
Alex agak cemberut sama si Abang yang kadang memang masih suka mau menangnya sendiri seperti itu.
"Baiklah, Abang boleh membawaku ke manapun,"_____" tapi setelah kita mengunjungi bang Nugie!" syarat Alex pas sambil ngedip jahil.
"Kita titipkan Sookie sama Mama," tawar Bang Harris.
"Kita bisa membawanya," Rengek Alex masih coba membujuk.
"Dia belum tau apa-apa meskipun kita bawa, lebih aman dia di rumah bersama Mama." Tapi kayaknya Bang Harris memang lebih masuk akal.
"Berjanjilah untuk melupakan pekerjaanmu selama kita berlibur," untuk sekedar memastikan karena bagaimanapun Alex tidak ingin terganggu dengan Bang Harris yang workaholic.
"Akan kusuruh Evan, karena memang dia seharusnya mulai belajar menggantikan pekerjaan ku. "
Alex mengangguk dan mencium Bang Harris lebih dulu.
"Kadang aku ingin cepat pensiun dan menikmati hidup seperti ini saja."
"Jangan berlebihan bahkan tiap hari kau sudah melakukannya."
"Mungkin kita bisa mengganti sofa di ruanganku dengan yang lebih lebar.
"Sekalian saja Abang siapakan ranjang di sana," ejek Alex saat mendorong Bang Harris yang juga menarik pinggangnya.
"Bagaimana dengan bayi laki-laki " tanya Alex tiba-tiba.
"Tidak sekarang!" tolak Bang Harris.
"Kenapa?"
"Kau akan nampak seperti Wonder woman yang sedang hamil," tawa Bang Harris kemudian.
"Itu tidak lucu, Bang! "
"Selesaikan dulu perjuanganmu baruย kita pikirkan lagi tentang bayi laki-laki."
Sebenarnya Alex kesal tiap kali, sepertinya Bang Harris hanya selalu mencari-cari alasan untuk melarangnya hamil.
Pernah suatu hari Alex sedang tidak bekerja karena itu Bang Harris juga ingin baru-baru pulang. Saat sampai di rumah sekalinya Alex masih mandi dan sangat lama sampai Bang Harris kesal nungguin dia yang ternyata mandinya sambil baca Buku plus dengerin music.
"Kamu gak tau aku sudah nunggu di luar dari tadi?" _____"ini aku juga sudah beliin bunga"
"Sorry aku gak tau Abang sudah pulang kita kan janjiannya baru nanti jam enam, ini baru jam tiga Bang. " Alex pura-pura ngingetin padahal dia taubBang Harrisnya udah kesal pas berdiri di tengah pintu trus ngelempar bunganya ke atas wastafel.
Ceritanya kemarin Alex ngeluh karena bang Harris dulu gak pernah ngajakin dia kencan apalagi beliin bunga, yang Ada Alex di PHP in meluku sama si abang makanya Alex pingin pura-pura kencan lagi sama si abang biar kembali seru.
"Abang mau ngapain? " tanya Alex heran pas Bang Harris terus jalan ngedekatin dia, trus kayaknya mau ikut masuk ke dalam jakuzi.
"Aduh Bang bisa gak lepas sepatunya dulu! " protes Alex karena Bang Harris kayaknya langsung ikutย nyebur gitu aja sama stelan rapinya yang tadi rencananya mau buat jemputin Alex kencan sambil bawa bunga.
"Sudah kita tidak usah kemana-mana," kata Bang Harris mengabaikan protes Alex dan tetap aja ikut nyebur sampai air busanya tumpah kelantai semua. Tapi apa peduli Bang Harris, bahkan dia lempar jauh-jauh buku yang baru dia rampas dari tangan Alex.
"Oh, Bang itu baru aku beli kemarin dan belum sempat baca! " protes Alex pas lihat bukunya mendarat di atas air.
"Bisa kau baca lain waktu, akan kubelikan lagi, "_____" sekarang kemarilah! "
Alex pura- pura berkelit padahal percuma karena Bang Harris lebih dulu menangkap pinggangnya dan menenggelamkannya lagi sambil mencium wanitanya.
Mereka berdua memang sering berbuat tidak masuk akal bahkan di kantor pun kadang Evan sampai dibuat kesal dengan tingkah mereka berdua yang kadang seperti tidak tau waktu.
Bang Harris adalah seorang pencemburu yang buruk, Bahkan dengan klien dan rekan bisnisnya pun dia cemburu, karena mereka suka ngelihatin istrinya. Tapi kadang Alex juga sama gak masuk akalnya jika untuk membujuk suaminya agar meloloskan segala keinginannya. Kadang Evan yang jadi kesal karena sepertinya dia memang tidak hanya cemburu dengan kecantikan istri abangnya, tapi dia juga cemburu dengan kegilaan mereka berdua yang kayaknya nemu aja cara buat ngelakuin hal gak penting, kayak pura-pura kencan sampai pura-pura jadi ojek online buat jemputin atau bawain makanan buat istrinya. Udah gitu minta di kasih bonus pula, gimana Evan gak kesel ngelihatin pemandangan kayak gitu terus di depan mata. Kadang dia sampai kehilangan nafsu makan walau sebenarnya sedang lapar juga.
Bang Harris sepertinya memang jauh lebih bahagia setelah menikah, bahkan dia sudah tidak pernah bertengkar lagi dengan Papanya. Sekarang si Abang juga lebih sering berada di tengah keluarganya, tidak seperti dulu yang kadang untuk pulang setahun sekali saja belum tentu dia mau.
Bang Harris
kenapa aku pilih Serkan ?
karena dia mirip suamiku ๐๐
dan sedikit banyak cerita ini terinspirasi dari dia ๐๐๐