
Sementara ini Alex dan Bang Harris masib harus tinggal di negri asing jauh dari semua keluarga mereka. Paling tidak sampai sisa pekerjaan Bang Harris selesai, dan proyek di Kalimantan dimulai.
Kadang Alex mulai merasa bosan karena tidak memiliki teman dan tidak ada yang bisa dia kerjakan. Dia juga sudah mulai rindu Bang Nugie dan Mira.
Alex sedang duduk di balkon sambil menyusun beberpa nama dikertas memo saat Bang Harris akhirnya balik dari kantornya, sepertinya dia penasaran ketika berjalan mendekati Alex.
"Hay...apa yang sedang kau pikirkan?"
Ternyata dia lebih khawatir dengan muka seriusnya dibanding apa yang sedang Alex kerjakan.
"Aku sedang menyusun nama untuk anak Bang Nugie. "
Dia lihat alis Bang Harris sempat berkerut kemudian ikut duduk di sandaran sofa dan meletakkan lengan di punggungnya.
"Laki-laki atau perempuan?"
"Menurut Mira perempuan."
"Apa namanya? " Bang Harris mulai penasaran.
"Mungkin, Dany, " kata Alex kemudian.
"Dany untuk anak perempuan? " tanya Bang Harris seperti kurang yakin, mungkin dia juga sedang berpikir Alex sedang ingin membalas dendam.
"Dany, dari Daenerys. "
"Itu, ibu naga! " heran Bang Harris.
Dan Alex hanya mengedip, "Kalau sedang kesal Bang Nugi sering menjulukiku keturunan Ibu naga yang bisa menyemburkan api, " kelitnya kemudian, intinya tetap aja ada unsur balas dendamnya.
"Tapi itu juga nama yang cantik, untuk seorang gadis yang pemberani."
"Apa kita bisa pulang ke Indo saat keponakan pertama kita nanti lahir?"
"Akan kuselesaikan sisa pekerjaanku dulu dan akan segera membawamu pulang."
"Apa kau ingin kita makan malam di luar? " tawar Bang Harris mungkin untuk mengusir wajah keruh Alex.
"Tidak, aku mau makan di rumah saja, " belakangan ini Alex juga merasa agak malas untuk bergerak, tidak seperti biasanya.
Bang Harris juga mulai terlihat khawatir beberpa hari ini, karena Alex juga mulai sering menggigil di pagi hari, padahal ini masih pertengahan musim panas.
"Apa kau juga yakin tidak ingin ke dokter, " Bang Harris berusaha menyentuh dahi Alex berulang kali meskipun sudah yakin dia tidak sedang demam.
"Akan kubuatkan ramen jika kau ingin makan? "
Bang Haris sudah menarik simpul dasinya dan menggulung lengan kemejanya siap untuk membuatkan ramen untuk Alex seperti biasanya. Meskipun dia pandai membuat ramen tapi sebenarnya dia tidak bisa membuat menu makanan lain kecuali itu. Bahkan alex sempat curiga dia baru belajar bikin ramen di sela-sela kesibukannya belajar naik motor waktu itu.
Tapi jujur Alex suka menyaksikan kesibukannya di pantry meskipun sepertinya dia sangat tidak cocok berada di tempat itu, terlalu tampan dan mengganggu, apalagi masih dengan setelan kemeja kantornya yang jelas kebagusan untuk di pakai memasak. Biasanya alex memang suka mengganggunya jika tidak sedang kehabisan energy seperti ini.
biasanya alex itu tipe orang yang tidak mau diam jadi kalu dia tiba-tiba jadi pemalas seperti ini suasana rumahpun seketika menjadi aneh apalagi mereka hanya tinggal berdua. Biarpun Alex sering mengeluh bosan karena tidak ada kegiatan tapi sebenarnya menurut Bang Haris istrinya itu tidak mau diam bahkan kesibukannya kadang membuat Bang Harris cemburu saat harus di cuekin karena Alex lebih sibuk mengosok jendela atau sekedar mengeringkan lantaikamar mandi. Alex suka bersih-bersi, dan merupakan sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelimnya. Larena Bang Hartisnpikir anak-anak muda sekarangblebih cenderung malas dannkurang peduli tapi tidak dengan Alex yang tidak akan membiarkan barang ber cecer sedikitpun di rumahnya, dia orang yang rapi dan agak perfectionist karena itu dia sering mengerutu kalau Bang Haris salah sedikit aja meletakkan barangnya, meski kelihatanya cerewet tapi menurut bang harris justru lucu.
