Alex

Alex
bab 76



Saat Alex bangun dia mendapati Bang Nugie yang kali ini sedang menjaganya, dan dia pun segera mencari Bang Harris yang ternyata justru sedang tidur meluruskan punggungnya di sofa. Alex kembali melihat abangnya dan tersenyum.


"Apa kalian sudah berbaikan?" tanya Alex penasaran.


"Mungkin kau masih bermimpi jika berharap kami akan berbaikan begitu saja. "


"Tolong jangan terlalu keras padanya, Bang, " mohon Alex yang tau Bang Harris masih tidur dan tidak akan bisa ikut mendengar rengekanya.


"Aku mencintainya.... " bisik Alex dengan sedikit senyum jahilnya.


"Dia harus belajar mengurusmu dengan lebih baik." tegas si abang kayaknya masih belum mau ngalah.


"Aku sudah bahagia dengan apapun yang dia berikan,"____"dan sangat bersyukur bisa hidup dengannya, apa itu masih belum cukup? " Alex pura-pura cemberut sama Bang Nugie.


"Dia sudah berjanji padaku, dan tetap harus menepatinya, karena aku sudah mempercayakanmu padanya. "


  "Tolong jangan selalu menyalahkan nya, karena kadang aku sendiri juga yang ikut mempengaruhinya, "kali ini sepertinya Alex sungguh-sungguh dengan kata-katanya ketika menatap bang Nugie dengan wajah nanar, "aku ingin Bang Nugie tau jika, aku juga hanya ingin hidup bersamanya... "


Arasanya tetap sulit bagi Alex untuk mengungkapkan segalanya, betapa dia bahagia, betapa dia sangat bersyukur mendapatkanya. Mereka bukan lagi seperti belahan jiwa tapi justru sudah menjadi satu jiwa yang mustahil di jauhkan lagi, "Aku adalah dirinya dan dirinya adalah diriku. " Ucap Alex meski dia tidak yakin Bang Nugie bisa mengerti, dengan benar. Yang jelas itu semua bukan sekedar bualan yang hanya enak di dengar telinga, mereka sungguh-sungguh merasakannya, bukan seperti pasangan yang hanya sedang saling tergila-gila. Alex yakin perasaan seperti itu tidak dapat di rasakan ke sembarangan orang dan tidak dapat pula bisa di temukan oleh sembarang orang. Siapapun kau boleh tidak mempercayainya tapi sama sekali tidak akan ada pengaruhnya bagi mereka yang percaya. Jika saling mencintai itu mungkin, tanpa batas dan dengan benar. Alex juga tidak pernah merasa cemas karena dia tau sudah jatuh cinta kepada pria yang benar, dia lah pria yang sudah menikahinya, bertanggung jawab dan mencintainya.


"Tolong beri dia kesmpatan, untuk mendapatkan kepercayaanmu sepenuhnya. " mohon Alex ketika menatap Abangnya. Alex ingat bagaimana mereka dulu pernah  bersahabat dan belakangan justru lebih sering bertikai hanya karena dirinya.


"Jikapun aku melakukannya, semua itu kulakukan untukmu. " kata Bang Nugie kemudian setelah hanya diam untuk beberapa Lama dan Alex pun seketika tersenyum.


"Kau emang curang, " tegur Bang Nugie yang tiap kali tidak bisa menolak keinginan adik perempuannya.


Alex lega karena mereka sepertinya tidak harus bertengkar meski tidak juga harus beramah tamah tapi mereka bisa akur.


"Apa Mira ikut?" tanya Alex tiba-tiba.


"Ya, tapi dia tidak bisa ikut kemari. Karena Dany sama sekali tidak bisa berpisah darinya. "


Tiga Baby sitter memang agak berlebihan jika alasannya hanya untuk keamanan. Tapi siapa yang tau jika si abang sebenarnya maunya Alex hanya ekslusif untuk dirinya. Bukannya Alex tidak menyadari sifat egois suaminya itu tapi sepertinya Alex lebih cenderung bisa menerimanya dengan suka rela. Tidak harus segalanya sesuai standar umum karena yang berbeda caranyapun belum tentu salah untuk sampai ke tujuannya.


Bang Harris tetaplah pria yang sangat mencintai keluarganya, bukan hanya terhadap Alex dan putrinya. Bahkan dengan seluruh keluarga besarnya, walaupun dengan seluruh sifat keras dan keacuhanya dia tetap ibaratnya panglima bagi adik-adiknya. Dia selalu ada didepan untuk memimpin dan memegang tanggung jawabnya, karena dari itulah sebenarnya kebesaran seorang pria, bukan karena sekedar wajah rupawannya tapi karena semua itu Alex mencintainya.


"Terimakasih, sudah membiarkannya beristirahat, " kata Alex ketika melihat bang Harris yang masih tidur. 


Setelah dari kemarin menjaganya tanpa lelah dan menolak beristirahat untuk dirinya sendiri tentu bisa melihat pria yang di cintainya itu akhirnya mau mememjamkan mata sejenak saja rasanya sudah cukup membuat Alex lega.


"Aku rindu Mira, Bang," Alex kembali menatap abangnya.


"Dia juga merindukanmu."


"Bagaimana degan Dany?"


"Dia semakin mirip dengamu. "


"Kupikir Mira akan semakin membenciku. "


"Ya, dia sering ngomel tentang itu. "


"Jika nanti Chacha memiliki anak laki-laki, aku ingin Abang yang kasih nama. "


Bang Nugie hanya mengangguk dan pura-pura tersenyum, karena dia ingat bagaimana sahabatnya tadi bekeras untuk tidak ingin Alex hamil lagi.


Jangan lupa like ya.....


****