanti kamu gak kaget kalau ternyata Bang Evan  sering  di dekatin wanita-wanita cantik."


"Tapi apa beneran orang seperti Bang Evan mau sama wanita sepertiku?"


"Jika dia sudah menikahimu nanti, berarti dia juga menjadi milikmu dan kau berhak mengusir semua wanita-wanita pengganggu itu," ______ " dan aku siap menjadi guru terbaik dalam hal itu," si Efa langsung ngedip jahil dan si Mini spontang ketawa sampai sedikit lupa dengan kesedihannya akibat di abaikan Bang Brandon tadi.


Mini tau jika Mbak Efa itu sebenarnya memang baik, cuma cara ngomongnya aja yang kadang agak keluar dari standar tata krama, tapi asal kita bisa pengertian sebenarnya orang seperti Mbak Efa bisa menjadi teman yang sangat loyal.


Tiba-tiba Bang Evan datang, baru pulang dari kantor dan langsung menghampiri Mini dan Efa yang dilihatnya sedang ngobrol di sofa  ruang keluraga.


"Sini Mini! " Bang Evan sengaja menarik Mini, kayaknya dia gak suka kalau Mini deket-deket sama si Efa.


"Abang pikir aku bawa virus, ya! " protes Efa kesal.


"Jangan dekat-dekat, Abang takut dia ngajarin kamu yang gak bener," bisik Bang Evan tapi kenceng banget dan mustahil kalau si Efa gak ikut denger.


"Aku cuma ngasih tau Mini foto-foto mantannya Bang Evan," _____" biar nanti dia gak kaget kalau si Abang di deketin cewek melulu," sengit Efa dah kayak paling bener, dan gak ada takut-takutnya udah ngebocorin rahasia negara.


"Jangan percaya dia, Mini," kata Bang Evan, walaupun Mini sebenarnya juga gak papa meskipun tau mantanya bang Evan ternyata cantik-cantik.


"Abang tenang aja, aku gak bocorinkok yang ter the best di hati abang itu," buka  si Efa namanya kalau gak niat banget bikin Bang Evan kesel. Karena Efa tau dia pasti  masih takut kalau ketahuan diam-diam ternyata masih suka sama kakak iparnya sendiri.


Bang Evannya cuma melotot trus pura-pura gak peduli.


"Eits !"____"Jangan sampai kalian ciuman di depan gue,ya ! " ketus Efa dengan seringai jijiknya pas lihat bang Evan pura-pura mau bisikin Mini lagi tapi sebenarnya dia cuma mau nempel-nempel aja buat ngecup lehernya si Mini.


Brandon sudah ganti baju dan siap buat ngajaki Efa jalan, dia cuma ngelihati Mini dan bang Evan sebentar.


"Aku keluar dulu, Bang," pamitnya singkat cuma sambil lalu dan buru-buru juga si Efa ngejar jalannya Brandon yang udah kayak keburu di kejar hujan.


"Bay, Miny," kata Efa yang ternyata  masih sempat-sempatnya juga dia balik noleh Mini untk melambai pas dia udah berhasil ngegandeng lengannya Brandon.


"Abang mandi dulu aja sana, pasti capek pulang dari kantor," kata Mini buat Bang Evan yang masih duduk di bantalan sofa di sebelahnya.


"Sebentar, Abang mau lihat Mini dulu," Bang Evan buru-buru melompat untuk ikut duduk di sofa sebelah Mini, kemudian memperhatikan gadis itu dengan sungguh-sungguh.


"Jangan ngelihatin aku seperti itu, Bang," Mini ngerasa gak enak karena jadi inget kayak lagi dibandingin sama wanita-wanita  yang dikasih lihat Mbak Efa tadi.


"Mini, percaya sama Abang, kan?" tanya Bang Evan dan Mini hanya mengannguk saat kemudian Bang Evan meraih tangannya.


"Abang tidak akan membandingkan Mini dengan siapapun, jika Abang menilih Mini  berarti Abang memang hanya ingin hidup bersama Mini, bukan yang lainnya."


Sebenarnya Bang Evan hanya tidak mau Mini merasa ragu dengan perasaaannya apa lagi setelah dia tadi ngumpul sama orang seperti Efa.


"Aku, tidak apa-apa, Bang ,"_____"aku percaya sama Bang Evan," bahkan Mini masih berusaha tersenyum meski sebenarnya pikirannya sedang rancau. Bukan karena deretan wanita-wanita cantik yang di tunjukkan Mbak Efa tadi, tapi ternyata Mini jadi mulai bimbang dengan keputusannya hanya lantara keacuhan Brandon yang sepele tapi ternyata memang mampu untuk mengacaukan pikiranya. 


Sampai  kembali kekamarnya, Mini pun masih tidak bisa berhenti berpikir tentang ke acuhan Bang Brandon. Dia mulai tidak bisa membayangkan, jika ternyata Mbak Efa  melihat apa yang dilakukan Bang Evan di kolam kemarin, dan itu berarti Bang Brandon pasti juga melihatnya. Bagaimana perut Mini tiba-tiba terasa panas karena rasa mual yang luar biasa dan entah kombinasi apa lagi karena rasanya sangat tidak enak dan tidak benar di mana-mana.


Tapi apa mungkin semua itu ada hibungannya dengan perubahan sikap Bang Brandon beberapa hari ini, atau dirinya saja yang berlebihan menanggapinya.


Memangnya siapa dirinya hingga Bang Brandon harus peduli, toh dari dulu si Abang juga sudah tau jika dirinya di bawa kemari untuk Bang Evan dan Bang Brandon sendiri juga sudah memiliki Mbak Efa.


Meskipun Bang Brandon sangat baik padanya selama ini tapi bukankah semua itu dia lakukan juga untuk kakka laki-lakinya. Termasuk dengan merubah total penampilan Mini kemarin, Mini tau semua itu Bang Brandon lakuin untuk Bang Evan.


Intinya sebaik apapun Bang Brandon padanya selama ini dirinya tetap tidak boleh mengartikannya lebih.


Tapi bagaimanapun semua perhatian itu memang sudah membuat Mini memiliki ketergantungan pada pemuda itu. Perasaan yang seharusnya tidak boleh dia biarkan, karena dia sendiri tau jika sudah ada bang Evan, dan alangkah tidak tau diri jika sampai dirinya masih ingin berharap macam-macam.


Memang siapa dirinya, dia hanyalah gadis kampung yang di pungut oleh keluarga ini, Mini juga sudah tidak memiliki siapa-siapa jika bukan karena belas kasihan mereka. Bisa ikut tinggal di tengah keluarga yang menyayanginya seperti ini dan memiliki pria sebaik Bang Evan,  sebenarnya itu sudah sangat berlebihan untuk dia dapatkan.


Mini tidak ingin dianggap tidak tau diri, walaupun jujur di hatinya seperti tetap ada yang salah jika dibiarkan seperti ini.


like ya.....