Alex

Alex
bab 78 mini



"Aku hanya tidak ingin mempertaruhkanmu lagi! " ____" sudah cukup aku memilikimu saja dan putri kita."


"Apa abang lupa aku masih sangat menginginkan bocah laki-laki yang se tampan dirimu," bujuk Alex yang berharap suaminya mau sedikit memberi kelonggara.


"Cukup aku saja yang boleh menjadi pria, tertampan di hidupmu."____"Kupikir kau juga masih ingin mewujutkan semua mimpimu."


"Benarkah Bang Harris tidak ingin Soockie memiliki saudara? "


"Tolong Alex, aku juga sudah berjanji kepada Bang Nugie. Bukan karena aku takut dia akan mengambilmu dariku, tapi karena aku ingin bisa memberikan yang terbaik bagimu, aku tau kau juga ingin melakukan banyak hal selain sekedar hanya menjadi seorang ibu."


"Aku ingin bekerja, " kata Alex mudian.


Bang Harris sempat diam untuk berpikir sebentar, "Kau bisa membantu Evan. "


Sepertinya Alex memang tidak bisa jika hanya di suruh berdiam diri di rumah, lagipula Bang Harris juga ingin bisa melihat wanita yang dicintai itu tetap mendapatkan dunianya dan bergairah mewujudkan mimpinya.


"Kau bisa membantu Evan, akan kusuruh dia menyiapkan posisi untukmu. "


"Aku tidak ingin jabatan, aku ingin bekerja sesuai keahlianku, " protes Alex.


"Baiklah," pasrah Bang Harris, "kupikir divisi pengembangan cocok sebagai tempatmu mengasah kemampuan. "


"Aku tidak keberatan. "


"Perusahaan kita sudah mulai membuat perencanaan untuk beberpa proyek besar di calon ibukota baru, kau bisa bergabung di tim arsitek jika mau."


Sepertinya Alex cukup tertarik dan mulai antusias. " Aku sendiri yang akan menjadi tutormu jika kau benar-benar masih tertarik medisain  sebuah gedung untuku."


"Apa maksud Bang Harris akan membangun gedung seperti yang akun inginkan? " tanya Alex hampir tak percaya.


"Ya, kita memerlukan kantor, seperti janjiku aku juga akan menyiapkan tim arsitek profesional untuk membantumu. Buatlah gedung untukku dan kuharap kau tidak mengecewakanku, Alex. "


"Oh, Tuhan benarkah aku tidak sedang bermimpi," rasanya Alex masih tidak percaya dengan tawaran luar biasa itu tadi.


"Aku akan dengan senang hati membangunkanmu dari mimpi sekarang juga jika kau tidak. keberatan, " Bang Harris sudah mendekatkan dirinya untuk menangkap pinggang istrinya yang kemudian ikut menyambutnya dengan antusias.


"Apa tidak apa-apa kita seperti ini si sini?" tanya Alex ragu.


"Siapa yang peduli, kau istriku dan ini rumah kita."


Tapi bagaimanapun mereka sedang berada di ruang kerja yang pintunya masih terbuka.


*****


Bang Harris memperkenalkan Alex pada beberapa stafnya di kantor dan meminta tolong Evan untuk ikut membimbing kakak iparnya.


Awalnya beberapa staf agak canggung terhadap Alex sampai dia sendiri berkata di depan semua timnya untuk tidak memperlakukannya berbeda. Lagi pula Alex sendiri adalah tipe wanita yang supel dan sangat mudah membur sepertinya dia tidak akan mendapatkan kesulitan untuk bisa bergabung di tim manapun.


Di hari pertama itu Evan memang lebih banyak membantunya karena ternyata Bang Harris adalah orang yang memiliki kesibukan luar biasa saat bekerja hingga tidak bisa di ganggu oleh siapapun. Bahkan mereka tidak sempat makan siang bersama meskipun ada dalam satu gedung, tapi Alex bersyukur ada Evan yang tidak keberatan menemaninya.


"Apa Bang Harris selalu bekerja seperti itu? " tanya Alex di jam makan siang, mereka sengaja tidak keluar dari gedung utama dan hanya makan di resto kantor mereka.


"Sepertinya dia ingin segera mengurus semuanya agar bisa secepatnya pergi membawamu. " terang Evan ketika mendongak dari mangkuk supnya.


"Apa kau akan menggantikan tugasnya? "


"Itu yang diinginkannya tapi rasanya sekarang aku juga belum sepenuhnya siap."____" banyak hal yang masih harus kupelajari darinya. "


"Aku yakin kau mampu, " Alex sengaja menatap Evan yang kemudian hanya tersenyum masam.


