Alex

Alex
Bab 21



"Apaan sih, Bang?"


Aku penasaran karena Bang Harris sembunyi-sembunyi membuka pesan mencurigaka dari seseorang.


"Ini hadiah dari Mira, dia sudah janji mau jadiin kado jika Bang Harris sudah berhasil nikahin kamu."


"Jadi Abang sudah nonton!"  


Bang Harris hanya senyam senyum seneng sementara aku kayak kepingin bunuh diri karena malu.


Bang Harris sudah menangkap pinggangku lebih dulu dan menjatuhkan ku kembali ke atas tempat  tidur.


"Aku menyukaimu karena semua itu jadi jangan malu, dan hal itu membuatku merasa menjadi pria paling  beruntung  karena telah  memilikimu." 


Aku masih menggeleng dan menutup mataku karena malu yang luar biasa.


"Tidak ada yg konyol dan aku lah yang akan membantumu mewujudkan semua mimpi yang mereka anggap konyol, hingga tidak ada lagi yang berani menertawakanmu."


Walau terdengar hanya seperti janji manis yang hanya enak untuk didengar, tapi  aku baru sadar ketika membuka mata untuk kembali menatap pria yang sudah menaungi tubuhku.


Ternyata aku  mamang sudah menikahi pria yang bisa benar-benar mewujutkan mimpiku,  dan aku juga merasa sangat beruntung mendapatkannya.


Tapi kadang aku masih sering kesal juga jika Bang Harris masih suka mengulang-ulang video kiriman Mira yang isinya insta story pas aku lagi bacain puisi di depan kelas yang judulnya Kaleng Cat. 


"Sudah, Bang, jangan diputar lagi, Alex malu.


"Tidak, kamu cantik coba lihat!" dia benar-benar serius ngasih tunjuk lagi itu video yang sudah ribuan kali diputarnya dan rasa maluku masih tetap sama saja.


Saat itu Alex sedang memandang balkon dari jendea kamarnya yang terbuka, di mana ada barisan kaleng tempat ibunya menanam bunga beraneka warna untuk memperindah tiap paginya. Alex memang selalu terbangun dengan melihat balkon kamarnya yang sudah terbuka seperti itu, dan saat itulah gadis itu mulai berpikir...


KALENG CAT


***Kalian tau itu apa?


Itu adalah kaleng cat!


Sangat tangguh dan tahan banting di segala cuaca ...


Meski mereka tanpa harga...


Jangan heran jika pemulung botol plastik pun tidak sudi memungutnya....


Bahkan rayap dan cacing tanah pun  juga enggan mengunyahnya....


Lantas bagaimana kita memaksa bumi untuk tetap menelannya?


Dongeng tidak selalu tentang Pangeran atau Putri Raja


Aku juga bercerita tentang Dahulu kala...


Saat manusia menciptakan plastik agar pohon tidak di tebang. 


Sampai kita keasikan dan lupa tujuannya. 


Mungkin sampai kelak..


Sampai pohon benar-benar tak tumbuh lagi untuk menaungi kita.


Sampai anak-anak hanya bisa mengunyah ikan dengan sisa sampah plastik menyangkut di sela-sela giginya.


Masa depan tidak ada yang tau tapi bisa kita raba.


Lebih baik mulai gunakan tanganmu untuk melipat kembali kantong plastik mu.


Simpan dia bagai benda berharga yang akan selalu berguna menolongmu layaknya perisai dan pedangmu.


Bawa dia berjalan layaknya sandal atau sepatu ber sool merah yang selalu membangakan langkahmu.


Tak peduli berapa kalipun kau mengenakannya berulang-ulang dan ber ulang-ulang.


Karena hanya langkah kita bersama lah yang kelak bisa mejadikan cerita-cerita mengerikan itu sebagai berita Hoax belaka di masa depan****!


 


(Alex fredrica**)


 


 


\#Recicle*\


 


 


Aku tau puisi itu gak indah sama sekali, bahkan konyol untuk di sebut puisi, meskipun maksudnya mulia. Bahkan aku masih ingat kenapa teman sekelasnya langsung mengangkat kamera mereka masing-masing ketika aku mulai membacakannya. Aku mau memang mendapat tepuk tangan dan siulan yang luar biasa meski setelah itu mereka langsung kompak tertawa.


Benar-benar aib yang sulit untuk ku lupakan, hingga rasanya bisa ikut mempengaruhi pertumbuhan tulangku.


Aku lega saat akhirnya Bang Harris meletakkan HP-nya di atas meja  kemudian kembali merangkak ke atas tempat tidur untuk menghampiriku.