Maka saat bebrapa hari ini alex terlihat lesu dan bahkan malas untuk menginjak lantai Bang Haris jadi merasa tidak ada yang menceramahinya untuk hal sepele atau sekedar mengusiknya dari sisa pekerjaan kantornya. Alex memang suka sekali menjadi pengganggu jika Bang Haris membawa pekerjaannya ke rumah, alasanya karena dia tidak mau tersaingi dan menjadi pengganggu sudah menjadi hobi yang dia gemari.
bang haris juga tidak tau bagaimana istrinya itu bisa begitu kreatif untuk menemukan berbagai cara untuk menggodanya berpaling dari pekerjaannya. Alex memang curang tapi sepertinya Bang Haris juga suka dengan kecurangan yang di tawarkan gadis itu. Kadang mereka berdua sepertinya memang juga tidak ada takutnya untuk mencoba segala kesenangan yang tidak masuk akal.
Tapi saat Alex tiba -tiba jadi pemalas seperti ini Bang Harris jadi tidak tega juga tiap kali harus meninggalkannya sendiri di rumah saat dirinya harus menyelesaikan urusan kantor. Tapi bang haris juga ingin segera menyelesaikan semua sisa pekerjaannya agar mereka bisa segera kembali ke Indo. Bang Haris tau lingkungan di sini tidak terlalu cocok buat Alex, dia tidak punya teman atau keluarga. dia juga tidak terlalu suka keluar rumah sendiri.
Setelah menyelesaikan ramennya Bang Haris segera membawa mangkuk panas yang sudah dia alasi dengan piring itu ke sofa di mana dari tadi Alex hanya diam memperhatikannya.
Belum juga sempat Alex menyentuh mangkuk tersebut tiba-tiba dia sudah mau muntah karena menciun aroma kuah ramen yang biasanya dia suka.
"Sepertinya kita memang harus ke dokter!" Tegas Bang Harris tidak bisa di tawar lagi.
Bang Haris segera bangkit untuk mengambil sweter untuk Alex kemudian meraih kunci mobilnya tanpa sempat membenahi kemejanya yang masib berantakan dia segera membawa Alex yang juga tida banyak protes.
Alex memang adgak lemah karena nafsu makannya sudah hilang sejak kemarin dan nyaris belum mengisi apapaun kedalam perutnya karena rasanya selalu ingin muntah.
Bang Haris membawanya ke sebuah klinik tak terlalu jauh dari gedung apartemen mereka tinggal. Setelah melakukan pemeriksaan standar seperti tekanan darah dan USG ternyata Alex hamil, sudah menginjak minggu ke enam dan bagaimana bisa mereka berdua tidak tau atau sempat curiga sama sekali.
Bang haris sempat berkeras agar mereka memiliki suster di rumah, karena melihat kondisi Alex yang tidak mau menelan apapun kedalam perutnya. Tapi berulang kali juga Alex yang keras kepala terus menolak. dia merasa masih sanggup menjaga kehamilannya meskipun jujurBang Harris tetap tidak tega. walaupun dia juga tidak bisa memaksakan keinginannya kepada Alex, terlebih belakangan Alex juga jadi lebih sensitif bahak kadang tidak mau di dekati sama sekali.
Bang Haris hanya bisa bersabar menghadapi efeksamping kehamilan istrinya yang kadang kurang masuk akal. kadang Alex tidak mau di dekati bahkan tidur berdekatanpun kadang tidak mau, karena itu serring kali Bang Haris hanya bisa menyentuhnya jika sudah benar-benar tertidur.
Entah bagaimana sepertinya Alex bisa sanagat membencinya belakangan ini, meski Bang Haris coba menikmatinya sebagai perjuangan untuk buahati mereka tapi kadang Bang Haris juga sangat rindu ingin sekedar kembali memeluk alex yang belakangan ini selalu menolaknya.
Anehnya Alex juga jadi tidak menyukai air dia tidak suka berada di dalam kamar mandi jika tidak di temani, dia tidak suka menginjak lantai yang basah. Maka jangan heran kalau belakangan ini Bang Haris jadi seperti mengikuti hobi Alex yang suka mengeringkan lantai kamar mandi. Tak peduli seberapa anehnya pekerjaan itu tapi bang harris tetap berusaha menikmatinya. Terlebih sebenarnya dia juga suka bisa berada di kamar mandi bersama istrintya karena belakangan Alex susah sekali di sentuh di ranjangnya. maka Bang Haris pun juga jadi sering memanfaatkan hal itu sebagai kecuranggnya untuk tetap mendapatkan kesenangan untuk dirinya sendiri.