"Apa kau memiki masalah?" tebak Alex yang seperti memiliki alaram lebih peka daripada abangnya sendiri.


"Aku bisa mendengarkan jika kau tidak keberatan, " tawar Alex kemudian.


"Tidak karena aku yakin kau akan menganggapku konyol, " kelit Evan coba mengabaikannya.


"Walaupun konyol akun punya waktu untuk mendengarkan di banding kakak laki-lakimu yang hanya sibuk sendiri itu."


"Kupikir kau tidak akan suka mendengarnya, " kata Evan kemudian.


"Katakan saja, biar aku sendiri yang menentukan suka atau tidak," jawab Alex masih cukup santai, sepertinya memang tidak ada apaun yang bisa membuatnya gentar.


"Bahkan aku tidak tau harus memulai ceritanya dari mana, " sepertinya kali ini Evan benar-benar terlihat bingung. Apalagi Alex tau jika Evan adalah tipe pria yang tenang dan jarang terlibat masalah.


"Mulai dari yang paling sederhana," saran Alex, ketika ikut menunjuk dengan garpunya.


"Papa ingin aku menikahi seorang wanita." kata Evan cukup enteng tapi mengejutkan.


"Menikah!" kutip Alex masih terkejut jika ternyata yang sedang mereka bahas sekarang adalah tentang pernikahan.


"Sama seperti perusahaan ini yang seharusnya menjadi tanggung jawab Bang Harris tapi dia ingin melemparnya padaku. "


"Apa maksudmu? " Alex mulai curiga.


"Sebenarnya Bang Harris juga yang harus menikahinya bukan aku. "


"Oh.... " Alex masih ternganga ketika menutup bibirnya sendiri.


"Sudah kuduga kau tidak akan suka mendengarnya, karena itu Bang Harris juga selalu melarangku mengatakan nya padamu."


Entahlah, rasanya memang masih sangat aneh bagi Alex saat harus membayangkan suaminya seharusnya menikahi wanita lain.


"Jadi kau harus menikahi wanita yang seharusnya di nikahi Bang Harris? "


Evan hanya mengangguk kemudian kembali menyendok subnya.


"Dari awal Bang Harris memang tidak pernah setuju, karena itu dia sempat pergi dari rumah dan selalu bersitegang dengan Papa. " tiba-tiba Evan khawatir sudah salah bicara ketika mendapati Alex hanya diam.


"Maaf seharusnya aku memang tidak perlu bercerita. "


"Tidak, Evan."____"aku hanya merasa bodoh karena selama ini tidak pernah tau apa-apa tentang Bang Harris. " Selama ini yang Alex tau bang Harris memang datang begitu saja di dalam hidupnya dan tiba-tiba membuatnya bahagia.


"Dia mencintaimu," kata Evan, masih khawatir melihat Alex yang tiba-tiba diam.


"Aku tau, "_____"tapi saat aku baru tau dia telah meninggalkan wanita lain untukku, rasanya jadi agak aneh sekarang. "


"Sebenarnya tidak persis seperti itu, karena baik aku ataupun Bang Haris juga belum pernah bertemu dengannya."


"Bagaimana bisa seperti itu? " tanya Alex heran.


"Kadang sampai sekarang kami pun masih belum mengerti kenapa Papa sepertinya masih bersikeras agar salah satu dari putranya menikahi wanita pilihannya itu."___"bahkan Papa tega menjadikan hal itu sebagai permintaan terakhirnya."


Alex juga tau jika kondisi Ayah mertuanya itu sedang tidak sehat dan semakin memburuk akhir-akhir ini. "Mungkin jika Bang Harris belum menikahimu, Papa masih akan memaksakan kehendaknya itu."


"Maaf jika karena kami kau harus mengambil tanggungjawab itu, Evan. " wajar jika Alex tiba-tiba merasa berhutang pada adik iparnya itu.


"Siapa wanita yang akan kau nikahi itu, apa kau tidak pernah ingin tau? "


Bagaimana mungkin Evan tidak ingin tau sedangkan Alex yang baru mendengarnya saja sudah penasaran luar biasa. Dan tiba-tiba dia juga tepikir, apa dulu Bang Harris juga tidak ingin tau?


"Siapa dia? "


"Aku juga tidak tau. "


"Apa kau tidak ingin mencaritau? "


"Entahlah, bahkan aku masih tidak percaya harus menikah dengan cara seperti itu. "


Alex bisa mengerti dengan keengganan Evan, tapi sepertinya dia juga tidak bisa mengabaikan keinginan papanya. Jika di banding Bang Harris sepertinya Evan memang jauh lebih patuh pada orang tuanya.


Jangan lupa like ya


******