Alex

Alex
bab 27 Bang Nugie tengil



"Stop-stop! Bang !"___" Chacha lupa Mira tadi mau nebeng sama kita."


Untung aja, padahal sudah hampir kelewatan rumahnya si Mira. Begitu lihat Mobilnya Bang Nugie, Mira yang udah stand by di teras langsung lari buru-buru kayak takut banget ketinggalan.


"Mira masih tengkar sama cowoknya?" tanya Bang Nugie iseng, dan si Mira cuma ngangguk plus pasang senyum garing sambil buru-buru nyelip duduk di samping Chacha yang asik ngotak-ngatik layar HP-nya.


"Baim ngambeknya kayak emak-emak, Bang," timpal Chacha masih sambil lanjut nulis Chat buat balesin si Baim yang chatnya udah numpuk dari tadi malam dia cuekin. Intinya dia cuma mau nanyain Mira melulu, tapi masih gengsi buat ngajakin baikan.


"Udah, tinggal selingkuh aja dulu sama Bang Nugi kalau cowoknya ngambekan," saran si Abang asal ngaco buat godain si Mira.


"Kalau selingkuhnya sama Bang Nugie,  Mira takut entar mamanya Mira pingsan."


"Emang kenapa? "


"Mama kan ngefans banget sama abangnya Chacha."


Bang Nugie ketawa, masih sambil ngelihatin jalan di depannya, "Besok abang samperin Mamanya Mira, biar Abang sekalian di suruh nikahin putrinya."


"Ih, Mira belum mau nikah, apa lagi nikahnya sama, Abang!"


"Lo bener! Abang Chacha memang cakep tapi, ingat, bisa jadi bini ke lima lonya entar, " kali ini Chacha yang balik ikut ngomong.


"Mira mau, kalau bang Nuginya gak usah ganteng-ganteng banget."


"Mira aja yang belum tau, enak loh, sama bang Nugie. "


"Bisa nebeng terus, ya, Bang. " kikik si Mira.


"Lo, chat sama siapa sih, Cha?" tengok si Mira.


"Emak lo! "


"Iss...jangan-jangan si Baim, ya?"


"Iya, rasanya mau Chacha blokir aja ini nomor si bocah! " ketus Chacha kesel.


"Emang dia nanya apa? "


"Nanyain, lo udah kangen belum sama dia? "


"Trus lo jawab apa? "


"Mana Chacha tau, emangnya si Baim ngangenin?" Chacha bales nanya sambil pasang muka geli.


Simira kayaknya lagi mikir pas si abang nyela.


"Entar Abang jemputnya agak telat, ya?"


"Aduh, Bang, Chacha kan ada ngeles hari ini. "


"Lo naik taxi aja sama si Mira, entar uang sakunya Abang tambahin."


"Emang, Abang mau kemana, sih? hari ini kan kuliahnya udah libur."


Belum juga sempat jawab pertanyaan Chacha HP si abang udah bunyi lagi.


"Ya, entar gue bilangin Haris dulu."


Kata Bang Nugi yang langsung matiin telfonya trus buru-buru telfon temannya yang lain.


Karena kebiasaan Bang Nugie pakai mode loud speaker kalau pas sambil nyetir jadinya Chacha sama Mira bisa ikutan nyimak kalau si Abang mau janji ketemuan sama teman-temannya.


"Gue jemputin Siska dulu, entar kita langsung ketemuan di sana aja." tutup Bang Nugi, trus si Abang balik noleh Chacha sama Mira yang ternyata lagi kompakan cemberut.


"Entar Abang tambahin lagi uang sakunya."


"Kita dapat tips dobel Mir," timpal Chacha sambil nyikut pinggangnya si Mira.


"Entar Abang jemputin pulang ngelesnya," tambah Bang Nugie buat nyogok adiknya.


*****


Sore itu Bang Nugie emang gak telat jemputnya, tapi Chachanya yang malah di ajakin muter balik ke kampusnya si Abang.


"Kan gak ada kuliah, Bang, ngapain ke kampus?"