Biasanya Alex juga baru akan mau mandi jika ada Bang Haris bersamanya, benar-benar hal aneh yang tidak masuk akal tapi benar-benar terjadi. Alex juga menolak semua makanann yang beraroma bawang, bahkan ramen yang dulu sangat dia suka sekarang berubah menjadi makann yang sangat dia benci. Alex hanya bisa makan buah kentang dan pisang, hanya itu makanan yang bisa dia telan dan tidak kembali dia muntahkan.
"Aku tidak tau kapan ini kanberlalu?" keluh Alex yang hampir putus asa merasakan efek kehamilan mudanya yang menyiksa.
Tiap kali Bang Harris hanya bisa berusaha memberi dukungan untuknya . tapi menurut alex tetap tidak masukakal, dia sedang merasa tidak ada yang menyenangkan dari dunianya karena rasa mual yang tidak kunjung hilang hingga tubuhnya terasa lemas untuk beraktifitas. Kadang dia sangat iri dngan Bang Haris yang masih bisa menelan apasaja karena itu alex seperti benci sekali dengan pria yang sudah membuatnya merasa seperti ini.
Walau Alex sadar kebenciannya terhadap Bang Haris sangat lah konyol tapi dia sepertinya memang tidak peduli. tapi sepertinya Bang Harris juga tidak kehabisan akal untuk tetap membuat alex tidak bisa menolaknya. Dan yang membuat Alex agak kesal, sepertinya Bang Harris juga lebih senang dengan kehamilannya. Menurutnya ada yang berbeda di dalam dirinya, kadang alex jengkel dan menggerutu.
"Jangan sering-sering, Bang, ingat ada anakmu di dalam sana!" kadang alex juga heran bagai mana bisa pria lebih menyukai wanita yang sedang hamil.
"Kupikir kami akan berkenalan di dalam sana," kata bang harris sambil membelai prut alex yang masih rata.
Alex hampir ingin menyebutnya gila, andai saja Bang Haris tidak sedang menciumi perutnya saat itu.
"Menurutmu dia laki-laki atau perempuan?" dia mendongak dan bertanya pada Alex.
Alex tau jika Bang Harris sangat menginginkan anak perempuan.
Kuharap dia akan cantik sepertimu, kemudian Bang Haris bangkit untuk mencium Alex.
"Sementara hanya aku yang boleh kau anggap tampan, " kelit bang Harris.
Sepertinya Bang Harris masih berkeras untuk seorang anak perempuan. sebenarnya Alex juga tidak terlalu peduli anaknya nanti laki-laki atau perempuan, tapi dia memang sangat ingin memiliki mahluk kecil tampan seperti Bang Harris.
Bang Harris sudah kembalui menciumi perutnya.
"Mungkin beberapa bulan lagi baru kita bisa mengetahuinya."
"Ya dan aku sudah hampir tidak sabar untuk melihatnya."
"Aku ingin melahirkan di Indo," kata
Alex tiba-tiba dan Bang Harris menatapnmya.
"Diimanapun yang membuatmu nyaman. "
"Terimakasih..."
"Aku yang seharusnya berterimakasih karena kau sudah menanggung semua ini untuku.
"Ini anak kita!" tegas Alex, kadang dia masih sering kesal kalau Bang Haris suka merasa bayi di perutnya itu hanya miliknya padahal Alex yang bersusah payah.
Benar-benar kecemburuan yang akan idak perlu tapi kadang mereka memang benar-benar mendebatkan nya.
"Siapa nanti yang akan memberi nama? "
"Jika perempuan aku yang memberi nama jika laki-laki kau boleh memberi nama ," kata Bang Harris ketika menatap Alex.
Entahlah sepertinya Alex tetap ingin memiliki bocah laki-laki yang setampan suaminya.
"Apa kita bisa pulang saat Mirra melahirkan?"
"Aku masih belum yakin kita lihat dulu perkembang kesehatanmu. "
Sepertinya Bang Harris memang tidak akan memberinya ijin jika kondisi fisik Alex masih belum juga membaik.
Alex masih saja memuntahkan semua makannaya dan sama sekali tidak mau turun ke lantai. Dia juga masih sering menggigil menjelang pagi harri, jadi walaupun saat malam dia sama sekali tidak mau di dekati tapi tiap kali menjelang pagi dia kan datang sendiri untuk meringkuk di pelukan Bang Haris yang kadang juga sering mengambil untung dari hal itu dengan berbagai dalih.