"Apa kau juga ingin hadiah?"


Entah hadiah apa lagi yang ingin dia tawarkan, karena semua yang dia berikan ini sudah sangat berlebihan untuk memanjakanku.


"Lihat ini," katanya sambil  menunjukkan brosur dari perusahaannya.


"Semua ini akan di bangun di ibukota baru dan kita akan tinggal di sana."


Aku tidak tau harus mengucapkan apa lagi, saat Bang Harris justru sudah kembali bicara. "Kau juga bisa merancang gedung ramah lingkungan seperti yang kau inginkan, aku akan membantumu mewujudkan nya."


"Aku juga akan menyiapkan tim profesional yang solit untuk membantumu, kita juga akan membuat resort di sepanjang garis pantai, " terang Bang Harris sambil menujuk peta kecil di balik brosur tersebut.


Sungguh aku sedang tidak ingin memperdulikan semua itu, karena hadiah terbesarnya bagiku adalah saat akhirnya aku bisa tinggal dekat Bang Nugie. Dan ternyata Bang Harris memang sudah mempersiapkan semuanya dari jauh hari, karenanya waktu itu dia sampai harus pergi sendiri ke Kalimantan untuk memastikan semua proyek dan pembelian lahannya.


Sampai saat ini sebenarnya aku juga penasaran kenapa Bang Harris tiba-tiba menentukan pilihannya pada gadis sembrono yang telah memberinya bonus ojol sepuluh ribu, padahal jika dipikir dia bisa mendapatkan wanita manapun yang dia inginkan, tanpa harus menyusahkan dirinya, bahkan sampai hampir kehilangan nyawa. Selain itu sepertinya  dia juga sangat percaya diri, bahwa pasti aku juga akan menjadi miliknya, hingga dia sudah menyiapkan segalanya seperti ini.


 


EXSTRA PART BANG NUGIE


Omong kosong, dia adek gue!, beraninya lo punya pikiran kotor sama adek gue !"


"Aku, serius untuk Alex, karena itu aku ingin memberitaumu lebih dulu, tolong ijinkan aku."


"Tidak, tidak akan!" tolak  Bang Nugie.


"Kau bahkan bisa meniduri wanita manapun yang kau inginkan, kenapa harus mencari masalah dengan adikku!"


"Kau tau aku mampu bertanggung jawab terhadap adik perempuanmu,  tentu aku aka menikahinya!"


Kayaknya Bang Nugie juga gak bakal terima gitu aja jika adek kecilnya yang biasanya cuma manja-manja sama dia itu tiba-tiba  harus di ambil orang lain seenaknya begitu saja, walaupun itu sahabatnya sendiri sekalipun, dia gak bakal terima! 


"Alex itu adek gue, dia cuma tau lo tampan, dan dia gak pernah mikir keluarga lo kaya atau punya segalanya, jadi jangan coba-coba lagi deketin adek gue!"


"Apa karena lo masih kecewa dengan wanita yang ninggalin lo karena pria yang lebih kaya ?"


Bang Nugie langsung mukul Bang Harris.


"Dia bukan siapa-siapa, dan yang lo bicarain kali ini adalah adik gue!"


"Karena itu aku juga ingin melindungi pikiran adek gue dari menjadi wanita yang hanya peduli dengan harta seorang pria! "


"Aku, akan menunggunya, " kata Bang Harris kemudian untuk sedikit melunak.


"Meski aku sudah mengenalmu seperti saudaraku sendiri, bukan berarti aku bisa mempercayakan adik perempuanku,  karena aku tidak percaya seorang pria tidak akan mengambil untung untuk dirinya sendiri!"


"Aku tidak akan menyentuhnya!" janji Bang Harris.


"Tidak, kau bahkan tidak boleh menemuinya! " tegas bang nugi, "jangan pernah lagi temui Alex jika kau benar-benar ingin aku  merestuimu! "


"Itu tidak masuk akal, " protes Bang Harris yang merasa persyaratan itu sangat tidak adil baginya. Tapi Bang Nugie masih berkeras sama sekali tidak mau mengendurkan peraturannya.


"Sampai kapan? " tanya Bang Harris kemudian, karena sudah merasa menemui jalan buntu dengan perdebatannya.


"Sampai, adik perempuanku siap menikah atas keinginannya sendiri."


"Bagaimana aku bisa tau Alex tidak akan memilih pria lain untuk menikahinya? "


"Aku kenal siapa adikku,  kau tinggal tepati janjimu, maka akan kupegang pula janjiku!"


*****