
Alex masih belum bisa tertidur karena rasa kram yang beberapa hari ini menjalari perut bawahnya. Awalnya rasanya masih ringan dan mulai berangsur tidak bisa di tahan dan membuatnya semakin gelisah. Bang Harris yang juga tidak bisa tidur hanya bisa membatu menggosok-gosok perutnya untuk sedikit meringankan rasa kram yang merayap-rayap tersebut. Malam semakin larut tapi tidak juga merasa lebih baik. Bagaimanapun itu adalah kehamilan pertama, mereka sama-sama tidak tau jika kontraksi rasanya aka seperti itu, mereka sama sekali tidak curiga karena mereka pikir kandungan Alex juga baru memasuki bulan ke tujuh.
"Kemarilah, " Bang Harris duduk dan membawa Alex ke dalam pangkuannya untuk berusaha membuatnya lebih nyaman, tapi rasa sakit itu masih kembali menjalar datang dan pergi. Sepertinya Bang Harris juga tidak terlalu mengerti dengan apa yang dia lakukan, dia membiarkan Alex bersandar pada dirinya, dan duduk di atas pangkuannya sepanjang malam.
Tiap kali rasa sakit itu datang lagi Alex menggeliat dan membiarkan Bang Harris menggosok-gosok perutnya lagi sampai dia merasa nyaman. Begitu seterusnya mungkin sampai pagi hanya sekejap saja Alex sempat terlelap dalam posisi yang sama masih berada di atas pangkuan Bang Harris sampai pagi.
"Aku akan membawamu kerumah sakit, " bisik Bang Harris ketika pelahan mengangkat tubuh Alex. Bahkan dia tidak sempat membangunkan siapa-siapa ketikan membawa Alex pagi-pagi.
Karena alex sudah semakin tidak tahan akhirnya Bang Harris membawa Alex ke klinik ter dekat dari rumahnya.
Sesampainya di klinik dan para suster melakukan pemeriksaan bang Harris dan Alex terkejut karean dia sudah mengalami pembukaan dua sedang usia kandungannya masih baru tujuh bulan. Alex juga baru tau jika rasa sakit yang dia rasakan semalaman itu adalah kontraksi pembukaan rahim.
Setelah dokter melakukan USG ternyata bayinyapun belum cukup berat badan untuk di lahirkan. Hanya 1,8 ons kurang dari batas minimal. Dokter menyarankan agar kontraksinya di tahan untuk beberpa minggu lagi sampai berat bayinya bertambah.
Tim medis sudah memasang berbagai alat perekam jantung untuk memeriksa kondisi bayi mereka, Alex masih terus mengalami kontraksi dan rasanya memang belum mereda dia tidak tau bapa akanntahan merasakan hal seperti itu beberpa minggu lagi.
Dia cemas memikirkan bayinya dan mulai menangis ketika bang Harris memeluknya. Mereka hanya berdua dan tidak tau apa yang harus di lakukan.
"Alex takut, " dia takut jika bayi mereka tidak bertahan.
"Percayalah dia akan bertahan bersama kita, " bisik Bang Harris coba meyakinkan meskipun dirinya sendiri juga taku, bukan hanya mencemaskan bayinya tapi juga mencemaskan Alex. Dia juga tidak yakin apa Alex akan kuat jika harus mempertahankan bayi mereka beberapa minggu lagi, sedang kontraksinya sepertinya juga belum mau mereda. Seandainya Alex bisa bertahan untuk beberpa minggu lagi sampai bayi mereka cukup berat badan untuk dilahirkan, tapi Bang Harris tidak yakin apa Alex masih kuat untuk melalui proses persalinan. Dia memang sangat menginginkan seorang anak perempuan, tapi dia juga tidak ingin mengambil resiko untuk keselamatan Alex. Walaupun Alex masih berkeras untuk bertahan dengan keyakinannya tapi sebenarnya dia sendiri tidak tau sampai di mana akan bertahan karena rasanya semakin meyiksa.
