Alex

Alex
bab 72



Sepulang dari mengantarakan Bang Nugie dari bandara Alex sudah tidak mau keluar dari kamarnya lagi karena rasa pusing dan mual yang luar biasa. Sebenarnya Alex tidak pernah khawatir tentang kehamilan tapi dia benar-benar tidak tahan dengan efek samping kehamilan tersebut terhadap dirinya.


Kadang dia juga iri dengan wanita yang bisa menjalani kehamilannya dengan mudah, walaupun Alex yakin Bang Harris akan selalu menjaganya dengan baik, tapi tetap saja rasa mual itu hanya dirinya sendiri yang menanggungnya. Seharusnya mereka memang harus lebih berhati-hati karena itu Alex bisa mengerti kenapa Bang Nugie bisa sangat murka begitu mengetahui kehamilannya.


"Maafin Bang Harris," kata is Bang ketika ikut naik ke atas ranjang untuk memeluk Alex yang sudah kembali meringkuk untuk menarik selimut.


Belum ada keluarga mereka yang tau jika Alex kembali hamil, kecuali Bang Nugie dan Mira tentunya.


"Aku hanya khawatir mereka semua akan menyalahkanmu. "


"Kenapa kau malah mengkhawatirkanku?"___" Aku yang sudah membuatmu hamil, dan jika mereka tidak suka aku bisa membawamu pergi bersamaku. Tapi lihatlah dirimu sendiri Alex, kau benar-benar membuatku khawatir."


"Sebaiknya kita pergi kedokter hari ini untuk memastikan kondisimu," saran Bang Harris berulang kali dari kemarin tapi seperti biasa Alex selalu menolak dan merasa dirinya masih sanggup mengatasinya, lagi pula dia juga sudah yakin jika dirinya memang benar-benar hamil.


"Tidak apa-apa, Bang, siapa tau yang ini laki-laki, senyum Alex tiba-tiba terlihat cerah ketika mendongak dari pelukan Bang Haris." Bahkan dia rela jikapun harus berulang kali hamil karena pria yang di cintainya itu.


Walau Bang Harris juga tau jika Alex sangat menginginkan anak laki-laki, tapi rasanya masih sangat tidak tepat untuk sekarang ini. Terutama Bang Harris agak cemas karena Putri mereka Sookie juga baru beberapa bulan.


"Alex pasti kuat Bang, jangan khawatir hanya saja kalau mual seperti ini rasanya aku ingin sekali mengutukmu!"


"OH, Tolong jangan menbenciku lagi seperti itu." keluh Bang Harris ketika kembali mempererat pelukannya.


Tentu Bang Harris masih ingat bagaimana Alex sampai sama sekali tidak mau dia sentuh sampai beberapa bulan.


"Kau tau aku tidak akan tahan jika harus menjauhimu. "


Alex menggeleng dalam pelukannya kemudian mendongak untuk mencium suaminya lebih dulu.


"Kenapa kau membuatku nenginginkanmu di saat seperti ini," keluh Bang Haris ketikan melihat Alex yang agak  lemah tapi masih cukup bersemangat mengodanya.


"Aku tidak apa-apa, Bang, mungkin dia nanti akan sepertimu yang sering tidak bisa lihat kondisi."


"Jangan memancingku untuk berbuat tidak senonoh pada istriku yang baru hamil."


"Bagaimana jika aku juga menginginkanmu? "


"Kedengarannya agak aneh karena biasanya kau lebih suka menyuruhku mengepel lantai kamar mandi untukmu."


Bang Harris mulai merasa jika kali ini Alex memiliki kecenderungan yang berbeda di kehamilan keduanya. Bang Harris mulai khawatir jika jangan-jangan benar yang dikatakan Alex, bahwa anak keduanya nanti akan lebih mirip dirinya.


"Kita pikirkan yang lainya nanti, " bisik Alex ketika kembali mengoda pertahanan rapuh suaminya yang payah.


Bagaimanapun Putri mereka belum genap tiga bulan dan Alex sudah kembali dibuatnya hamil lagi.


Sepertinya semua setuju, jika Bang Harris agak keterlaluan. Wajar jika Bang Nugie akan selalu mencemaskan adik perempuannya ketika harus bersama sahabatnya yang juga kurang bisa menjaga diri dan dia tau pasti akan selalu tergoda dengan kecerobohan Alex yang kadang bisa sangat sembrono.