"Bentar aja, Abang ada urusan sama teman."


"Kenapa gak besok aja sih, Bang? "


"Temen Abang sibuk, karena minggu ini dia udah berangkat ke luar negeri."


Chacha cuma cemberut sampai diparkiran cofe shop dekat kampus, dia juga gak mau ikut turun dan malah milih nunggu di mobil. Sudah lewat jam enam sore pas Chacha bosan nungguin Bang Nugi yang tadi bilangnya cuma turun bentar buat nemuin temannya. Chacha jadi agak kesel pas lihatin Bang Nugie kayaknya malah ngobrol dulu sama temannya itu. Chacha bangkit buat mencet klakson dua kali biar mereka pada tau kalau yang nungguin udah laper karena tadi gak makan siang. Ternyata si Abang cuma noleh dan malah temenya yang melambai ke Chacha, sebenarnya mereka juga sama-sama gak bisa lihat dengan jelas karena jarak parkiran agak jauh dari plataran kafe tempat mereka pada duduk di meja berpayung yang agak ketutup tanaman juga. Tapi Chacha yakin itu bukan bang Nolan, mungkin teman Bang Nugie yang lain, karena Bang Nolan tidak lebih tinggi dari Bang Nugie.


Gak lama berselang yang Chacha pikirin malah tiba-tiba nongol.


Bang Nolan baru aja turun dari mobilnya dan langsung Chacha triakin.


"Bang, bilangin Bang Nugi suruh cepetan, Chacha laper!"


Bukanya buruan, bang Nolan malah belok nyamperin Chacha, trus ngejitak dia. "Kemana aja kemarin sudah Bang Nolan bilangin ke Bang Nugi buat ikut dateng ke acara tunangannya Abang."


"Chacha lagi banyak PR, Bang, " kelit si Chacha asli bohong, karena kemarin itu dia malah jalan bareng Mira.


"Kuwalat lo entar, suka bohongin orang tua. "


"Kapan sih Abang lahirnya, kok udah tua? "


Belum sempat bang Nolan mau ngejitak lagi kepala Chacha, hp-nya malah bunyi.


"Iya, bentar! " ketusnya trus langsung dimasukin saku lagi Hp-nya, dan si Chacha merasa sedikit terselamatkan.


"Dasar si Haris gak sabaran, " gerutu bang Nolan trus langsung buru-buru pergi nyamperin sobatnya.


"Jangan lupa suruh cepetan, Bang Nugie nya! " triak Chacha sekali lagi.


Untung bang Nugie segera balik sebelum Chacha pingsan beneran.


"Sorry, Nolan lama banget di tungguinya," kata Bang Nugi pas sambil masang sabuk pengamannya.


"Chacha laper, Bang. "


"Kita makan ramen, ya? "


"Trus besok Chacha mau anterin nonton sama si Mira. "


"Ah, enggak! Abang suruh ikutan nonton film kalian?"


"Si Mira masih marahan sama cowoknya, trus siapa yang temenin kita pulang malam?"


"Nonton pas weekend aja," saran Bang Nugi, maksudnya biar bisa nonton siang.


"Kita udah beli tiketnya pakai uang bonus dari Abang tadi, makanya Chacha belum makan."


"Besok Abang beliin lagi tiketnya."


"Trus yang ini mau di buang sia-sia? "


"Kasih aja sama yang mau kan sama aja. "


"Enggak! Chacha udah rela lapar buat beli tiketnya, masak, sih, Abang tega?"


"Baiklah tapi Bang Nugie gak janji!"


karena kalau janji, si Abang tau bakal ada kompensasinya kalau sampai meleset dikit aja. Chacha itu, walaupun suka bangkong di hari minggu tapi sebenarnya anaknya on time banget, dan gak mungkin dia mau buang waktu untuk hal yang gak berguna. Chacha suka ikut di berbagai kegiatan sosial dan pencinta lingkungan, jadi relawan bencapun dia juga paling rajin. Makanya diam-diam Bang Nugie sebenarnya bangga juga sama adiknya yang kadan suka bawel plus ngerepotin itu.