Bang Nugie sempat murka tehadap Bang Harris dan Alex hanya bisa bersedih karena tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada mereka. Alex hanya bisa bertahan dan berdoa semoga bayinya kuat berjuang bersamanya. Dia tidak mau kehilangan buah hati yang bahkan belum dilihatnya, dia juga tidak mau Bang Harris sedih dengan kondisinya.
Dia sudah selalu ada untuknya mendukungnya dan mencintainya. Tidak mungkin Alex tega mengecewakan pria yang juga sangat dicintainya itu, Alex tau sebesar apa Bang harris menginginkan anak perempuan.
Empat hari berlalu dan tim dokter sudah melakukan berbagai cara untuk menahan proses pembukaannya, tapi kontraksi yang di alami Alex belum juga mereda . justru fisiknya yang semakin melemah dan Bang Harris yang sedari awal tidak mau meninggalkannya pun mulai tidak tega melihat kondisi Alex yang semakin menurun. Dia memang menginginkan bayinya, tapi dia juga tidak mau kehilangan Alex, berulang kali Bang Harris hanya bisa berdoa.
Bayi mereka masih terlalu muda untuk dilahirkan tapi proses pembukaannya seperti tidak bisa di hentikan, bayi itu ingin lahir dan ibunya mungkin tidak akan kuat jika terus dipaksa untuk terus menahannya. Untuk itu Bang Harris coba mendekati Alex dan mengajaknya bicara.
"Aku sangat menginginka seorang putri, tapi aku tidak ingin kehilanganmu katrenanya. " jelas rasa putus asa itu tergambar jelas dari senyum pudar yang coba tetap di tunjukkannya.
"Maafin Alex, Bang," sesal Alex tak kalah sakitnya ketika harus mengakui bahwa dirinya sudah mengecewakan pria yang paling di cintainyan itu.
Bang Harris hanya menggeleng dan memeluknya lagi membiarkan Alex menangis.
"Mungkin dia memang sudah ingin lahir, kita tidak bisa menahannya seperti ini, dan aku tidak mau mengambil resiko untuk ke hilanganmu Alex, biarkan anak kita lahir."
Sepertinya Bang Harris sudah pasrah jikapun bayinya akan lahir prematur dan kemungkinnan selamatnya rendah. Tapi seperti yang sidah dia katakan tadi ia tidak bisa mempertaruhkan Alex untuk semua ini, karean sungguh dia bisa gila jika harus ikut kehilangan wanita yang di cintainya itu. Bang Harris tau, Alex punya batas tenanga, tidak mungkin dia bisa terus bertahan untuk menunggu berat badan bayinya cukup untuk di lahirkan seperti yang di inginkan tim dokter, sementara dia juga masib harus melewati asa persalinan.
"Bang Harris pasrah jika bayi kita memang ingin di lahirkan sekarang. "
Walau Bang Harris sudah mengutarakan kerelaannya tapi sepertinya Alex masih takut. Bagaimanapun naluri seorang ibu pasti ingin menjaga anaknya semampu dia bisa tapi Bang Harris berulang kali meyakinkannya. Jika memang bayi mereka ingin berjuang bersma mereka pasti dia akan bertahan. Pelahan Alex mulai percaya jika tidak ada yang tidak mungkin. mungkin bang harris benar jika sejak awal bayinya memang sudah ingin dilahirkan meskipun belum cukup bulan, karena semua usaha mereka untuk menahanya sepertinya juga sia-sia.
Alex juga sudah bisa mulai pasrah, dia menolak untuk diberikan obat penahan kontraksi lagi dan membiarkan proses pembukaanya terus berjalan. Semua orang sudah mendukungnya bahkan bang Nugie yang sebenarnya masih sangat kesal dengan bang Harris, tapi dia tetap harus selalu ada untuk mendukung adik perempuannya.
"Percayalah kalian akan baik-baik saja," berulang kali juga bang Nugie coba meyakinkannya.
"Putrimu pasti akan berjuang bersama kalian."
