Alex

Alex
bab 77



Setelah dua hari Akhirnya Alex di ijinkan untuk pulang,  dia sempat bertemu Mira dan putrinya seblum mereka harus pulang kembali ke Kalimantan karena kemarin Bang Nugie memang hanya cuti mendadak dan harus segera kembali.


"Bang Nugie benar,  putrimu  semakin mirip denganku. "


"Untung kau cantik, kalau tidak pasti aku akan mengutukmu!" sewot Mira pura-pura kesal denga adik iparnya. Meskipun sampai sekarangpun Alex masih kayak ngerasa aneh kalau harus mengakui sahabat lemotnya itu sebagaia kakak ipar.


"Kadang sampai sekarang aku masih sering heran bagaimana kau bisa menyukai Bang Nugie. "


"Kau ini memang aneh, kami sudah tidur bersama setiap hari bagaimana aku tidak menyukainya. "


"Oh,  Tuhan... itu semakin menggelikan untuk kunpikirkan... " keluh Alex balas pura-pura menutup telinganya.


"Kurasa kau yang lebih luar biasa sampai membiarkan Bang Harris terus menghamilimu seperti induk kucing! " ketus Mira tak kalah usil.


"Memangnya kalian sama sekali tidak tau gunanya alat kontrasepsi sampai harus seceroboh itu ?" jujur Mira juga masih ikut kesal ketika mengetahui Alex hamil lagi di saat putrinya baru genap dua bulan.


"Asal kau tau saja, aku juga yang jadinya ngerasa kayak ikut di omelin, udah kayak aku aja yang ikut serta bikin adiknya hamil lagi. "


Tentu Alex masih ingat jika hari itu bukan Mira yang buru-buru narik Bang Nugie pergi pasti mereka beneran bisa kelahi di pintu bandara.


"Benarkah kalian tidak ikut sedih saat kami baru kehilanga calon buah hatin? " Alex cuma ngerasa heran dengan kekesalan Mira.


"Aku menyayangimu, juga Bang Haris dan putrimu Sookie. Karena itu aku yakin jika kau hamil saat ini sangat tidak tepat dan tidak sehat untuk siapapun."


"Bahkan aku tidak percaya harus menasehatimu untuk perkara seperti ini. "


"Oh... Tuhan pantas saja Bang Nugie dulu bersikeras untuk memisahkan kalian." sesal Mirra kemudian, "Bahkan aku sering mengkhianatinya demi kalian. "


"Aku tau kau yang telah mengirimnya rekaman-rekaman koyol itu! " Alex ingat semalu apa dirinya ketika mengetahui Bang Harris diam-diam sering memanfaatkan ke lemotan Mira untuk mencari tau tentang dirinya ketika Bang Nugie masih memberi batas keras untuk mereka.


"Waktu itu aku memang bodoh, sampai tidak tau bagaimana seorang pria seperti Bang Harris sampai merelakan dirinya memohon dan di pukuli sama Bang Nugie demi bocah sembrono sepertimu. " Mira bukan menyesal hanya heran dan baru sekarang mengetahui jawabannya. "Dia memang berlebihan menginginkanmu, dan kau ternyata juga sama saja dengannya! "


"Kalian hanya berlebihan menghawatirkan kami, padahal kami baik-baik saja," kelit Alex masih merasa tak berdosa.


"Sekarang katakan padaku, andai saat itu juga Bang Harris ingin membawamu kabur apa kau akan menolaknya?"


Alex hanya diam karena agak bingung membayangkannya.


"Sementara sekarang saja saat kalian sudah memiliki seorang Putri pun kalian masih bertingkah seperti remaja yang ingin kabur lewat jendela. "


"Apa menurutmu itu buruk? "


"Aku hanya tidak tau bagaimana cara berpikir kalian! " jengkel Mirra.


"Maafkan kami karena selalu membuat kalian khawatir, tapi percayalah aku dan Bang Harris akan baik-baik saja, " kata Alex ketika menatap sahabatnya dengan sungguh-sungguh ," aku tau itu semua karena kalian sangat menyayangiku, dan aku merasa beruntung telah memiliki kalian semua. "


Tanpa bicara Mira pun segera memeluk sahabatnya.


"Aku tidak tau kebaikan apa yang telah kulakukan hingga aku berhak mendapatkan ini semua, " bisik Alex ketika mereka masih saling berpelukan.


"Kau orang baik, Bang Harris juga orang baik, kalian adalah orang baik yang di jadikan satu. Meski masih saja tetap ceroboh! "


Mira kenal Alex dengan sangat baik, dia tau persis seperti apa optimisme sahabatnya itu selama ini. Kepedulian dan jiwa sosialnya yang tinggi membuatnya sangat berani untuk mewujutkan mimpi dan keyakinannya. Dari dulu Alex adalah gadis yang pantang menyerah dia sudah memiliki misi dan tujuan hidup yang jelas di saat sahabat-sahabatnya yang lain masih sibuk dengan pekara sepele tentang cowok yang tidak berguna.