*****


Setelah Bang Nugie, Mama Bang Harrislah yang kemudian juga mengetahui kehamilan Alex.


Siang itu tante Marisa datang untuk mengunjungi cucu perempuannya yang sepertinya agak rewel.


"Apa dia belum menyusu?" tanyanya lagi.


"Sepertinya mamanya lagi kurang enak badan dan baby Sookie jadi ikut rewel dari kemarin, " terang salah satu baby sitter cucunya.


"Alex sakit? " tante Marrisa agak heran kenapa tidak ada yang memberitahunya. Bagaimana mungkin putranya itu tidak memberitahunya jika istrinya sakit padahal mereka juga tinggal bertetangga.


"Sudah hampir seminggu ini Non Alex mengeluh pusing dan mual. "


"Dima dia sekarang? " tanya Tante Marrisa buru-buru.


"Mereka sepertinya masih di kamar. "


"Mereka! " kutip Tante Marisa heran.


"Tuan Harris sedang ada di rumah. " Sepertinya wajar jika seorang ibu akan mulai merasa khawatir, jika sampai kecurigaannya benar. Bagaimanapun cucunya belum genap tiga bulan dan jika sampai benar putranya itu kembali membuat istrinya hamil rasanya akan sangat keterlaluan.


Tante Marisa sengaja menunggu sampai Bang Harris turun dari kamarnya. Dan jangan heran jika seperti Bang Harris juga sempat terkejut pas ngelihatin mamanya yang udah kayak pasang muka masam ala rentenir yang lagi ingin banget nagih hutang padanya.


"Jika sampai benar kau membuat istrimu hamil lagi, sungguh aku akan mengambil Sookie dari kalian! "


"Sepertinya aku tidak pelu khawatir karena Mama hanya akan membawa Putri kami kabur beberapa rumah dari sini."


"Aku sungguh-sungguh, Harris! " tegas mama Bang Harris, "sekarang katakan apa benar istrimu hamil? "


"Kami belum tau karena memang belum memastikan ke dokter, tapi jika benar Alex hamil seharusnya Mama ikut senang. "


"Ya, Tuhan Harris tega sekali kau berbuat seperti itu pada istrimu yang masih sanagt muda. "


Tante Marissa  bukannya tidak senang akan kembali mendapatkan cucu, tapi si Tante sepertinya juga mencemaskan kesehatan menantunya. Putranya memang agak ceroboh, tapi waktu itu Tante Marisa pikir mereka berdua sudah cukup tau tentang resiko kehamilan beruntun paska persalinan. Karena biasanya wanita akan lebih mudah hamil setelah melahirkan. Sebenarnya Tante Marrisa sudah sempat khawatir saat melihat putranya yang agak sembrono.


"Mama sendiri yang akan mengurus Sookie jika istrimu benar-benar hamil lagi, kau tidak memiliki pilihan! "


Karena Alex sudah terlanjur hamil sepertinya mereka memang harus lebih exstra menjaganya.


Walau selama ini mereka memiliki cukup banyak baby sitter dan Alex memang tidak pernah dibiarkan untuk terlalu banyak mengurusi putrinya, tapi justru Bang Harris sendiri yang patut untuk di waspadai jika dia tidak bisa lebih hati-hati menjaga kondisi istrinya.


"Mama gak mau tau, kau harus menjaga istrimu! "


"Kenapa Mama seperti tidak pernah bisa percaya jika sebenarnya aku juga bisa menangani istriku sama baiknya dengan keahlianku yang lain. " canda bang Harris yang tidak mau mamanya terlalu tegang memikirkan mereka.


"Kau memang keterlaluan, jangan pikir Mama tidak tau apa yang baru saja kau lakukan kepada istrimu, bahkan di jam segini! "


"Asal mama tau, sepertinya Alex lebih menyenangkan di kehamilan keduanya ini. " si Abang malah kembali tersenyum jahil untuk memgoda mamanya.


Karena kayak gak ada kapoknya sama sekali Bang Harris ini, padahal kalau lagi hamil Alex itu ya tetap aja bakal ngerepotin.


*****


Jangan lupa like ya, karen dukungan anda sangat berharga bagi penulis.