Saat Alex sudah tidak lagi mendapatklan obat penahan kontraksi proses pembukaannya berjalan semakin cepat untuk menuju proses persalinan. Karean bayinya akan lahir prematur segala alat pun sudah dipersiapkan termasuk tabung inkubator untuk bayinya yang di perkirakan masih belum cukup berat badan.
Alex masih yakin dirinya masih punya cukup tenaga untuk melakukan persalinannya kali ini dan dia sudah sangat siap ketika para suster membawanya ke ruang bersalin khusus, bang Harris selalu ikut bersamanya dan samasekali tidak ingin meninggalkannya walau yang bisa dia lakukan kadang cuma menggenggam tanganya atau membiarkan Alex mencengkram punggunggya.
Proses persalinannya tidak berjalan lama sekitar setengah jam dan bayi mereka lahir dengan cukup sehat dan langsung menangis. Alex dan Bang Harris begitu terharu ketika pertama kali melihat buah hati mereka. Bahkan dokter yang menanganinya pun sempat terkejut. Bayi mereka lahir cukup normal meskipun dibilang belum cukup bulan dan berat badannyapun lebih dari dua kilogram jauh dari perhitungan dokter sebelumnya yang cuma 1,8 kg dan sempat memutuskan bayinya belum layak dilahirkan. Mungkin jika saat itu mereka membiarkannya lahir tanpa perlu menahannya Alex tidak akan mengalami penderitaan seperti kemarin. Kenyataannya bayi mereka memang sangat sehat meski belum genap tuju bulan berat badannya pun juga cukup, bahkan dia tidak memerlukan bantuan alat bantu apapun seperti semestinya bayinyang lahir prematur.
Bang Harris pasti menjadi orang yang paling bahagia saat melihat anak pertamanya dan tidak ada hentinya bersyukur berulang kali bahkan dia mencium Alex di depan semua orang. Dia sudah tidak peduli setelah perjuangan dan ketakutan yang mereka laluin rasanya ini emang sangat melegakan.
Bang Harris membawa Alex pulang kerumahnya.
Semua orang memang tidak ada yang menayangkan jika bayi mereka akan lahir lebih cepat. Sampai-sampai belum ada sama sekali barang yang sudah mereka persiapkan untuk bayinya.
Walau demikian sepertinya ibu Bang Harris cukup antusias mendapat tugas untuk berbelanja semua keperluan cucu perempuannya. Sepertinya dia justru justru jadi agak berlebihan dan banyak membeli barang yang tidak pnting sang king paniknya dan bingung. Bagaimanapun Tante Marisa tidak pernah memiliki anak perempuan wajar rasanya jika si Tante sempat khilaf bisa lanjanya. Bahkan dia sampai membeli gaun untuk anak-anak umur tkga tahun yang menurutnya lucu, padahal cucunya masih bayi merah dan belum bisa mengenakan pakaian-pakaian seperti itu.
Alex juga heran kenapa semua pakaian bayinya hanya ber merk GUCI, dan FENDI benar-benar pemborosan yang luar biasa. Tapi Alex tidak berani protes untuk mengusik kebahagiaan ibu mertuanya. Mungkin ibu mertuanya itu hanya tau dua tokomahal itu yang menjual perlengkapan bayi.
Padahal menurut Alex pakaian bayi tidak akan di pakai lama, tidak perlu membeli terlalu banyak dan tidak harus mahal. Tapi bagaimanapun dia cukup mengerti dan tidak mau mengeluh dengan semua perhatian mertuanya yang sudah sangat luarbiasa. Tentu Alex juga sangat ber syukur bisa ikut memiliki ibu sebaik ibu bang Harris.
Alex tinggal bersama keluarga Bang Harris setelah melahirkan dan rencananya akan segera pindah merumah mereka sendiri jika rumah yang baru di beli Bang haris sudah siap.
Menurut Bang Harris mereka mungkin akan tinggal untuk satu atau dua tahun. Bang Harris juga membeli rumah tak jauh dari orang tuanya, masih di komplek perumahan yang sama.
Kondisi kesehatan ayahnya semakin menurun, Bang Harris tidak bisa terlalu jauh dari mereka dan Alex cukup mengerti dengan kondisi itu.