Sejak bertemu Bang Harris sepertinya Alex memang sudah banyak berubah, meski masih sering becanda untuk menyepelekan dengan berbagai kekonyolannya tentu dia tetap tidak bisa menipu sahabatnya.  Mira tau Alex tidak pernah main-main dengan perasaanya pada Bang Haris, meskipu dia telah diabaikan berulang kali. Bahkan seperti di buang dan dilupakan, tapi keyakinannya untuk bertahan sepertinya lebih kuat dari akal sehatnya sendiri. Alex yang sebelumya tidak pernah peduli dengan pria manapun selain abangnya sendiri, saat itu tiba memilih setia untuk seseorang yang bahkan masih mustahil untuk dia miliki. Walau Mira tau di sisi lain Bang Harris juga sudah sangat tersiksa karenanya tapi saat itu bagi Alex memang hanya sebatas angan abu-abu yang bisa dia tau.


Misteri jodoh memang tidak ada yang tau, sama halnya seperti Mirra dan bang Nugie. Memang siapa yang pernah mengira jika Mirra bakal membuat seorang Bang Nugie bakal peduli padanya. Bahkan saat Bang Nugie dengan begitu berani mendatangi orang tuanya untuk memintanya, Mirra pun belum bisa mempercayainya.


Sampai sang mama bertanya. "Memang Mirra beneran juga mau nikah sama Bang Nugie? "


"Jadi istrinya Bang Nugie, dan jadi kakkanya Chacah?" tambah Bang Nugie.


Mira hampir gila karena malu ketika harus menjawab pertanyaan macam itu di depan kedua orang tuanya, sementara bang Nugie sendiri juga masih tak bergeming menatapnya untuk menunggu persetujuannya.


Mira hanya bisa mengangguk malu-malu tapi membiarkan Bang Nugie memeluknya di depat Mama dan papanya.


Dari awal Bang Nugie memang hanya ingin mendapatkanya dengan cara yang benar, bahkan bagi Mirra yang masih begitu polos saat itu belum bisa mengerti kenapa Bang Nugie sampai menginginkannya.


Mira memang pernah membiarkan si abang menciumnya beberapa kali dan bahkan bertanya apa Mira menyukai tindakannya. Saat Mira mengangguk sebenarnya Bang Nugie sedang gemas karena seharusnya Mira menggeleng saja agar dirinya tidak semakin terpancing untuk mengulanginya. Bagi bang Nugie Mira itu ibarat tumpukan kepolosan yang menyenangkan untuk selalu di coba. Jadi saat si abang memutuskan untuk menjaganya, tentu semua itu bukan perkara mudah yang harus dia jalankan dengan konsisten dan menolak segala godaan.


Pikiran polos Mira terlalu mengganggunya, karena itu Bang Nugie semakin tidak tahan hingga akhirnya cukup nekat untuk menemui kedua orang tua Mira dan memintanya dengan sangat terus terang.


Mira malu, dan pasti sangat malu tiap kali mengingat kembali kejujuran Bang Nugie saat itu. Mira akhirnya juga sempat protes ketika mereka tinggal berdua.


"Kenapa Bang Nugie tega berpikir seperti itu? " tanya Mira dengan begitu polosnya.


"Mereka orang tuamu, Mira, mereka perlu tau dengan jujur apa yang sedang kurasakan terhadap putrinya."


"Apa orang lain juga akan bicara seperti Abang saat melamar seorang gadis dari orang tuanya? "


"Kurasa tidak, " jawab bang Nugie enteng ketika menatap Mira, "tapi aku memang menginginkanmu seperti itu. "


"Mira malu, Bang, " baru sekedar membayangkannya saja Mira sudah mau geleng-geleng.


"Saat kau menjadi istriku tidak ada lagi yang akan membuatmu malu, " bisik Bang Nugie saat itu," karena kuharap kau juga akan menyukai apapaun yang ada dalam diriku. "


Bang Nugie membawa tangan Mirra untuk menyentuh dadanya yang berdetak dan hangat.


"Ini adalah aku, yang nanti juga akan menjadi milikmu, maka berhentilah berpikir jika apapun yang akan kita lakukan nanti akan membuatmu malu. "


"Menikahlah denganku agar aku juga bisa melakukan semuanya untukmu, menjagamu dan menyenangkanmu. "


Mira masih ingat bagai mana sensasi melayang di kepalanya ketika Bang Nugie mengucapkan semua kalimat


itu sebelum akhirnya mulai menciumnya sampai beberapa lama dan mereka baru kembali berhenti ketika Bang Nugie kembali bicara.


"Kau tau kenapa aku juga ingin segera menikahimu? "_____" karena aku tidak ingin berhenti. "


Mira juga tidak tau bagaimana keinginan itu juga bisa tumbuh dari dalam dirinya, dia ingin Bang Nugie juga mendapatkan keinginannya, dia rela memberikan segalanya untuk pria itu, dia ingin menuruti semua keinginannya dan tak peduli lagi kemanapun dia ingin membawanya hingga tanpa ada rasa malu lagi yang tersisa jika pun dirinya harus menanggalkan segala harga diri untuk menyenangkannya.


"Tapi aku tidak ingin menjadi pria berengsek, aku ingin mendapatkanmu denga benar dan dengan tanggung jawab, "____"meskipun aku sempat mencuri  beberapa ciuman kuharap kau bisa memaafkan."


Jangan lupa like