Alex

Alex
BAB 124



Selama ini Efa sudah yakin jika dirinya akan menikah dengan Brandon meskipun tidak dalam waktu dekat paling tidak pemuda itu memang masih memberinya kesempatan untuk hubungan mereka, tapi sejak Bang Evan melepaskan Mini, jelas harapan Efa ikut sirna. Karena itu dia merasa masa depannya ikut hancur hanya karena kecerobohan Bang Evan. Efa tidak membenci Mini karena dia tau gadis itu tidak akan kemana-mana juga jika bukan karenan Bang Evan yang melepaskannya, sudah gitu Bang Evan mengirimnya untuk Brandon pula.


Bahkan sampai saat ini pun Efa rasanya masih pingin banget ngutuk Bang Evan, apa lagi jika malam ini dia juga berani tidak datang ,Efa bersumpah akan menuntut balasan yang lebih keji untuk penghianantannya kali ini. Efa sendiri juga masih tidak mengerti kenapa kemarin dia sampai percaya dengan pria seperti bang Evan dan sekarng dia benar-benar menyesal. Bang Evan masih sama sekali tidak bisa di hubungi, seperti hilang di telan bumi karena dari tadi siang sudah gak ada kabarnya lagi. Efa pikir mungkin dia masih keasikan berlibur di Bali dengan istri Bang Harris, penyakit seperti Bang Efan itu memang susah di sembuhkan. Lagian masih bisa-bisanya dia suka sama istri abang sendiri meskipun sudah begitu banyak wanitawanita cantik di sekitarnya , dasar playboy curang ! gemas Efa ketika kembali melempar ponselnya sendiri ke atas kasur karena tiba-tiba sangat tidak berguna.


Orang tua Efa sudah datang sejak sore tadi , dan besok pagi sudah harus kembali berangkat ke Dubay. Jika Bang Evan sampai tidak datang maka penghianatan itu pasti akan memiliki efek yang luar biasa untuknya .


Efa benar-benar belum mau menikah apa lagi dengan pria dari Dubay itu, rasanya lebih baik dia kawin lari sama pria pengangguran  dari pada Efa harus hidup dipaksa nikah sama pria kaya yang bakal punya banyak istri. Kadang Efa juga sering iri  kenapa di dilahirkan sebagai anak tunggal , mungkin jika punya banyak saudara atau dia hanya lahir di keluarga biasa, mungkin  dia tidak perlu memiliki beban sebensar ini. Walaupun cerewet dan cengeng sejatinya Efa bukanlah orang yag serig megeluh tetang hidupya ataupun memperlihatkan masalahnya pada orang lain. 


Sejak kecil Efa di besarkan sebagai anak tunggal yang sangat berlebihan, dia di manjakan dengan seluruh kemewahan. Pastinya juga tidak banyak pria di muka bumi ini yang bisa memenuhi standar kehidupannya. Orang tua Efa adalah seorang pengusaha yang kaya raya, mereka memiliki banyak bisnis hiburan dan Hotel di banyak negara, perusahannya sekarng juga merambah bisnis pariwisata dan kapal pesiar mewah yang berlayar di beberpa benua. Efa memang tidak perlu harus bekerja dalam seumur hidupnya dan tetap akan bisa hidup dengan mewah, tapi dia hanya perlu mencari suami yang mampun memenuhi tuntutan orang tuanya. Jika Eva tidak segera mendapatkan pria yang layak maka orang tuanya sendiri yang akan memilih untuknya.


Ini sudah lewat jam tuju malam dan bang Evan tetap belum ada kabarnya, bahkan saat Efa menelfon kerumah Tuan Serkan, kata si Bibi, Bang Evan memang belum ada pulang. Efa benar-benar sudah putus asa dan sebaiknya dia mulai memikiran alasan untuk orang tuanya.


like ya... 😁