Kehadiran Putri kecil mereka sepertinya juga sangat menghibur ayah Bang Harris yang selama ini tidak memiliki anak perempuan.
Mira dan Bang Nugie sesekali juga datang mengunjungi mereka bersama putrinkecilnya Dany yang sudah berumur hampir tiga bulan.
Bocah yang mirip Alex kecil itu juga semakin menggemaskan. Mungkin Putri mereka nanti bisa bermain bersama dan bersahabat seperti Alex dan Mirra.
Rencananya tiga bulan lagi Bang Nugie akan pindah ke Kalimantan dan membawa Mirra dan pitrinya ikut ke sana. Alex sedih saat memikirkan mereka akan tinggal jau darinya, mungkin nanti Alex akan menyusul mereka bersama Bang Harris, tapi sementara untuk beberapa tahun ini sepertinya memang belum bisa. Bang Harris memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan dia juga tidak mungkin bisa meninggalkan ayahnya dalam kondisi seperti ini.
Evan banyak membantunya, tapi evan mang belum berani memegang tanggung jawab seperti abangnya. Tapi dari semua itu yang paling tidak bisa membuat bang Harris pergi adalah kondisi kesehatan ayahnya.
Tuan Serkan baru kembali melakukan pemasangan ring jantung untuk ke tiga kalinya dan sempat mengalami komplikasi. Ayah mertua Alex itu juga masih harus bolak-balik keluar negri untuk melakukan berbagai cek kesehatan. Sebenarnya Tuan Serkan di sarankan untuk tinggal di Jerman dulu untuk sementara waktu, tapi orang tua keras kepala itu sepertinya tidak mau menghabiskan masa tuanya untuk ngucilkan diri seperti itu. Dia ingin tinggal di tengah-tengah keluarganya, jikapin dia mati dia juga tidak menyesal.
Tuan Serkan memang keras dia memiliki sifat yang hampir sama dengan Bang Harris, karena itu selama ini mereka sangngat sulit untuk di akurkan, meskipun sejatinya mereka saling menyayangi. Karena itu selama ini Bang Harris lebih memilih hidup terpisah dari keluarganya, tentu dia ingin nghindari pertngkaran yang tidak perlu dengan ayahnya. Mereka memang sering bertengkar untuk banyak hal, mengenai perinsip dan kemauan mereka yang sama-sama keras dan sering kali tidak ada yang mau mengalah.
Dan sekarang saat sang ayah sudah tua dan sakit-sakitan, Bang Harris buktinya tetap tidak bisa mengabaikannya dan sangat menjaganya. Demikian pulan dengan Tuan Serkan, meskipun bang Harris adalah putra yang paling sering dia ajaknya bertengkar tapi sejatinya dialah putra yang paling membuatnya bangga.
Keluarga kadang memang seperti itu, mereka bertengkar dan tetap akan menjadi keluarga. Mereka bertengkar dan berbaikan lagi dan terus seperti itu bahkan tidak perlu kata maaf untuk akur kembali.
Tidak seperti Evan dan adik-adiknya yang lain Bang Harris dari kecil memang sangat keras, dia memiliki kemauan yang kuat dan sulit untuk di patahkan.
Saat masih SMA dia pernah kabur dari rumah dan belajar membiayai hidupnya sendiri. Dia sudah cukup cerdas, dia mampu mengembangkan sebuah platform yang sempat populer di masa itu, dan mendapatkan cukup uang untuk membeli apartemen bahkan membuat beberapa usaha. Dia pandai bernegosiasi dalam bisnis bahkan di saat usianya masih sangat muda. Bang Harris mendapatkan kerjasama dengan perusahaan ekspor impor yang cukup besar, dia bekerja dan mempelajari banyak hal dari sana sampai akhirnya dia berani mendirikan perusahaannya sendiri. Sepertinya semua kecerdasan itu memang dia warisi dengan sempurna dari sang Ayah yang dulu juga merintis bisnis keluarganya itu dari nol hingga sebesar sekarang.
