Alex

Alex
BAB 123 efa



"Sorry, sebenarnya aku lupa beneran," jujur si Abang dan malah bikin si Efa langsung teriak ditelinganya.


"Jangan macam-macam, Bang! "____"pokoknya aku gak mau Abang harus datang karena aku sudah terlanjur ngomong sama Papa. "


"Serius, ini aku masih ada di Bali buat cek lokasi hotel kami! " 


"Mustahil! "____"lalu bagaimana dengan makan malamnya! "


"Mungkin bisa ditunda besok atau lusa," saran Bang Evan.


"Abang pikir papaku pengangguran sampai seenak itu bisa ngatur jadwal! "


Bang Evan tau jika papanya Efa adalah manusia paling sibuk di dunia bahkan untuk sekedar bertemu putrinya saja belum tentu tiga bulan sekali dia bisa.


"Mungkin aku bisa sewa orang untuk datang ke rumah kalian."


"Abang kira orang tuaku tidak tau kalian! " kesal Efa sama saran gila Bang Evan barusan, nyewa orang, maksudnya suruh pura-pura jadi dia apa gimana.


"Sungguh sepertinya aku tidak bisa buru-buru pulang karena Alex bersikeras untuk sekalian menyelesaikan proses pembeliannya."


"Jadi Abang pergi sama istrinya Bang Haris"____" ke Bali! " kaget Efa yang pasti udah sambil ngelebarin matanya.


"Kalian memang luar biasa...." cemoohnya kemudian.


"Sebenarnya kami berencana untuk langsung pulang, tapi Alex yang bersikeras untuk menyelesaikannya."


"Itu alasan Abang aja buat lama-lama sama istri Bang Harris! "


"Pokoknya kalau Abang gak pulang nanti aku bilang sama Bang Harris kalau abang suka ngelihatin istrinya melulu! "


"Janga macam-macam, Efa! " Bang Evan tau jikan Efa tidak suka main-main kalau urusan mengadu, karena dari dulu kalau mereka jahilin dia juga pasti langsung ngadu ke mamanya.


"Yaudah abang cepetan pulang! "


"Mana bisa seperti itu !"


Sungguh Bang Evan gak nyangka jika berurusan dengan Efa bakal membuat hidupnya seribet ini, dan sepertinya Bang Evan juga gak mau kalau sampai  ketahuan Alex jika ternyata cewek yang gak mau berhenti nelfonin dia dari tadi adalah si Efa. Sampai-sampai si Abang ngeganti namanya Efa di hpnya pakai nama Harley quinn sangking sintingnya si Efa.


Sebenranya Alex juga heran kenapa Bang Evan kayaknya udah keburu-buru pingin pulang.


"Apa yang kau katakan tadi?" bang evan pura-pura balik nanya untuk mengalihkan perhatian alex yang mulai curiga.


Bang Evan tau jika barusan Alex abis telfon Mini dan yang ngangkat justru si Brandon, makanya kedengarannya dia agak kesal.


"Dia bilang Mini masih mandi, dan aku cuma bilan pada adik laki-lakimu jangan berani macam-mcam!"


Bang Evan cuma mengedikkan bahu, tidak ingin ikut campur, dan si Alex cuma mendengus sebelum akhirnya  kembali pada sisa pekerjaannya. Sepertinya belakangan ini mereka memang sudah mulai terbiasa membahas Mini dan Brandon. Alex pikir Bang Evan pun kelihatanya juga sudah move on. Karena bagaimanapun Alex tidak bodoh untuk sekedar mengetahui jika yang membuat Bang Evan pingin buru-buru pulang dari tadi pasti adalah seorang wanita. Cuma Alex gak tau aja jika wanita itu adalah Efa, makanya dia sempat mikirin yang indah-indah tentang Bang Evan. Padahal sejatinya sekarang Bang Evan sedang kesal, karena sebenarnya dia memang masih ingin berlam-lama di sini tapi harus di suruh buru-buru balik. Padahal dia  sudah berencana untuk mengulur waktu agar pulang besok saja, toh tidak setiap kali dirinya bisa mendapatkan kesempatan seperti ini.


Bang Evan kembali memperhatikan Alex yang sudah kembali sibuk mengetik di depan layar laptopnya sambil sesekali membenahi kacamata bacanya.


"Istirahatlah nanti biar aku yang mengerjakannya."


"Tinggal sedikit lagi, aku harus menyelesaikan revisinya karena aku ingin semua sudah di tandatangai juga hari ini."


"Istirahat lah aku tidak suka melihatmu bekerja seperti itu."


"Jangan mulai cerewet seperti Bang Harris!" ketus Alex.


Tapi sepertinya Bang Evan mengabaikannya dan dia sudah bangkit untuk mulai membereskan berkas-berkas di meja Alex kemudian menumpuknya.


"Ayolah nikmati sejenak pantainya, " tunjuk Evan untuk hamparan pantai di depan mereka.


"Kita bisa menyuruh orang untuk menyelesaikan semua ini saat nanti kita kembali, biarkan saja mereka yang datang untuk kita."


"Itu terlalu buang-buang waktu, jika bisa kita selesaikan hari ini kita selesaikan saja. " tegas Alex seperti biasa.


Alex memang keras kepala tapi jujur hal itu pula yang membuat Bang Evan menyukainya.


like dulu...