Setelah melewati bulan kedua sepertinya Alex sudah mulai bisa di ajak kompromi dia sudah tidak terlalu menolak untuk di dekati meskipun tetap saja belum bisa memasukka makanan kedalam perutnya. Karena itu Bang Harris tetap tidak mau sampai Alex kelelahan. Dia sudah banyak belajar dari buku-buku yang dia baca tentang rawannya trismester pertama kehamilan, karena itu Bang Haris selalu berhati-hati tiap kali mereka berhubungan. Dia ingin Alex tetap merasa nyaman dengan kehamilanya karena itu Bang Haris selalu memastikan semua detail yang dulunya sama sekali tidak penting menurutnya.
Sementara belakanga menurut Alex justru Bang Harris yang jadi lebih cerewet daripada dirinya. Dia seperti membuat daftar larangan dan kewajuban yang sepertinya semua dia dapat dari hasil nyontek di buku-buku yang sudah sibuk dia baca. Tanpa ada masukan sama sekali dari orang yang lebih berpengalaman seperti keluarga atau orang tua yang jelas- just Las sudah pernah melewati kehamilan.
Kenyataannya mereka memang hanya tinggal berdua jadi minim sekali informasi yang mereka tau, maka jangan heran jika kadang mereka justru malah melakukan hal yang konyol. Tapi menurut Bang Haris asal Alex senang dan nyaman dia juga ikut bahagia.
Memasuki awal bulan ke empat Alex sering bilang jika ada yang bergelepar-gelepar di dalam perutnya yang mulai mengeras dan membuat Bang Haris tersenyum setiap kali memperhatikan perubahan kecil di tubuhnya. Alex sama sekali tidak mengalami kenaikan berat badan, mungkin karena seleramakannya yang masih belum juga membaik, meski sudah mulai bisa makan tapi dia masih pemilih dan belum bisa terlalu banyak menelan makanan.
"Sepertinya kita bisa pulang ke Indo," karena kemungkinan Mira akan melahirkan akhir bulan ini dan sudah di pastikan anaknya adalah perempuan.
"Apa kau sudah memberitau siapa nama anak mereka nanti?" tanya Bang Harris ketika Alex menggeleng.
"Aku akan menjadikannya kejutan, dan mungkin jika Anakku nanti laki-laki aku ingin Bang Nugie yang memberinya nama," kata Alex kemudian dan Bang Jarris sepontan menggeleng.
"Dia anak perempuan dan akan cantik seperti ibunya!"
"Mungkin minggu depan kita bisa mengetahuinya."
"Tapi bagaiman jika dia laki-laki?" tanya Alex iseng sekedar ingin mengetahui reaksi Bang Harris.
"Kita akan membuat yang lain lagi segera!"
"Jika laki-laki lagi- dan lakilaki lagi?" goda Alex.
"Kita kan lebih rajin membuatnya! "
"Sampai kapan? "
"Sampaikapan pu aku tidak mau berhenti!"
"Seperti ini!" seperti biasa Bang Harris sudah mulai menciumi perutnya, sampai alex merasa geli baru dia akan menghentikan tawanya dengan ciuman yang lain.
Karena kondisi Alex yang sudah membaik akhirnya Bang Haris setuju mereka pulang ke Indo akhir bulan ini. Bisa dibayangkan sebahagia apa Alex mendengar kabar itu sore ini. d
Dia langsung melompat ke pelukan suaminya yang segera menyambutnya denga senyum kemenangan. Alex bisa jadi sangat menyenangkan saat bhagia dan Bang Haris tau jika trimester kedua sudah cukup aman untuk merka berdua.
Alex masih berbaring di tempat tidurnya ketika Bang Harris kembali menyentuh perutnya yang sudah mulai membesar.
"Kenapa kau tidak mau kita melihatnya?"
Alex memang bersikeras untuk kembali melakukan USG saat mereka sudah di Indo nanti padahal saat ini Bang Haris sudah sangat penasaran denga jenis kelamin buah hatinya nanti. Tapi tiap kali Alex bukan tipe orang yang bisa di tawar keinginnan nya. Begitulah akhirnya Bang Harris harus sedikit bersabar dan mengalah.
"Apa bedanya kita melihat di sini atau di indo nanti?"
"Aku ingin Abang lebih lama penasarannya," canda Alex
"Itu curang!"
"Sedikitlah bersbar, toh kita akan segera membuatnya lagi kan!"
"Kau benar-benar membuatku tidak sabar! "
"Coba saja!" tantang Alex dengan keisengannya yang segera mendapat sambutan luarbiasa dari Bang Haris yang pasti selalu siap sedia.
"Jangan menyesal atau coba menghentikanku!"