Dari masih muda Bang Harris seperti sudah memiliki misi dalam hidupnya, bukan ambisi tapi lebih seperti tujuan yang terarah dan dia sangat disiplin untuk meraih tiap goalsnya. Dia anak yang supel dan pandai bergaul karenanya dia juga tidakn penah kerepotan untuk menemukan pertemanan, cuma dia agak sedikit pemilih dalam urusan sahabat, dia tidak mudah memberi kepercayaan kepada orang lain. Mungkin sejauh ini cuma bang Nugie yang cukup bisa dia percaya meski kadang mereka belakangan ini sering bertengkar juga.
Walaupun sering dekat dangen banyak wanita tapi sebenarnya Bang Harris sangat pemilihan untuk urusan hubungan yang serius dengan wanita. Bahkan belum pernah sama sekali dia berpikir tentang sebuah pernikahan karena itu ibunya juga sempat khawatir dengan gaya hidup putranya. Sampai dia bertemu dengan Alex, adik perempuan sahabatnya yang bahkan masih di bawah umur. Tapi keinginan bang Harris untuk memiliki gadis itu sepertinya sulit untuk di hentikan, sama seperti keinginannya yang lain, bang Harris pasti akan berjuang keras untuk mencapai tujuannya.
Tentu bang Nugie juga tidak bodoh dia tau bagaimana sifat sahabatnya itu dengan segala keinginnaya, termasuk tentang wanita. Wajar jika Bang Nugie khawatir saat Bang Harris menyatakan menginginkan adik perempuannya karena dia tau Bang Harris pasti akan mendapatkannya.
Bang Nugie tau jika sahabatnya itu selalu memiliki kemauan yang lebih tinggi dari kebayakan orang normal, termasuk tentang wanita, karenanya Bang Nugie sangat cemas tentang Alex. Bagaimanapun adik perempuannya itu masih sangat polos dan tidak akan pernah mengerti jika seorang pria seperti Bang Harris pastinya memiliki tuntutan yang sangat besar untuk di penuhi seorang wanita.
Itulah kenapa kemarin Bang Nugie sangat marah ketika mengetahui Alex mendapatkan kontraksi saat kandungannya belum cukup bulan. Bahkan dia sempat berteriak kepada Mirra yang sempat menganggap kekhawatiran nya sebagai lelucon. Dia hampir memukul sahabatnya itu di kamar perawatan rumah sakit saat itu juga andai saja dia tidak ingat adik perempuannya yang sedang merintih kesakitan dan meringkuk di pelukannya.
Bang Nugie hampir tidak bisa berpikir masuk akal, bagaimana dia bisa membiarkan pria sembrono itu meniduri adiknya yang bahkan sedang hamil besar. Cuma bang Nugie tidak bisa menunjukkan kemurkaannya di depan Alex yang pastinya sedang berjuang hebat untuk bayinya, dia tidak ingin membuat Alex khawatir. Karena bagaimanapun bang Nugie tau jika Alex sangat mencintai Bang Harris. Tapi Bang Nugie berjanji jika sampai terjadi apa-apa terhadap Alex atau bayinya dia bersumpah tidak akan memaafkan Bang Harris dengan cara apapun.
"Kau boleh memukulku sesuka hatimu ," kata Bang Harris ketika mereka kebetulan sedang berdua di lorong rumah sakit. Dia tau jika dari kemarin Bang Nugi coba menahan diri untuk hal itu.
"Sungguh aku sendiri yang akan mengambil Alex darimu jika sampai terjadi apa-apa terhadap adik perempuanku !"
Bang Nugie memang tidak main-main dengan ancamannya waktu itu. Dan dia benar-benar akan memisahkan Alex dan suaminya adai saja tidak ada keajaiban dan bayi mereka lahir dengan sangat sehat.
Bagaimanapun bang Nugilah yang telah merestui hubungan mereka berdua, karena itu bang Nugie selalu tidak bisa menghentikan dirinya untuk merasa bersalah jika sampai terjadi sesuatu terhadap adik perempuannya.